Sudin Lingkungan Hidup Jakbar Siagakan 350 Personel untuk Bersihkan Sampah pada Malam Tahun Baru 2026

Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat (Sudin LH Jakbar) menyiagakan 350 personel gabungan untuk membersihkan sampah pada malam Tahun Baru 2026.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 27 Desember 2025, 01:00 WIB
Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta membersihkan Jalan Jenderal Sudirman dari sampah-sampah sisa perayaan tahun Baru 2025 di Jakarta. (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat (Sudin LH Jakbar) menyiagakan 350 personel gabungan untuk membersihkan sampah pada malam Tahun Baru 2026.

"Ada sekitar 350 personel gabungan yang kita siapkan. Ada yang dari level Sudin, kemudian dari Satuan Pelaksana (Satpel) LH di kelurahan," ujar Kasudin Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Barat Achmad Hariadi saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (27/12/2025), melansir Antara.

Selain personel sebanyak itu, lanjut dia, Suku Dinas (Sudin) LH Jakarta Barat juga dibantu personel dari Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) Badan Air.

Hariadi melanjutkan, ratusan personel tersebut akan disebar ke sejumlah titik utama keramaian di Jakarta Barat (Jakbar) pada malam Tahun Baru 2026.

"Yang paling utama itu di Kota Tua, kemudian di sekitar kantor Wali Kota Jakbar, kawasan CNI dan di Taman Cattleya," ucap dia.

Selain personel, pihaknya juga akan menyiagakan truk pengangkut sampah, toilet bergerak (mobile), truk penyapu jalan (road sweeper truck) serta tong sampah tambahan.

"Untuk jumlah armadanya nanti dibahas di rapat persiapan. Rencananya besok Senin 29 Desember 2025," kata Hariadi.

Hariadi melanjutkan, para petugas akan mulai bersiaga di titik-titik keramaian paling lambat satu jam sebelum pergantian tahun.

"Biasanya satu jam sebelum pergantian tahun sudah siaga. Nanti akan dikoordinasikan lagi," terang dia.

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakbar telah menyiapkan dua titik utama sebagai pusat keramaian malam Tahun Baru 2026, yakni di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kembangan dan kawasan wisata Kota Tua, Tamansari.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengumpulkan sebanyak 132 ton sampah pada malam Tahun Baru 2025. Dari 132 ton sampah tersebut, Tamansari menjadi kecamatan dengan jumlah sampah terbanyak, yakni 16 ton.

Hal itu karena kawasan wisata Kota Tua di Tamansari yang menjadi titik keramaian pengunjung.

 

Jakbar Gencarkan Penambalan Turap Kali yang Bocor, Antisipasi Banjir Akibat Luapan

Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat menguras sampah yang menyumbat tali-tali air pada sejumlah titik ruas jalan untuk mengatasi banjir di wilayah Cengkareng. (Antara)

Sebelumnya, Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat (Sudin SDA Jakbar) menggencarkan penambalan turap atau 'sheetpile' kali yang bocor untuk mengantisipasi banjir akibat luapan kali.

"Kita sudah lakukan penambalan oleh Sudin SDA," ujar Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah saat dikonfirmasi di Jakarta, melansir Antara, Jumat (26/12/2025).

Menurut dia, turap yang bocor memperparah penanganan banjir. Hal itu ditambah jika banjir rob di Jakarta Utara meluas hingga ke wilayah Jakarta Barat.

"Ya memang ketika ada kejadian air rob kan tidak bisa kita hindari. Kemudian ketika (genangan air) mau kita dorong kembali ke laut dengan pompa juga enggak bisa, bakal balik lagi," ucap Iin.

Apalagi, lanjut dia, dengan curah hujan yang datang dari darat atau dari aliran air, kemudian dari rob bertemu. "Itu pasti akan 'deadlock' (buntu)," kata Iin.

Karena itu, Iin meminta masyarakat untuk menjaga fasilitas turap agar penanganan genangan bisa berjalan optimal. Selain itu, ia juga meminta agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan agar aliran air tidak tersumbat atau dangkal.

"Beberapa waktu lalu ada yang bolongi 'sheetpile'. Jadi tolong kerja sama kita jaga fasilitas kita. Sampah juga buang pada tempatnya, jangan ke badan kali," terang Iin.

Sejumlah turap yang bocor di Jakarta Barat (Jakbar) memperparah genangan air atau banjir. Beberapa di antaranya terletak di Pesing Poglar dan Jelambar Baru.

 

Penambalan Turap Bolong

Proyek yang ditarget rampung pada September 2025 disertai dengan pengerukan sedimentasi untuk mencegah longsor dan banjir. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Iin menjelaskan, penambalan turap-turap bolong itu untuk sementara dilakukan menggunakan karung pasir. Berdasarkan keterangan dari Suku Dinas (Sudin( SDA Jakbar, penambalan permanen akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Pemerintah Kota (Pemkot) Jakbar juga menggencarkan pengerukan sedimen lumpur di saluran air di wilayah setempat untuk mengantisipasi cuaca ekstrem karena berpotensi menyebabkan banjir," terang dia.

Iin mengatakan, cuaca ekstrem di Jakarta diprediksi bisa terjadi hingga Januari 2025."M "Kita ketahui bahwa BMKG merilis bahwa memang cuaca ini tidak terprediksi sampai dengan Januari. Jadi, kita harus siap siaga," ujar Iin.

Menurut dia, pengerukan sedimen saluran air di Jakarta Barat penting dilakukan karena terdapat 13 kali besar, seperti Kali Ciliwung.

"Jakarta Barat berbatasan dengan daerah lain, dari Tangerang masuk lewat kita, kemudian dari Ciliwung juga masuk ke kita lewat Kali BKB (Banjir Kanal Barat)," ucap Iin.

"Karena itu, prinsipnya bahwa konsep hulu ke hilir ini perlu dijaga. Jangan sampai ada sedimen lumpur," jelas Iin.

Pelanggaran Pengelolaan Limbah Elektronik. (Abdillah/Liputan6.com)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya