Kaisar Emeritus Akihito Rayakan Ulang Tahun ke-92, Kondisi Kesehatan Stabil

Akihito didiagnosis menderita iskemia miokardial asimptomatik. Apa itu?

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 23 Desember 2025, 12:05 WIB
Kaisar Jepang Akihito bersama Permaisuri Michiko berjalan-jalan di pantai dekat Hayama Imperial Villa, Prefektur Kanagawa, Senin (21/1). Akihito akan menjadi kaisar Jepang pertama yang turun takhta dalam 200 tahun terakhir. (Kazuhiro NOGI/AFP)

Liputan6.com, Tokyo - Kaisar emeritus Jepang Akihito genap berusia 92 tahun pada Selasa (23/12/2025), dengan kondisi kesehatan yang dilaporkan stabil meski sebelumnya didiagnosis mengalami gangguan jantung.

Sepanjang setahun terakhir, Akihito banyak merenungkan peringatan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II.

Bersama mantan Permaisuri Michiko, ia mengikuti rangkaian kunjungan Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako ke sejumlah lokasi bersejarah, termasuk Pulau Iwoto, Okinawa, Hiroshima, dan Nagasaki, untuk mengenang para korban perang, dikutip dari Japan Today, Selasa (23/12/2025).

Selain mengikuti kunjungan tersebut, Akihito juga menyimak berbagai program televisi yang mengulas sejarah perang, di tengah kekhawatiran memudarnya ingatan publik terhadap peristiwa tersebut.

Badan Rumah Tangga Kekaisaran Jepang menyebutkan, pada empat momentum penting terkait perang -- Hari Peringatan Okinawa, peringatan pengeboman atom Hiroshima dan Nagasaki, serta hari penyerahan Jepang -- Akihito dan Michiko kembali memanjatkan doa dalam keheningan, sebagaimana yang mereka lakukan setiap tahun.

Akihito didiagnosis menderita iskemia miokardial asimptomatik pada Mei lalu dan sejak itu menjalani pengobatan baru. Kondisinya dilaporkan relatif stabil, dan ia tetap melanjutkan aktivitas penelitian ilmiah yang telah menjadi minatnya selama puluhan tahun.

Iskemia miokardial asimptomatik adalah kondisi serius di mana otot jantung kekurangan oksigen karena aliran darah menyempit (biasanya akibat plak aterosklerosis).

Mantan kaisar tersebut masih rutin mengunjungi Institut Penelitian Biologi di dalam kompleks Istana Kekaisaran dua kali dalam sepekan untuk meneliti ikan gobi, bidang yang telah lama ia tekuni.

Pada Agustus lalu, saat beristirahat di Karuizawa, Prefektur Nagano, Akihito mengunjungi kawasan permukiman warga yang kembali dari wilayah Tiongkok timur laut -- yang dahulu dikenal sebagai Manchuria -- dan kembali mengenang sejarah masa perang.

Ia juga merefleksikan pengalaman evakuasinya sendiri semasa Perang Dunia II, serta pertemuannya dengan keturunan warga Jepang saat kunjungannya ke Filipina pada 2016.

 

Turun Takhta di Tahun 2019

Putra Mahkota Akihito terlihat selama turnamen tenis di resor Karuizawa, Jepang, 20 Agustus 1958. Kaisar Akihito akan mengakhiri pemerintahannya pada hari ini, Selasa 30 April 2019. (INTERCONTINENTALE/AFP)

Dalam kesempatan terpisah, Akihito menyatakan keinginannya untuk bertemu kembali dengan Raja Swedia Carl XVI Gustaf, menyusul kunjungan keluarga kerajaan asing ke Jepang dalam rangka Pameran Dunia Osaka tahun ini. Pertemuan tersebut berlangsung hangat di Kediaman Kekaisaran Sento, tempat tinggal mantan kaisar.

Badan Rumah Tangga Kekaisaran juga menyampaikan bahwa Akihito dan Michiko menyambut positif perkembangan Olimpiade Tuna Rungu Tokyo 2025, yang dinilai menunjukkan kemajuan signifikan.

Akihito turun takhta pada 2019 setelah memerintah selama sekitar 30 tahun. Ia naik takhta pada 1989 di usia 55 tahun, menggantikan ayahnya, Kaisar Hirohito. Sementara itu, Michiko, yang telah mendampinginya selama 66 tahun pernikahan, merayakan ulang tahun ke-91 pada Oktober lalu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya