Liputan6.com, Vientiane - Thailand dan Laos meresmikan Jembatan Persahabatan Thailand–Laos ke-5 yang membentang di atas Sungai Mekong, sebagai upaya memperkuat konektivitas lintas batas dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Upacara peresmian digelar di tengah jembatan baru tersebut, yang memiliki panjang sekitar 1.350 meter. Proyek ini dipandang sebagai infrastruktur strategis yang menghubungkan kedua negara sekaligus memperkuat jaringan transportasi regional.
Advertisement
Perdana Menteri Laos Sonexay Siphandone dalam pidatonya menyatakan pembangunan jembatan ini menjawab aspirasi pemerintah dan masyarakat Thailand serta Laos. Ia menegaskan, jembatan tersebut menjadi penghubung penting dalam Koridor Ekonomi Timur–Barat yang berperan memfasilitasi pergerakan barang, manusia, dan jasa.
“Jembatan ini akan mendukung transportasi, perdagangan, dan pariwisata, serta memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara,” kata Sonexay, dikutip dari Antara News, Sabtu (27/12/2025).
Sementara itu, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyoroti peran jembatan ini dalam strategi nasional Thailand untuk meningkatkan daya saing wilayah timur laut.
“Rute ini diharapkan menjadi jalur strategis yang meningkatkan nilai perdagangan perbatasan, merangsang pariwisata, dan memperkuat hubungan antarmasyarakat di kedua negara,” ujar Anutin.
Menurut pejabat terkait, jembatan tersebut diproyeksikan menghasilkan nilai ekonomi sekitar 28 miliar baht, atau setara sekitar 900,96 juta dolar AS, dengan potensi peningkatan volume lalu lintas rata-rata 5 persen per tahun.
Peresmian jembatan ini bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Thailand dan Laos. Jembatan Persahabatan ke-5 ini melengkapi empat jembatan serupa yang sebelumnya telah dibangun di atas Sungai Mekong, yang selama ini menjadi urat nadi konektivitas dan kerja sama kedua negara bertetangga tersebut.