Tanggal 23 Desember Setiap Tahunnya Diperingati sebagai Hari Apa? Yuk Cari Tahu!

Tanggal 23 Desember terdapat berbagai peristiwa bersejarah. Mulai dari Hari Ulang Tahun Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) hingga kemenangan terbesar Timnas Indonesia. Selain itu ada hari apa lagi?

oleh Debby Alifah MaulidaDiterbitkan 23 Desember 2025, 06:30 WIB
Ilustrasi kalender 2025. (Photo by Matheus Bertelli on Pexels)

Liputan6.com, Jakarta - Tanggal 23 Desember terdapat berbagai peringatan bersejarah. Hari ini diperingati sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).

PKBI adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menjadi pelopor gerakan keluarga berencana di Indonesia.

Berdirinya PKBI dilatarbelakangi oleh keprihatinan sejumlah tokoh masyarakat dan ahli kesehatan terhadap masalah kependudukan di Indonesia.

Tingginya angka kematian Ibu di Indonesia membuat tokoh masyarakat dan ahli kesehatan tersebut tergerak untuk mendirikan LSM ini.

Hari ini juga diperingati sebagai Hari Cahaya Manusia. Perayaan hari ini ditujukan untuk memperingati nilai-nilai kemanusiaan, seperti kasih sayang, akal sehat hingga harapan. Nilai-nilai kemanusiaan inilah yang menjadikan dunia bahagia dan damai. 

Selain itu, hari ini turut diperingati sebagai Hari Petani Nasional India atau lebih dikenal sebagai Kisan Diwas.

Hari ini, Selasa (23/12/2025) ditetapkan untuk menghargai jasa para petani India sebagai penggerak utama perekonomian negara. Petani India telah memberikan kontribusi yang besar terhadap pembangunan sosial dan ekonomi India.

Kemudian, hari ini juga diperingati sebagai Hari Maraton Film Natal Nasional. Hari ini ditetapkan sebagai salah satu perayaan yang dapat dilakukan untuk menyambut Hari Raya Natal pada tanggal 25 Desember. Hari ini dapat dirayakan dengan menonton film natal favorit keluarga.

Tak kalah menarik, hari ini merupakan hari yang memilukan untuk warga Kota Chongqing, Cina. 22 tahun silam, telah terjadi sebuah ledakan gas beracun di di sumur pengeboran Kota Chongqing.

Insiden ini menyebabkan lebih dari 233 orang meninggal dunia dan 9.000 orang harus dirawat karena terpapar hidrogen sulfida.

Terakhir, Hari ini merupakan hari yang bersejarah bagi Tim Nasional (Timnas) Indonesia. Pada tanggal 23 Desember 2002, Timnas Indonesia menang telak dari Filipina dalam piala AFF 2002 dengan skor 13-1. Skor ini menjadi kemenangan terbesar timnas sepanjang sejarah.

Berikut sederet peringatan yang jatuh pada 23 Desember dihimpun oleh Tim News Liputan6.com dari berbagai sumber: 

HUT Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia

tujuan keluarga berencana ©Ilustrasi dibuat AI

Dilansir Liputan6.com dari website Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), pada awal tahun 1950-an, sebagian besar masyarakat Indonesia cenderung melihat keluarga berencana sebagai pembatasan kehamilan semata. Keluarga berencana dinilai sebagai bentuk perampasan kemerdekaan yang baru saja didapat bangsa Indonesia ketika itu.

Hamil dan melahirkan dianggap sebagai tugas mulia seorang perempuan. Perempuan didorong untuk melahirkan jutaan generasi baru Indonesia yang akan mengelola sumber daya alam di negeri ini dan mengangkat citra Indonesia sebagai bangsa yang besar di mata dunia.

Akibat pemikiran tersebut, banyak perempuan yang mengorbankan nyawanya karena hamil dan melahirkan. Jumlah kematian ibu dan bayi yang baru lahir pun melonjak tinggi. Situasi ini akhirnya mengundang perhatian dokter pribadi Presiden Soekarno pada saat itu, yakni Dr. Soeharto Sastrosoeyoso. 

