Kisah Viral Perempuan Diklaim Tinggal di Bandara Kuala Lumpur Selama 1 Tahun

Salah satu video viral memperlihatkan wanita itu duduk di terminal Bandara Kuala Lumpur dikelilingi beberapa koper dan troli.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 24 Desember 2025, 13:00 WIB
Seorang perempuan ditangkap setelah sebuah video viral mengklaim ia telah tinggal di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia, selama satu tahun. (dok. tangkapan layar TikTok @raef_benzemi/https://www.tiktok.com/@raef_benzemi/video/7585483493845749013)

Liputan6.com, Jakarta - Bak film "The Terminal," seorang perempuan diduga telah tinggal di Bandara Kuala Lumpur (KLIA), Malaysia, selama setahun. Polisi mengonfirmasi penahanan wanita yang diduga tinggal di Terminal 1 bandara tersebut, menyusul video viral yang menunjukkan dirinya membuat keributan.

Melansir Says, Rabu (24/12/2025), Wakil Kepala Kepolisian Distrik KLIA, Inspektur Albany Hamzah, mengatakan bahwa wanita tersebut ditahan setelah terjadi keributan di terminal pada Kamis, 18 Desember 2025, lapor Harian Metro.

"Keributan tersebut melibatkan wanita itu dan beberapa orang lain. Petugas mendatangi lokasi untuk mengambil tindakan lebih lanjut sebelum membawanya ke kantor polisi," katanya.

Albany menyebut, pemeriksaan menemukan bahwa wanita tersebut adalah warga Malaysia, diperkirakan berusia 40-an, dan memiliki kartu kesehatan mental. Polisi kemudian menyerahkannya ke Rumah Sakit Kajang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dia tidak mengonfirmasi berapa lama perempuan tersebut telah berada di KLIA.

"Kami tidak memiliki informasi lebih lanjut mengenai masalah ini. Tindakan telah diambil setelah terjadi keributan, dan sejauh ini, polisi belum membuka berkas penyelidikan. Wanita tersebut telah diserahkan ke rumah sakit untuk tindakan lebih lanjut," katanya.

Sebelumnya, sebuah video dilaporkan menunjukkan wanita tersebut— yang mengenakan atasan biru terang dan legging hitam—menegur beberapa orang setelah anak-anak terlihat bermain dan membuat kebisingan di sekitarnya. Klip lain menunjukkan wanita itu duduk di terminal bandara dikelilingi beberapa koper dan troli bandara.

Memicu Perdebatan Daring

Seorang perempuan ditangkap setelah sebuah video viral mengklaim ia telah tinggal di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia, selama satu tahun. (dok. tangkapan layar TikTok @raef_benzemi/https://www.tiktok.com/@raef_benzemi/video/7585551485849668885)

Klip yang dimaksud mengklaim bahwa perempuan itu telah menggunakan terminal tersebut sebagai tempat tinggalnya selama setahun terakhir. Ia disebut "mengandalkan fasilitas bandara seperti air gratis, WiFi, dan pendingin udara."

Video-video tersebut memicu perdebatan daring, dengan pengguna mempertanyakan berapa lama wanita itu telah tinggal di bandara dan apakah pihak berwenang mengetahui situasi tersebut.

Sebagai tanggapan, KLIA mengatakan bahwa pihak berwenang telah diberitahu tentang masalah ini dan polisi sedang mengambil tindakan yang diperlukan, mendesak masyarakat untuk tidak berspekulasi.

Bulan lalu, video viral lainnya menyoroti insiden "air terjun dadakan" di KLIA. Bandara itu kemudian mengonfirmasi adanya kebocoran air di Terminal 1, 14 November 2025, setelah badai petir melanda wilayah tersebut. Pihak bandara menyatakan bahwa tim teknik, operasional, dan keamanan segera dikerahkan untuk menangani situasi tersebut.

Kebocoran Air di KLIA

Atap Terminal 1 Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), Malaysia, bocor di tengah badai. (dok. Tiktok @adikecik2)

"Kami mengetahui adanya kebocoran air akibat badai yang memengaruhi sebagian wilayah KLIA sore ini. Tim kami bersiaga penuh dan memprioritaskan keselamatan penumpang, upaya penanggulangan, dan perlindungan sistem kelistrikan," demikian pernyataan pihak bandara, seperti dilansir dari New Straits Times, 15 November 2025.

KLIA berkomunikasi secara intensif dengan mitra maskapai untuk meminimalkan gangguan terhadap operasional. Pihaknya kemudian mengklaim, insiden kebocoran air yang parah di Terminal 1 disebabkan kelalaian prosedural kontraktor selama pekerjaan restorasi atap yang sedang berlangsung.

Pihak bandara menyebut, insiden tersebut terjadi di tengah pemeliharaan waterproofing dan drainase terjadwal di atap terminal utama. Saat itu, badai petir semakin intensif di area KLIA, mendorong kontraktor segera menghentikan pekerjaan dan mengevakuasi atap sesuai protokol keselamatan.

 

Kata Pengelola Bandara

Petugas kesehatan memeriksa 'thermal scanner' untuk mendeteksi suhu tubuh penumpang yang tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada Selasa (21/1/2020). Pemerintah Malaysia mulai mengoperasikan alat pemindai suhu tubuh merespons penyebaran virus korona yang kian masif di China. (MOHD RASFAN/AFP)

Saat terburu-buru meninggalkan lokasi, kontraktor gagal melepas penutup kayu lapis yang digunakan untuk melindungi titik drainase, sehingga satu sistem drainase tersumbat. Ketika hujan deras turun, penyumbatan tersebut menghalangi air mengalir dari atap, menyebabkan air menumpuk dan bocor melalui langit-langit ke aula keberangkatan.

Tim tanggap darurat KLIA mengamankan area terdampak dan membersihkannya dalam waktu 90 menit. Operasional di area terdampak kemudian kembali normal.

Manajemen bandara menyebut, kegagalan kontraktor dalam mengikuti prosedur kerja dasar sebagai "tidak dapat diterima" dan berada di bawah standar yang diharapkan untuk infrastruktur bandara yang penting.

"KLIA memiliki standar tertinggi yang dipegang teguh oleh masyarakat yang bepergian, dan kami berkomitmen untuk memastikan kontraktor dan mitra kami memenuhi standar yang sama," demikian pernyataan pihak bandara.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya