Liputan6.com, Jakarta - Penyedia data perjalanan dan penerbangan global, OAG, kembali merilis daftar rute penerbangan tersibuk di dunia. Edisi tahun ini disebut "meneliti kapasitas maskapai di seluruh rute penerbangan terpopuler di dunia."
"Menggunakan data kapasitas kursi dari Januari hingga Desember 2025, didukung Data Jadwal Maskapai Penerbangan Global OAG, kami memberi peringkat rute penerbangan tersibuk di dunia," tulis mereka, seperti dikutip dari situs webnya, Kamis, 25 Desember 2025.
Advertisement
Berdasarkan analisis tersebut, OAG mencatat bahwa 9 dari 10 rute tersibuk beroperasi di kawasan Asia Pasifik, dengan rute dari/ke kota-kota Indonesia absen dalam list. Rute penerbangan tersibuk tahun 2025 adalah Jeju (CJU) ke Seoul Gimpo (GMP).
Rute ini memiliki 14,4 juta kursi terjadwal pada 2025, setara dengan hampir 39 ribu kursi harian yang beroperasi di penerbangan pendek ini. Kapasitas pada rute ini 1 persen di atas level tahun 2024, tapi tetap 17 persen di bawah level tahun 2019.
Tujuh maskapai beroperasi di rute yang sangat kompetitif ini, dengan tarif penerbangan turun 11 persen dari tahun ke tahun jadi 44 dolar AS (sekitar Rp 736 ribu) sekali jalan. Rute tersibuk kedua dan ketiga berada di Jepang.
Sapporo New Chitose (CTS) ke Tokyo Haneda (HND) berada di posisi kedua dengan jumlah kursi yang mengejutkan, yaitu 12,1 juta pada 2025, naik 1 persen dari tahun ke tahun dan hanya 3 persen di bawah volume sebelum pandemi.
Rute Fukuoka (FUK) ke Tokyo Haneda (HND) berada di urutan ketiga dengan pertumbuhan 1 persen dibandingkan tahun 2024 dengan 11,5 juta kursi yang dijadwalkan pada 2025. Ini melebihi level tahun 2019 sebesar 1 persen, menjadikannya salah satu dari sedikit rute domestik utama yang melampaui kapasitas sebelum pandemi.
Vietnam sampai Timur Tengah
Rute domestik terbesar Vietnam antara Hanoi (HAN) dan Ho Chi Minh City (SGN) adalah rute tersibuk keempat. Satu juta kursi dijadwalkan pada 2025, meningkat 4 persen dari tahun ke tahun dan 8 persen di atas level tahun 2019.
Rute ini sangat kompetitif dengan enam maskapai yang beroperasi pada 2025. Harga tiket pesawat di rute ini menurun sebesar 11 persen dari tahun ke tahun dengan harga tiket sekali jalan rata-rata 67 dolar AS (sekitar Rp 1,1 juta).
Rute dengan pertumbuhan tercepat di antara 10 besar adalah rute Jeddah (JED) ke Riyadh (RUH) yang berada di peringkat kelima. Rute domestik unggulan Arab Saudi antara dua kota terbesar di kerajaan ini adalah satu-satunya rute di antara 10 besar di luar Asia Pasifik.
10 Rute Penerbangan Tersibuk pada 2025
Rute ini telah meningkat sebesar 13 persen YoY dengan 9,8 juta kursi pada 2025, sejalan dengan pertumbuhan domestik secara keseluruhan tahun ini di Arab Saudi, dan sekarang 22 persen di atas level tahun 2019. Tarif penerbangan kelas ekonomi rata-rata juga meningkat dari tahun ke tahun sebesar 27 persen jadi 95 dolar AS (sekitar Rp 1,6 juta) sekali jalan.
Berikut 10 rute penerbangan tersibuk pada 2025:
- Jeju-Seoul Gimpo
- Sapporo New Chitose-Tokyo Haneda
- Fukuoka-Tokyo Haneda
- Hanoi-Ho Chi Minh City
- Jeddah-Riyadh
- Melbourne-Sydney
- Tokyo Haneda-Okinawa Naha
- Mumbai-Delhi
- Beijing-Shanghai Hongqiao
- Shanghai Hongqiao-Shenzhen
Sementara itu, rute penerbangan lintas batas tersibuk pada 2025 adalah Hong Kong (HKG) ke Taipei (TPE). Lalu, Kairo (CAI) dan Jeddah (JED), rute utama Timur Tengah, yang menyusul di posisi kedua.
Rute Lintas Batas Tersibuk
Rute lintas batas terbesar kedua di Asia, dan tersibuk ketiga secara global, beroperasi antara Kuala Lumpur (KUL) dan Changi Singapura (SIN). Sementara itu, Seoul Incheon (ICN) ke Tokyo Narita (NRT) berada di peringkat keempat dengan 5,1 juta kursi.
Seoul Incheon (ICN) ke Osaka Kansai (KIX) menyusul dengan 5,0 juta kursi. Kemudian, rute 10 besar yang paling cepat berkembang adalah Jakarta (CGK) ke Singapura (SIN), meningkat 14 persen dari tahun ke tahun jadi 4,6 juta kursi, meski masih 16 persen di bawah tahun 2019.
Rute Dubai (DXB) ke Riyadh (RUH) di Timur Tengah berada di peringkat ketujuh. Satu-satunya rute lintas batas di 10 besar di luar Timur Tengah dan Asia adalah New York JFK (JFK) dan London Heathrow (LHR) dengan 4,0 juta kursi pada 2025.