Pedri Puji Sentuhan Hansi Flick di Barcelona: Bawa Disiplin Jerman dan Kedekatan dengan Pemain

Pedri melontarkan pujian tinggi kepada pelatih Barcelona, Hansi Flick, yang dinilainya membawa perubahan signifikan sejak mengambil alih kursi kepelatihan pada

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 24 Desember 2025, 11:57 WIB
Pedri menggiring bola dalam laga La Liga antara Barcelona vs Atletico Madrid di Camp Nou, Barcelona, Spanyol, Selasa, 2 Desember 2025. (AP Photo/Joan Monfort)

Liputan6.com, Jakarta - Gelandang Barcelona, Pedri, melontarkan pujian tinggi kepada pelatih Blaugrana, Hansi Flick, yang dinilainya membawa perubahan signifikan sejak mengambil alih kursi kepelatihan pada musim panas 2024.

Menurut Pedri, Flick bukan hanya menghadirkan sentuhan khas Jerman dalam hal kedisiplinan, tetapi juga menciptakan suasana kerja yang lebih terstruktur dan dekat dengan para pemain.

Pedri sendiri tengah menjalani paruh musim yang impresif bersama Barcelona. Meski sempat absen pada kemenangan akhir pekan atas Villarreal karena cedera, pemain berusia 22 tahun itu optimistis bisa kembali berkontribusi maksimal hingga akhir musim dan membantu tim meraih prestasi besar.


Pujian Pedri untuk Hansi Flick

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, berbicara dengan Andreas Christensen saat pertandingan La Liga Spanyol melawan Rayo Vallecano di Stadion Vallecas, Madrid, Spanyol, Senin, 1 September 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Dalam wawancara bersama Esquire, Pedri berbicara soal peluang Barcelona mengulangi pencapaian treble domestik seperti musim lalu. Ia menilai peluang itu terbuka, meski persaingan di level Eropa tetap sangat ketat.

“Tidak akan mudah, tapi semoga kami bisa mengulang treble nasional musim lalu dan juga menjuarai Liga Champions,” ujar Pedri.

Ia menyebut PSG sebagai rival utama, disusul Arsenal yang dinilainya sangat kuat. Manchester City dan Real Madrid juga tak luput dari daftar kandidat juara.

Selain itu, Pedri secara khusus menyoroti Sporting Lisbon, klub yang diperkuat sahabatnya, Trincao sebagai tim kejutan dengan permainan yang mengesankan.


Momen Pedri di El Clasico

Pedri (Barcelona) menarik Vinicius Junior (Real Madrid) dalam laga La Liga d2025/2026 di Santiago Bernabeu, 26 Oktober 2025. (AP Photo/Bernat Armangue)

Tak hanya membahas target musim ini, Pedri juga menyinggung momen pahit saat Barcelona kalah di El Clasico pada Oktober lalu. Laga tersebut menjadi semakin menyakitkan karena ia harus menerima kartu merah, yang merupakan kartu merah pertama sepanjang karier profesionalnya.

“Semua terasa menyakitkan. Kekalahan di El Clasico selalu jadi yang paling menyakitkan, ditambah lagi kartu merah itu adalah yang pertama dalam karier saya,” kata Pedri.

Ia mengaku baru menyadari cedera yang dialaminya setelah pertandingan berakhir, dan hal tersebut semakin menambah rasa kecewa.


Perubahan di Barcelona

Pelatih kepala Barcelona, ​​Hansi Flick, saat pertandingan La Liga Spanyol antara Barcelona dan Alaves, di Barcelona, ​​Spanyol, Sabtu, 29 November 2025. (Foto AP/Joan Monfort)

Terkait Hansi Flick, Pedri menilai kehadiran pelatih asal Jerman itu membawa perubahan nyata di internal klub. “Dalam hal keseriusan, banyak hal yang berubah. Dia memberi klub sentuhan Jerman,” ungkapnya. Namun, Pedri menekankan bahwa Flick juga sosok yang sangat dekat dengan pemain dalam keseharian.

“Di luar detail yang mungkin tidak terlihat dari luar, suasana sehari-hari terasa sangat kekeluargaan. Dia selalu membantu kami, memberi nasihat, terutama soal taktik,” jelas Pedri.

Ia secara khusus menyoroti pendekatan Flick dalam organisasi lini pertahanan musim lalu yang awalnya tidak banyak diprediksi, bahkan oleh para pemain sendiri.

“Nyatanya, itu bekerja dengan sempurna,” tutup Pedri, menegaskan keyakinannya bahwa Barcelona berada di jalur yang tepat di bawah arahan Hansi Flick, baik untuk mempertahankan dominasi domestik maupun mengejar kejayaan di Eropa.

Sumber: Esquire


Klasemen Liga Spanyol 2025/2026

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya