Truk Tronton Bermuatan 38 Ton Keramik Hantam Pemotor dan Tugu di Wonosobo

Kecelakaan itu diduga akibat gangguan pada sistem pengereman saat melaju dari arah Parakan menuju Wonosobo.

oleh Tim RegionalDiterbitkan 27 Desember 2025, 15:33 WIB
Truk Tronton Bermuatan 38 Ton Keramik Hantam Pemotor dan Tugu di Wonosobo (Tangkapan Layar CCTV)

Liputan6.com, Jakarta - Kecelakaan lalu lintas melibatkan sebuah truk tronton bermuatan keramik terjadi di Jalan Wonosobo–Kertek, tepatnya di Simpang Empat Kertek, Kelurahan/Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Sabtu pagi, 27 Desember 2025, sekitar pukul 06.15 WIB. Insiden itu diduga akibat gangguan pada sistem pengereman saat melaju dari arah Parakan menuju Wonosobo.

Kecelakaan bermula saat truk tronton bernomor polisi T-9167-PO yang dikemudikan M.A.K. (29), warga Kabupaten Bandung, melaju dari arah Parakan menuju Wonosobo. Saat hampir tiba di lokasi kejadian, truk bermuatan sekitar 38 ton keramik itu tidak terkendali dan menyerempet sepeda motor Honda Scoopy, kemudian menghantam tugu di tengah jalan.

Kendaraan berat tersebut masih terus melaju hingga kembali membentur sepeda motor Yamaha Vega serta Honda Revo yang terparkir di pinggir jalan.

Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan membenarkan kejadian tersebut dan menyampaikan bahwa jajaran kepolisian bergerak cepat melakukan penanganan.

“Petugas langsung mendatangi tempat kejadian perkara, melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta mendata korban dan saksi. Saat ini penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan,” ujar Kasim.

Akibat kecelakaan ini, lima orang mengalami luka ringan (LR). Para korban masing-masing berinisial S (65), S (49), N.F. (41), S.S., serta A.S. (13). Seluruh korban telah mendapatkan perawatan medis. Tidak terdapat korban meninggal dunia maupun luka berat dalam peristiwa tersebut.

Truk Tronton Sudah Dievakuasi, Lalu Lintas Kembali Normal

Dia menambahkan, truk tronton yang terlibat kecelakaan telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke Unit Laka Lantas Polres Wonosobo. Sementara itu, proses evakuasi muatan keramik masih terus dilakukan di lokasi kejadian.

“Untuk arus lalu lintas, saat ini sudah kembali normal. Pengamanan dan pengaturan lalu lintas dilakukan oleh personel yang terlibat Operasi Lilin di Pos Pengamanan Kertek,” tambahnya.

Ia juga mengimbau para pengemudi, khususnya kendaraan angkutan barang, agar selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan sebelum beroperasi, terlebih saat cuaca hujan yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.

Satlantas Polres Wonosobo masih melanjutkan proses penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti guna kepentingan penegakan hukum.

Sumber: Danny Adriadhi Utama/Merdeka.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya