Liputan6.com, Jakarta - Wilayah Jakarta dan sekitarnya diperkirakan akan didominasi awan tebal sepanjang hari pada Jumat (26/12/2025), dengan potensi hujan ringan yang turun pada malam hari di sejumlah wilayah. Demikian prakiraan cuaca hari ini berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
BMKG melaporkan, pagi hingga siang hari cuaca di seluruh wilayah DKI Jakarta, meliputi Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara, diprediksi berawan tebal. Kondisi ini berlanjut hingga sore hari sebelum sebagian wilayah berpotensi diguyur hujan.
Advertisement
Pada malam hari, hujan ringan diperkirakan turun di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara, sementara Jakarta Timur diprediksi tetap berawan tebal.
Sementara itu, Kepulauan Seribu diprakirakan mengalami hujan petir pada pagi hari, kemudian cuaca berubah menjadi berawan tebal pada siang hari, dan kembali berpotensi hujan ringan pada malam hari.
Untuk wilayah penyangga Jakarta, Bekasi, Depok, dan Kota Bogor diperkirakan berawan tebal pada pagi hari, lalu mengalami hujan ringan pada siang hari, sebelum kembali berawan tebal pada malam hari. Adapun Tangerang, Banten, diprediksi berawan tebal sejak pagi hingga siang hari, dengan potensi hujan ringan pada malam hari.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan ringan, khususnya pada malam hari, serta memperhatikan keselamatan saat beraktivitas di luar ruangan.
| Kota | Pagi | Siang | Malam |
| Jakarta Barat | Berawan Tebal | Berawan Tebal | Hujan Ringan |
| Jakarta Pusat | Berawan Tebal | Berawan Tebal | Hujan Ringan |
| Jakarta Selatan | Berawan Tebal | Berawan Tebal | Hujan Ringan |
| Jakarta Timur | Berawan Tebal | Berawan Tebal | Berawan Tebal |
| Jakarta Utara | Berawan Tebal | Berawan Tebal | Hujan Ringan |
| Kepulauan Seribu | Hujan Petir | Berawan Tebal | Hujan Ringan |
| Bekasi | Berawan Tebal | Hujan Ringan | Berawan Tebal |
| Depok | Berawan Tebal | Hujan Ringan | Berawan Tebal |
| Kota Bogor | Berawan Tebal | Hujan Ringan | Berawan Tebal |
| Tangerang | Berawan Tebal | Berawan Tebal | Hujan Ringan |
Antisipasi Cuaca Ekstrem saat Nataru, TNI AL Siagakan Kapal Perang di Sejumlah Pelabuhan
Sebelumnya TNI Angkatan Laut (TNI AL) menyiagakan kapal perang dalam kondisi siaga penuh untuk mengantisipasi potensi gangguan pelayaran selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Langkah ini dilakukan guna memastikan keselamatan, keamanan, dan kelancaran transportasi laut.
Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksamana Muda Yayan Sofiyan mengatakan, kesiapsiagaan tersebut merupakan instruksi Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali.
"Kapal-kapal perang kita stand by on call di pelabuhan-pelabuhan yang berpotensi cuacanya dapat memungkinkan terjadi kecelakaan laut," kata Yayan dalam jumpa pers di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis 25 Desember 2025.
Ia menjelaskan, penempatan kapal perang dilakukan berdasarkan informasi anomali cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sehingga TNI AL dapat merespons cepat apabila terjadi situasi darurat di laut.
"Panglima Komando Armada RI sudah menyiagakan seluruh Komando Daerah Angkatan Laut. Kesiapsiagaan seluruh Lanal, personel, sarana pendukung, mobil ambulans, dan tenaga kesehatan sudah disiagakan," ujarnya.
Kolaborasi Lintas Sektor
Yayan menegaskan, TNI AL juga berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, BMKG, Basarnas, Polri, Kementerian Kesehatan, Pelindo, serta pemerintah daerah. Pemantauan dilakukan secara intensif melalui Pusat Komando dan Pengendalian TNI AL.
"Limit waktu tanggap, ketanggapan, segeraan apabila terjadi musibah… Kepala Staf Angkatan Laut telah memerintahkan kapal-kapal perang standby di pelabuhan tertentu berdasarkan informasi anomali dari BMKG," tegasnya.
Selain kesiapsiagaan pelayaran, TNI AL juga tetap memperketat pengawasan terhadap potensi aktivitas ilegal di perairan strategis yang rawan dimanfaatkan pelaku kejahatan pada periode libur akhir tahun. Personel intelijen juga ditempatkan secara terbatas di titik-titik tertentu sebagai sistem deteksi dini.
Kesiapsiagaan difokuskan pada wilayah dengan potensi peningkatan penumpang dan cuaca ekstrem seperti Sumatera Utara, Nias, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara, Papua, dan Makassar.
TNI AL bersama pemangku kepentingan juga melakukan langkah preventif dengan pengecekan kelaiklautan kapal, persyaratan administrasi, pengawasan muatan, serta pengamanan pelabuhan.
Di kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud menegaskan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam mendukung kelancaran angkutan laut Nataru.
“Kami menyadari keterbatasan armada dan SDM, sehingga kolaborasi ini sangat penting. Supaya semua yang diarahkan Presiden bisa terwujud dengan sinergi, bukan sekadar sama-sama bekerja,” katanya.
Menurutnya, kesiapsiagaan ini diperlukan menghadapi peningkatan mobilitas penumpang dan potensi cuaca ekstrem.
"Kerja sama ini dilakukan untuk meyakinkan seluruh pengguna transportasi agar merasa lebih aman," ujar Masyhud.