Berawal dari diskusi Dr. Soeharto bersama dengan Mrs. Dorothy Brush, anggota Field Service IPPF (International Planned Parenthood Federation – Federasi Keluarga Berencana Internasional) yang disusul oleh kunjungan Dr. Abraham Stone dan Margareth Sanger perwakilan Research Institute New York, dia mulai memikirkan sebuah kemungkinan untuk mendirikan organisasi keluarga berencana. Keinginan ini pun akhirnya terwujud, PKBI resmi berdiri pada tanggal 23 Desember 1957.

PKBI percaya kesejahteraan masyarakat dapat terwujud melalui keluarga yang sejahtera pula. Keluarga yang dimaksud, yakni keluarga yang bertanggung jawab pada kelahiran, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, dan masa depan anggota keluarga mereka.

PKBI juga berkomitmen untuk mengembangkan program yang didasarkan pada pendekatan yang berbasis hak sensitif gender dan keberpihakan kepada masyarakat miskin dan marjinal dengan semboyan “berjuang untuk pemenuhan hak-hak kesehatan seksual dan reproduksi”.

Perjuangan PKBI pun membuahkan hasil. Pada tahun 1969, PKBI resmi menjadi anggota penuh IPPF, sebuah lembaga federasi internasional dengan anggota 184 negara yang memperjuangkan pemenuhan hak dan kesehatan seksual dan reproduksi bagi masyarakat dunia.

Kini, PKBI sudah tersebar di 26 provinsi dengan total mencakup 249 Kabupaten/Kota di Indonesia. PKBI terus konsisten dan berinovasi untuk memperjuangkan hak-hak kesehatan seksual dan reproduksi untuk seluruh masyarakat Indonesia, utamanya bagi kelompok yang terpinggirkan.

Hari Cahaya Manusia

Short humanity quotes. (Photo: jcomp/Pexels)

Dilansir Liputan6.com dari National Today, Hari Cahaya Manusia dipelopori oleh New Jersey Humanist Network pada tahun 2001.

Hari ini pertama kali dirayakan pada bulan Desember di Verona, New Jersey di bawah kepemimpinan Paul Kurtz. Pada mulanya, hari ini ditetapkan agar masyarakat memiliki ruang untuk berlibur di bulan Desember. 

Sejak perayaan tersebut, berbagai organisasi dan individu telah menganggap perayaan hari ini sebagai bagian dari tradisi mereka.

Mereka merayakan hari ini sebagai hari kemanusiaan untuk menciptakan dunia yang penuh dengan perdamaian dan hal-hal positif. 

Kemudian, pada tahun 2004 American Humanist Association mulai mengakui adanya perayaan hari ini. Organisasi yang mengkampanyekan humanisme sekuler ini menilai Hari Cahaya Manusia sebagai salah satu perayaan yang cukup penting dan berkontribusi pada pertumbuhan dan perkembangan komunitas humanis.

Perayaan Hari Cahaya Manusia sendiri kini ditujukan untuk menghargai berbagai kepercayaan yang dianut oleh manusia di muka bumi ini, termasuk untuk mereka yang tidak memiliki kepercayaan sama sekali. Hari Cahaya Manusia berhak untuk dirayakan setiap orang. 

Masyarakat dunia dapat merayakan hari ini dengan mengekspresikan nilai-nilai kemanusian kepada lingkungan di sekitarnya. Salah satu nilai kemanusiaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, yakni dengan membantu orang lain.

Berdasarkan sejumlah penelitian, membantu orang lain dapat menciptakan rasa kesenangan terhadap diri sendiri. Dengan kata lain, membantu orang lain sama halnya dengan membantu diri kita sendiri agar tetap waras dan bahagia.

Hal-hal kecil tersebut adalah hal yang sangat dibutuhkan oleh dunia. Dunia yang saat ini dipenuhi dengan hal negatif dan penuh kebencian harus diisi dengan harapan, cinta, dan perdamaian yang dapat kita ingat kembali melalui perayaan hari ini.

 

Kisan Diwas India

Seorang petani berjalan sambil bekerja di sawah di pinggiran Gauhati, India, Jumat (30/7/2021). Hampir 60% penduduk India menggantungkan mata pencahariannya dari pertanian. (AP Photo/Anupam Nath)

Dilansir Liputan6.com dari National Today, setiap tahunnya India merayakan tanggal 23 Desember sebagai Hari Petani Nasional atau dikenal dengan Kisan diwas.

Keberadaan petani di India sangat dihormati karena dianggap sebagai penggerak ekonomi nasional. Pada dasarnya, India memang negara yang berbasis pada pertanian. Mayoritas penduduknya memiliki mata pencaharian sebagai seorang petani. 

Hari ini juga dirayakan sebagai hari kelahiran Perdana Menteri India ke-5, Chaudhary Charan Singh yang memulai kariernya sebagai seorang petani sebelum akhirnya memutuskan untuk duduk di kursi pemerintahan India. Hal inilah yang membuat perayaan Kisan Diwas di India ditetapkan pada tanggal 23 Desember.

Pada masa pemerintahan Singh, sektor pertanian di India menjadi fokus utama. Singh mengadvokasi dan mengesahkan berbagai rancangan undang-undang untuk reformasi para petani. Masa jabatan Singh berlangsung dari tahun 1979 hingga 1980. Singh berupaya keras untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup petani di India.

Atas kerja keras Singh inilah pemerintah India menetapkan hari ini sebagai Kisan Diwas pada tahun 2001. India merayakan hari ini dengan memamerkan teknologi dan ilmu pengetahun terbaru yang dapat membantu petani memaksimalkan hasil panen mereka. Selain itu, hari ini juga dirayakan pemerintah India dengan menyelenggarakan berbagai kompetisi untuk petani.

Kisan Diwas juga dapat dirayakan dengan membeli hasil panen langsung dari petani. Petani terkadang dibayar dengan angka yang sangat rendah.

Tak jarang juga, keuntungan hasil panen yang mereka dapatkan sebagian besar masuk ke tangan penjual atau perusahaan.

Oleh sebab itu, membeli hasil panen langsung dari petani adalah salah satu hal terbaik untuk menyejahterakan petani pada perayaan Kisan Diwas.

Hari Maraton Film Natal Nasional

The most memorable Home Alone quotes. (Photo: Home Alone (1990) - IMDb)

Dilansir Liputan6.com dari National Today, merayakan natal dengan maraton film sama halnya dengan mendengarkan lagu Mariah Carey bertajuk “All I Want for Christmas Is You” setiap tahun sebelum perayaan hari natal tiba. Hal ini telah menjadi sebuah kebiasaan yang melekat dan terasa aneh bila tidak dilakukan.

Setiap orang pasti memiliki film natal favorit yang selalu ditonton berulang kali. Menyambut Hari Raya Natal dengan maraton film natal setiap tahunnya dapat menghadirkan kesan nostalgia dan menciptakan suasana yang hangat di tengah keluarga. Maraton film natal dapat dilakukan dengan berbagai hal lain, seperti sembari memakan kue atau menyeduh coklat hangat.

Film natal pertama kali diproduksi pada tahun 1899 berjudul Santa Claus. Film ini disutradarai oleh George Albert Smith dan hanya berdurasi sekitar satu menit lebih. Melalui film ini, Santa Claus pertama kalinya muncul dalam dunia perfilman. 

Film Santa Claus mengisahkan dua orang anak yang berharap akan bertemu dengan Santa Claus di malam hari. Namun, layaknya anak-anak pada umumnya, mereka diperintahkan kedua orang tua mereka untuk tidur sebelum sempat bertemu dengan Santa Claus. 

Kemudian, diceritakan pada saat malam hari Santa Claus muncul dari cerobong asap dan meninggalkan hadiah untuk anak-anak tersebut. Dilengkapi dengan teknik pengambilan gambar jump cut, double exposure, dan superimposisi, film ini berhasil menarik perhatian banyak orang dan dinilai melampaui zamannya.

