Sergio Conceicao Ungkap Masalah di Milan Selama Masa Kepelatihannya

Sergio Conceicao mengungkap kondisi internal AC Milan selama masa kepelatihannya. Ia menyoroti ketidakstabilan klub dan minimnya dukungan manajemen.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 22 Desember 2025, 18:02 WIB
Pelatih AC Milan asal Portugal, Sergio Conceicao, bereaksi selama pertandingan semifinal Supercoppa Italiana antara Juventus dan AC Milan di Taman Al-Awwal di Riyadh, Sabtu dini hari WIB (4-1-2025). (Fayez NURELDINE/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Sergio Conceicao mengungkapkan pengalamannya selama menangani AC Milan dan menyoroti kondisi internal klub. Pelatih asal Portugal itu menyebut situasi di dalam tim tidak berada dalam keadaan ideal.

Conceicao ditunjuk sebagai pelatih Milan setelah klub memutuskan berpisah dengan Paulo Fonseca. Ia langsung memberikan dampak dengan mempersembahkan gelar Piala Super Italia.

Dalam periode singkat tersebut, Milan mencatat sejumlah hasil penting. Namun di balik pencapaian itu, Conceicao menyimpan sejumlah catatan kritis.

Pengakuan itu ia sampaikan saat berbicara secara terbuka kepada media Italia La Gazzetta dello Sport. Dari sana terungkap dinamika yang terjadi selama enam bulan masa kepelatihannya.


Penilaian Conceicao atas Hasil di Milan

Sergio Conceicao adalah pelatih tim sepak bola AC Milan.

Conceicao menilai periode kepelatihannya di Milan secara umum memberikan hasil positif. Ia menyoroti pencapaian tim dari sisi trofi dan perolehan poin.

Menurutnya, tidak banyak pelatih yang mampu membawa Milan meraih gelar dalam beberapa tahun terakhir. Hal tersebut menjadi dasar penilaiannya terhadap pekerjaannya.

"Secara keseluruhan positif. Sejak 2016 hingga sekarang, hanya dua pelatih yang memenangkan trofi bersama AC Milan, Pioli dengan Scudetto dan saya sendiri," ujar Sergio Conceicao.

"Jika poin yang kami kumpulkan dijumlahkan, itu setara dengan laju Liga Europa dan posisi kelima," kata Conceicao.


Hasil Penting dan Kekecewaan

Juru taktik anyar AC Milan, Sergio Conceicao, tak segan menunjukkan jati diri sebagai pelatih yang galak. Pria asal Portugal itu sempat memarahi para pemain AC Milan di ruang ganti. Alhasil pemain Rossoneri berhasil comeback atas Juventus dan mengunci kemenangan dengan skor 2-1. (AP Photo/Altaf Qadri)

Conceicao menyoroti beberapa kemenangan besar selama ia menangani Milan. Derby melawan Inter Milan dan Juventus menjadi momen yang paling ia ingat.

Namun tidak semua target tercapai. Ia mengakui ada kekecewaan besar di ajang Coppa Italia.

"Hasilnya ada, saya memikirkan dua kemenangan derby dan kemenangan melawan Roma," ucap Conceicao.

"Final Coppa Italia memang mengecewakan, dan ada beberapa hal yang tidak saya sukai."


Ketidakstabilan dan Minimnya Dukungan

Sergio Conceicao dalam laga leg pertama play-off Liga Champions antara Feyenoord vs AC Milan, Kamis (13/2/2025) dini hari WIB. (c) AP Photo/Peter Dejong

Conceicao menyebut ketidakstabilan klub sebagai masalah utama selama masa kepelatihannya. Ia merasa atmosfer di sekitar tim tidak kondusif.

Ia juga mengungkap kurangnya dukungan dari manajemen dalam situasi krusial. Hal tersebut memengaruhi fokus dan ruang kerjanya.

"Ada ketidakstabilan di level klub dan atmosfer di sekitar tim tidak baik. Karena itu saya tetap berpegang pada apa yang sudah kami lakukan," tutur Conceicao.

"Manajemen tidak mendukung saya. Setelah kami memenangkan Piala Super, kami langsung bermain melawan Cagliari dan saat itu sudah muncul rumor klub mencari pelatih lain.

“Saya fokus bekerja dan meraih kemenangan, dengan beban hasil yang harus dicapai. Saya tidak memiliki waktu untuk bekerja di semua aspek," jelas Conceicao.

Sumber: Sempre Milan


Persaingan Sengit di Liga Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya