Pihak Wisma Sahabat Yesus Buka Suara, Bantah Isu Pelarangan Misa di Depok

Pimpinan Wisma Sahabat Yesus Depok, Romo Robertus Bambang Rudianto menegaskan justru yang terjadi pihaknya melakukan silaturahmi dengan warga.

oleh Dicky Agung PrihantoDiterbitkan 26 Desember 2025, 17:34 WIB
Viral pembatalan pelaksanaan misa Natal di Wisma Sahabat Yesus, Pondok Cina, Depok. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Jagat media sosial sempat dihebohkan dengan adanya pelarangan perayaan Natal dan Misa di Wisma Sahabat Yesus Pondok Cina, Depok, pada Rabu (24/12/2025). Pihak Wisma Sahabat Yesus Depok memastikan isu pelarangan perayaan Natal dan Misa tidak benar.

Pimpinan Wisma Sahabat Yesus Depok, Romo Robertus Bambang Rudianto menegaskan hal yang sebenarnya terjadi adalah pihaknya melakukan silaturahmi dengan warga sekitar.

“Tidak ada pelarangan, tidak ada membatasi dan tidak ada pembatalan,” ujar Romo Bambang, Jumat (26/12/2025).

Romo Bambang menjelaskan, Wisma Sahabat Yesus bersilaturahmi untuk meninjau ulang kegiatan berkaitan dengan Ekaristi Misa. Menurutnya, pelaksanaan Misa dapat dilakukan di manapun dan jemaat mahasiswa di Wisma Sahabat Yesus telah berkegiatan sejak 1989.

“Saya terapkan 3 tahun terakhir tidak apa-apa, kita perlu bersama-sama kembali, saling silaturahmi, saling mengetahui ada apa, ya wajarlah, saya sebagai warga juga perlu mengetahui,” jelas Bambang.

Wisma Sahabat Yesus merangkul mahasiswa dari 14 kampus di wilayah di Jakarta Selatan dan Depok. Romo Bambang di Wisma Sahabat Yesus menjadi Moderator Pastural Mahasiswa Keuskupan Agung Jakarta, Unit Jakarta Selatan.

“Ini kan banyak sekali yang ke sini, jadi wajar warga ingin tahu, intinya semua sudah terjalin lagi, warga sudah tahu apa yang dilakukan di sini, kami juga ingin melakukan silaturahmi lebih lanjut,” terang Romo Bambang.

Pihak Wisma Sahabat Yesus Depok Sesalkan Adanya Misinformasi

Romo Bambang menyayangkan adanya kurang pemahaman kurangnya informasi yang tidak disampaikan ke warga dengan benar. Romo Bambang menegaskan tidak memiliki permasalahan dalam kegiatan di tempatnya dengan warga.

“Tidak ada larangan, warga punya hak untuk mengetahui kami, soalnya kami bukan terdaftar seperti warga, kalau saya terdaftar, tapi yang lainnya kan mahasiswa perantauan dari masing-masing kampus, ke sini untuk berkegiatan berdasarkan kampusnya masing-masing,” ucap Romo Bambang.

Romo Bambang menjelaskan secara detail duduk perkara terkait adanya pembatalan Misa di Wisma Sahabat Yesus. Menurutnya, pembatalan dikarenakan waktu persiapan dengan pelaksanaan Misa sangat berdekatan.

“Ya tidak ada waktu lagi untuk ketemu warga, makanya lebih baik yang Misa 24 Desember itu tidak ada, tapi selanjutnya kan ada, ini kan proses,” ungkap Romo Bambang.

Romo menyayangkan komentar para netizen seakan terjadi permasalahan. Namun secara tegas Romo Bambang tidak membenarkan adanya pelarangan perayaan Natal di Wisma Sahabat Yesus.

“Kami juga merayakan natal, makan-makan di sini, ini kan banyak pihak yang mungkin akan menggunakan momen ini lalu menjadi yang enggak baik, makanya saya mau menggarisbawahi tidak ada perkara, semua berkaitan dengan relasi, silaturahmi dan itu sudah terjadi,” tutur Romo Bambang.

Penjelasan Wali Kota Depok

Sebelumnya, Wali Kota Depok, Supian Suri, angkat bicara terkait viralnya informasi pembatalan pelaksanaan Misa Natal di Wisma Sahabat Yesus, Pondok Cina, Depok.

Pembatalan tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan setelah sebuah akun media sosial mengunggah informasi bahwa misa tidak dapat dilaksanakan karena terkendala perizinan. Supian membenarkan adanya pembatalan misa yang sedianya akan digelar pada 24–25 Desember 2025. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan hasil musyawarah antara pengelola Wisma Sahabat Yesus dengan warga sekitar dan aparatur kelurahan.

“Informasi yang kami dapatkan semua sudah bersepakat. Tidak ada hal yang intinya bahwa pihak Wisma memang yang membatalkan rencana misa di Wisma, tetapi kita terus dalami,” ujar Supian, Kamis (25/12/2025).

Supian menegaskan pembatalan dilakukan atas kesepakatan bersama tanpa adanya unsur pemaksaan. Ia menyebut Wisma Sahabat Yesus pada dasarnya merupakan tempat tinggal mahasiswa dan romo pendamping, bukan tempat ibadah gereja.

“Sebetulnya Wisma itu kan memang buat para mahasiswi, mahasiswa yang tinggal di situ. Ada romonya, ada pembinaan. Dalam rangka Natal ini kemarin merencanakan ada misa di situ,” katanya.

Sebelum rencana pelaksanaan misa, pihak Wisma Sahabat Yesus disebut telah melakukan komunikasi dan musyawarah dengan lingkungan sekitar serta aparatur pemerintah setempat.

Dari hasil pembahasan tersebut, akhirnya disepakati misa tidak dilaksanakan di lokasi tersebut.

“Tetapi kemarin sudah bermusyawarah dengan lingkungan, kita memonitor, sehingga informasi yang kami dapat sudah disepakati tidak melaksanakan misa di situ,” pungkas Supian.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya