Turis China Nyaris Tewas Tersapu Ombak Saat Berfoto di Mesir

Berkat sebuah tali, nyawa turis China ini bisa diselamatkan.

oleh Faqih Nur ImanDiterbitkan 28 Desember 2025, 18:30 WIB
Orang-orang menonton dari atas tebing saat ombak besar menghantam pantai di Sydney, Australia, 24 Mei 2022. (AP Photo/Mark Baker)

Liputan6.com, Kairo - Seorang wisatawan asal China nyaris tewas setelah tersapu gelombang besar dan terhempas ke bebatuan saat berwisata di kawasan pesisir Matrouh Eye, Mersa Matruh, Mesir. Insiden tersebut terjadi ketika korban melakukan sesi foto di dekat tebing laut yang dikenal memiliki formasi bebatuan unik dan ombak yang kuat.

Melansir New York Post, Minggu (28/12/2025), berdasarkan laporan NewsX, kawasan wisata tersebut kerap dilanda gelombang pasang yang datang secara tiba-tiba dan menghantam tebing dengan kekuatan besar. Kondisi ini menjadikan area tersebut berisiko tinggi bagi wisatawan yang berdiri terlalu dekat dengan bibir tebing.

Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, korban terlihat mengenakan gaun berwarna oranye dan berpose di celah bebatuan tepi laut. Tanpa peringatan, gelombang besar menyembur deras melalui celah tersebut dan menghantam tubuh korban dengan kekuatan penuh. Saksi mata menggambarkan derasnya air laut mengalir “seperti semburan selang pemadam kebakaran”.

Hantaman ombak tersebut membuat korban kehilangan pijakan dan terseret ke arah laut. Beruntung, korban berhasil bertahan dengan berpegangan pada tali pengaman yang tersedia di lokasi. Berdasarkan informasi yang beredar, tali penyelamat tersebut diketahui baru dipasang belum lama ini.

Meski selamat dari maut, korban mengalami sejumlah luka lecet dan memar di beberapa bagian tubuh akibat terbentur karang saat tersapu air laut. Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai pengalaman yang sangat menakutkan dan mengaku beruntung tidak berujung fatal.

Insiden ini kembali menyoroti risiko keselamatan wisatawan di lokasi-lokasi wisata alam yang populer karena keindahannya, namun menyimpan bahaya tersembunyi. Sejumlah kasus cedera hingga kematian akibat wisatawan berpose di area berbahaya terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Sebuah studi pada 2023 bahkan mencatat lonjakan signifikan insiden cedera dan kematian terkait aktivitas swafoto di tempat wisata, hingga mendorong para peneliti menyebut fenomena tersebut sebagai persoalan serius yang perlu mendapat perhatian publik dan otoritas setempat.

Sorotan Netizen dan Tren Berisiko

Wisatawan berjemur di pantai di Etretat, Prancis barat laut (17/7). Tebing-tebing dan pantai di Étretat menarik para seniman seperti Eugène Boudin, Gustave Courbet dan Claude Monet. (AFP Photo/Charly Triballeau)

Dari kejadian itu menuai beragam reaksi warganet. Banyak pihak menyayangkan tindakan nekat demi sebuah foto media sosial.

"Orang-orang mempertaruhkan nyawa mereka demi konten," tulis salah satu komentar.

"Semua demi Instagram," timpal akun lain.

"Lautan adalah satu hal yang tidak boleh Anda ajak main-main!" bunyi peringatan warganet lainnya.

Perilaku membahayakan diri di tengah kondisi laut tidak menentu bukanlah hal baru. Peristiwa serupa kerap dilaporkan terjadi di lokasi wisata air ekstrem lain, seperti di Angel’s Billabong, Indonesia, maupun Pantai Reynisfjara di Islandia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya