PMI Kirim Kapal Kemanusiaan Gelombang Kedua ke Aceh dan Sumut, Bawa Ribuan Ton Bantuan

Bantuan akan difokuskan untuk wilayah terdampak berat seperti Banda Aceh, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Lhokseumawe, serta sejumlah daerah di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

oleh Luqman RimadiDiterbitkan 28 Desember 2025, 19:58 WIB
Palang Merah Indonesia (PMI) akan kembali mengirim Kapal Kemanusiaan gelombang kedua untuk membantu warga terdampak banjir di Aceh dan Sumatera Utara. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Palang Merah Indonesia (PMI) akan kembali mengirim Kapal Kemanusiaan gelombang kedua untuk membantu warga terdampak banjir di Aceh dan Sumatera Utara. Kapal tersebut dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada 3 Januari 2026 pukul 08.00 WIB.

Kapal akan melayari tiga rute tujuan, yakni Pelabuhan Belawan Medan, Pelabuhan Krueng Geukeh Lhokseumawe, dan Pelabuhan Malahayati Krueng Raya Banda Aceh.

Kepala Markas PMI Pusat, Arifin M Hadi, mengatakan pengiriman bantuan ini merupakan kerja sama PMI dengan Kalla Grup dan menjadi tindak lanjut dari pengiriman kapal kemanusiaan gelombang pertama.

“Ini adalah kapal bantuan gelombang kedua, melengkapi kapal pertama yang sudah dikirim sebelumnya. Bantuan ini lebih difokuskan pada proses rehabilitasi, yaitu peralatan kebersihan, perlengkapan ibadah, dan sekolah,” ujar Arifin di Gudang Markas PMI Pusat, Jakarta Selatan, Minggu (28/12/2025).

Ia menjelaskan, bantuan yang dikirim meliputi sejumlah alat berat dan peralatan kebersihan, antara lain lima ekskavator, 40 mini beco, empat forklift, serta 20.000 pacul, 20.000 sekop, dan 4.000 gerobak dorong. Selain itu dikirimkan pula 2.000 kompor beserta regulator, serta sekitar 60 ton barang yang terdiri atas pakaian, selimut, sarung, popok bayi, dan kebutuhan pangan.

Bantuan akan difokuskan untuk wilayah terdampak berat seperti Banda Aceh, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Lhokseumawe, serta sejumlah daerah di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Pembersihan Lingkungan Warga Jadi prioritas

PMI juga tetap menyiapkan bantuan kebutuhan dasar karena kondisi di lapangan masih berada pada masa transisi dari tanggap darurat ke pemulihan.

“Operasi kebersihan ini menjadi pelengkap dari operasi kedaruratan yang masih berjalan hingga Maret mendatang. Ke depan, kegiatan ini juga akan masuk dalam tahap rehabilitasi dan berlanjut hingga satu tahun,” jelas Arifin.

Ia menambahkan, pembersihan lingkungan menjadi prioritas menjelang Ramadan agar rumah ibadah dan permukiman warga kembali dapat digunakan.

PMI juga membuka kesempatan bagi masyarakat dan donatur untuk menitipkan bantuan guna dikirim bersama Kapal Kemanusiaan tersebut. Kapal gelombang kedua ini diperkirakan mampu mengangkut hingga 3.000 ton bantuan.

“Kami mengajak masyarakat dan seluruh donatur untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita di Sumatera yang terdampak banjir. PMI siap menampung dan menyalurkan bantuan tersebut,” pungkasnya.

Infografis Biaya Perbaikan Dampak Banjir Sumatera. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya