Wamen UMKM: Holding UMKM Jadi Kunci Penguatan Ekonomi Nasional

Rangkaian kegiatan expo meliputi business matching, talkshow tematik, serta penandatanganan kontrak kerja sama antara UMKM dengan pembeli lokal maupun global.

oleh Tim NewsDiterbitkan 22 Desember 2025, 21:40 WIB
Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza saat buka Holding UMKM Expo 2025 di SMESCO Indonesia, Jakarta. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza menegaskan pentingnya penguatan ekosistem usaha, konektivitas rantai pasok, dan digitalisasi layanan agar UMKM mampu menjadi kekuatan utama perekonomian nasional.

Menurut Helvi, selama ini UMKM masih menghadapi keterbatasan akses pasar, sementara industri besar membutuhkan pasokan produk yang sebenarnya dapat dipenuhi pelaku UMKM.

Kondisi tersebut, kata dia, dapat dijembatani melalui program Holding UMKM.

"Program Holding UMKM dirancang untuk menciptakan efisiensi biaya produksi, menjamin stabilitas pasokan, serta meningkatkan kapasitas UMKM agar mampu menghasilkan produk yang berdaya saing di pasar domestik maupun global,” ujar Helvi saat membuka Holding UMKM Expo 2025 di SMESCO Indonesia, Jakarta, Senin (22/12).

Holding UMKM Expo 2025 mengusung tema “Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” dan digelar pada 22–24 Desember 2025 di Exhibition Hall SMESCO Indonesia. Kegiatan ini menampilkan berbagai produk UMKM berstandar internasional dari sektor kuliner, fesyen, kriya, pertanian, kelautan dan perikanan, otomotif, kesehatan dan kecantikan, olahraga, pariwisata, hingga perumahan rakyat.

Rangkaian kegiatan expo meliputi business matching, talkshow tematik, serta penandatanganan kontrak kerja sama antara UMKM dengan pembeli lokal maupun global. Acara juga mempertemukan UMKM dengan ritel modern, BUMN, platform e-commerce, sektor hotel-restoran-kafe (horeka), serta importir dan distributor internasional.

Selain memperluas akses pasar, expo ini diharapkan mendorong peningkatan nilai tambah produk melalui hilirisasi, sertifikasi, penguatan merek, serta pembiayaan inovatif. Sejumlah pemangku kepentingan dilibatkan, mulai dari asosiasi, lembaga pembiayaan, hingga badan standardisasi.

“UMKM perlu dibangun berbasis klaster sesuai karakteristik usahanya agar lebih produktif dan mampu masuk ke ekonomi berbasis industri untuk pengembangan jangka panjang,” kata Helvi.

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian UMKM meluncurkan Buku Putih Holding UMKM sebagai dokumen strategis panduan jangka panjang pengembangan UMKM berbasis klaster, mencakup inkubasi, agregasi, pemasaran dan distribusi, serta pembiayaan.

 

 

Jadi Penggerak Utama

Pada acara yang sama, enam usaha menengah yang ditetapkan sebagai operator Holding UMKM menerima Sertifikat ISO 9001:2015. Selain itu, SPPG Al-Kasyaf memperoleh pembiayaan inovatif senilai Rp1,1 miliar.

“Kami percaya bahwa kolaborasi yang kuat antara pemerintah, perbankan, BUMN, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan akan menjadikan UMKM sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang tangguh dan berkelanjutan,” ujar Helvi.

Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rahman menyampaikan pihaknya telah melakukan identifikasi dan pendalaman lapangan terhadap usaha menengah yang siap menjadi operator Holding UMKM.

Saat ini, Kementerian UMKM melalui Deputi Bidang Usaha Mikro telah meluncurkan Holding UMKM Klaster Perikanan dan Kelautan serta Klaster Fesyen dan Handicraft. Enam usaha menengah yang kini ditetapkan sebagai operator dan calon operator Holding UMKM antara lain PT Satya Trinadi Komira Perkasa, PT Prasojo Kusuma Putra, CV Agilcraft Indonesia, PT Delta Raya Sidoarjo, CV Petani, dan Craftote.

Pada 2026, pihaknya menargetkan peluncuran Holding UMKM baru seperti Klaster Industri Olahraga, Klaster Pertambangan dan Energi Terbarukan, serta Klaster Kesehatan dan Kecantikan.

“Usaha menengah tersebut diharapkan menjadi penggerak utama dalam mengonsolidasikan UMKM, meningkatkan standar produksi, serta menghubungkan UMKM dengan pasar dan pembiayaan,” kata Bagus Rahman.

Infografis Prabowo Bidik Pertumbuhan Ekonomi Tembus 8 Persen. (Liputan6.com/Abdillah)

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya