Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia melonjak pada perdagangan saham Selasa, (23/12/2025). Harga emas hari ini terjadi di tengah berupaya raih level USD 4.500 per ounce. Kenaikan harga emas ini terjadi di tengah investor berbondong-bondong memilih logam mulia sebagai safe haven di tengah ketegangan Amerika Serikat (AS)-Venezuela. Sementara itu, harga perak melonjak ke posisi tertinggi baru.
Mengutip CNBC, Selasa pekan ini, harga emas di pasar spot naik 0,9% menjaid USD 4.486,41 per ounce pada pukul 03.29 GMT, setelah mencapai rekor USD 4.497,66. Di sisi lain, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari melambung 1,1% menjadi USD 4.519,70.
Advertisement
"Ketegangan Amerika Serikat (AS)-Venezuela membuat emas tetap menjadi perhatian investor sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian," ujar Chief Market KCM Trade, Tim Waterer.
Ia menambahkan, lonjakan harga emas pekan ini juga sebagai bagian dari pergeseran posisi yang lebih luas dengan proyeksi penurunan suku bunga AS lebih lanjut.
Waterer menuturkan pembeli terus melihat logam mulia sebagai cara efektif untuk mendiversifikasi portofolio dan mempertahankan nilai. “Saya rasa kita belum mencapai titik tertinggi untuk emas dan perak,” ia menambahkan.
Adapun Presiden AS Donald Trump pekan lalu mengumumkan “blockade” terhadap semua kapal tanker minyak yang dikenai sanksi yang masuk dan keluar dari Venezuela.
Selain itu, dukungan lebih lanjut untuk emas datang dari laporan kalau Donald Trump dapat menunjuk ketua The Federal Reserve (the Fed) baru pada awal Januari 2026. Tak hanya itu, pasar juga memprediksi dua kali pemangkasan suku bunga pada 2026 di tengah harapan sikap kebijakan yang lebih lunak.
Emas Menjadi Pilihan
Adapun emas merupakan tempat berlindung klasik pada saat-saat ketidakstabilan geopolitik dan ekonomi telah melonjak lebih dari 70% pada 2025 yang didorong oleh kombinasi kuat antara risiko geopolitik, taruhan pemangkasan suku bunga, pembelian emas oleh bank sentral. Selain itu, de-dolarisasi dan peningkatan arus masuk dana yang diperdagangkan di bursa atau exchange-traded fund (ETF).
“Dengan mendekatnya akhir tahun, kondisi likuiditas yang lebih tipis dapat memperkuat fluktuasi harga,” ujar Market Analyst Naga, Frank Walbaum.
Ia mencatat emas mungkin dapat tetap sangat sensitive terhadap berita utama geopolitik dan perubahan harapan suku bunga.
Harga Perak
Selain emas, harga perak di pasar spot juga menguat. Harga perak spot bertambah 1% menjadi USD 69,70 setelah menyentuh rekor USD 69,98. Harga perak naik mencapai lebih dari 141% year-to-date dan melampaui emas. Hal itu seiring defisit pasokan, permintaan industri dan arus masuk investasi.
Senior Strategist Pepperstone, Michael Brown menuturkan, beberapa konsolidasi mungkin terjadi selama periode liburan karena likuiditas menipis.
Namun, ia menuturkan, reli akan berlanjut setelah kembali volume dengan level USD 5.000 untuk emas pada 2026. Sedangkan harga perak diprediksi USD 75 untuk jangka panjang.
Harga logam lainnya juga melonjak dan mengikuti kenaikan emas dan perak. Platinum spot naik 1,2% menjaid USD 2.145,10,tertinggi dalam 17 tahun. Sementara itu, harga paladium bertambah 3,4% ke USD 1.819 yang merupakan level tertinggi dalam tiga tahun.