Liputan6.com, Washington D.C - Peneliti dari Universitas Columbia, Amerika Serikat, Dr. David Kipping memprediksi, pertemuan manusia dengan alien tidak seperti yang digambarkan oleh film-film di Hollywood.
Dalam hipotesisnya -- yang diberi nama Eschatian -- Dr. Kipping mengklaim bahwa peradaban ekstraterestrial pertama yang kita temui kemungkinan besar berada di saat-saat terakhir keruntuhan totalnya.
Advertisement
Hal ini ia gambarkan seperti bintang yang sekarat dan supernova, peradaban cenderung bersinar paling terang tepat sebelum lenyap dalam kegelapan.
Menurut Dr. David Kipping, teori ini berarti alien pertama kemungkinan besar akan 'sangat berisik'.
Dalam sebuah video YouTube, Dr. Kipping menyebut Hollywood menggambarkan pertemuan tersebut akan berupa aktivitas invasi. Dimana manusia dan alien akan bermusuhan, demikian dikutip dari laman Daily Mail, Rabu (24/12/2025).
'Tetapi hipotesis Eschatian bukanlah demikian.
Kasus Ekstrem yang Langka
Dalam makalah yang akan terbit di Monthly Notice of the Royal Astronomical Society, Dr. Kipping, berpendapat bahwa pertemuan alien dengan manusia harus mengikuti aturan 'bias deteksi'. Dia menegaskan contoh pertama yang ditemukan bukanlah contoh yang umum, melainkan kasus langka dan ekstrem.
Ia menganalogikan hal ini dengan melihat langit pada malam hari. Dari ribuan bintang yang terlihat, sepertiganya adalah bintang raksasa yang sedang sekarat.
Padahal, fase ini hanya mencakup kurang dari 10 persen dari masa hidup sebuah bintang dan jumlahnya hanya sekitar satu persen dari bintang di alam semesta. Namun, karena bintang yang sekarat jauh lebih terang, mereka mendominasi pandangan mata kita.
Hal serupa juga berlaku pada Supernova, ledakan dahsyat yang terjadi ketika bintang masih kehabisan bahan bakar dan runtuh. Galaksi seukuran Bima Sakti mengalami satu ledakan setiap 50 tahun sekali, astronomi sering menemukan ribuan Supernova setiap tahun karena kecerahannya.
Dr. Kipping berkata, “Secara logis, kita seharusnya memperkirakan bahwa deteksi pertama peradaban alien adalah seseorang yang membuat suara luar biasa keras”.
Tamu yang Berisik
Dr. Kipping melanjutkan klaimnya dengan sebuah analogi, alien pertama yang kita temui akan seperti tamu yang berisik (seperti orang yang sedang berpesta) dan bahkan menyebalkan.
Mayoritas orang di ruangkan tidak bertingkah seperti itu, namun tamu yang berisik itulah yang akan diperhatikan semua orang.
"Jadi, kita seharusnya memperkirakan bahwa deteksi pertama peradaban alien adalah makhluk yang membuat suara yang luar biasa keras," kata Dr. Kipping.
Namun alasan di balik kebisingan ini misteri. Dr. Kipping menjelaskan bahwa peradaban yang maju seharusnya menjadi efisien dan tidak membuang energi, seperti rumah modern yang terawat dengan baik. Sebaliknya volume atau energi besar dari sebuah peradaban merupakan pertanda ketidakseimbangan ekstrem menuju keruntuhan.
Lebih jauh, Dr. kipping menjelaskan menduga beberapa peradaban yang jatuh bebas mungkin sengaja memancarkan sinyal sebagai upaya terakhir.
Berdasarkan teori ini, Dr. Kipping menyarankan bahwa ilmuwan seharusnya merubah strategi, dari pada memindai satu bintang lama-lama, sebaiknya sering memindai seluruh langit.
Sinyal singkat yang tidak dapat dijelaskan, kilatan tiba-tiba, atau anomali cepat bisa menjadi tanda peradaban yang sedang sekarat,setidaknya dapat membantu menemukan tanda-tanda kehidupan pertama di antara bintang-bintang.