Film Santa Claus ini pun akhirnya menginspirasi sejumlah sutradara untuk menciptakan film bergenre natal. Film-film natal pun akhirnya semakin bermunculan, seperti “A Christmas Carol” karya Charles Dickens dan “It’s A Wonderful Life” karya Frank Capra.

Sejak saat itu, film-film natal lain pun semakin banyak jumlahnya. Salah satu contohnya adalah film “Home Alone” karya John Hughes yang diproduksi pada tahun 1990. Film ini mampu menggemparkan industri layar lebar dunia dan menjadi salah satu film natal favorit yang ditonton berulang kali setiap tahunnya hingga kini.

Ledakan Ladang Gas Alam Petrochina

Ilustrasi Ledakan. (Pixabay/Pexels)

Berdasarkan catatan Liputan6.com, ledakan gas beracun di sumur pengeboran di kota Chongqing, China, pada malam tanggal 23 Desember 2003, menyebabkan kematian lebih dari 233 orang. Lebih dari 9.000 orang harus dirawat karena terpapar hidrogen sulfida, yang juga dikenal sebagai gas telur busuk.

Melansir dari World Socialist, gas tersebut dapat menyebabkan luka bakar pada kulit, iritasi mata, serta masalah pernafasan pada tingkat rendah, dan bahkan dapat berakibat fatal pada konsentrasi tinggi.

Tim penyelamat mengalami kesulitan karena kurangnya perlengkapan yang sesuai, sehingga mereka tidak dapat mencapai daerah tersebut selama sekitar 48 jam karena bahaya gas yang terus mengalir dari sumur. Selain itu, kendala komunikasi dan transportasi yang buruk di daerah terpencil dan pegunungan juga mempersulit operasi penyelamatan.

China Daily menyebut tragedi tersebut sebagai yang paling mengerikan dalam sejarah Tiongkok. Gas beracun yang melayang di udara menyebabkan area seluas 25 kilometer persegi menjadi zona berbahaya, karena banyak penduduk desa terpapar asap saat mereka tertidur.

Berbagai kantor berita melaporkan pemandangan yang mengerikan, orang-orang yang tergeletak tak bernyawa di desa-desa dan jalan raya, serta hewan peliharaan yang mati dengan busa putih keluar dari hidung mereka.

Dampak paling parah terjadi di desa Xiaoyang, yang berada di sebelah sumur gas, di mana 90 persen penduduknya meninggal, termasuk semua anggota keluarga mereka. Banyak yang meninggal dalam tidur mereka atau karena sudah terlalu tua untuk melarikan diri.

Kemenangan Terbesar Timnas Indonesia

Timnas Indonesia dibawah asuhan Ivan Kolev berhasil mencukur Timnas Filipina dengan skor 13-1. Bambang Pamungkas dan Zaenal Arif paling banyak menjebol gawang Filipina dengan masing-masing empat gol. (AFP/Weda)

Berdasarkan catatan Liputan6.com, Timnas Indonesia pernah meraih kemenangan terbesar pada 23 Desember 2002. Saat itu, Timnas Indonesia mempersembahkan pesta gol ke gawang Filipina dalam pertandingan Piala AFF 2002.

Pada Sabtu (21/12/2024), laga Timnas Indonesia melawan Filipina dalam gelaran Piala AFF 2024 menyisakan kekalahan tipis dengan skor 0-1. Skor tersebut membuat Indonesia tersingkir dari turnamen.

Jauh sebelum itu, Timnas Indonesia ternyata pernah membabat habis Filipina. Timnas Indonesia menang 13-1 atas Filipina dalam gelaran Piala AFF 2002. Skor ini sekaligus menjadi kemenangan terbesar Timnas Indonesia sepanjang sejarah.

Mengutip dari berbagai sumber, saat itu Timnas Indonesia dilatih oleh Ivan Kolev. Belum genap satu menit sejak kick-off babak pertama, Tim Garuda sudah mencetak satu angka melalui Bambang Pamungkas.

Gol kembali tercipta di menit keenam oleh Zaenal Arief. Menyusul kemudian, gol ketiga tercipta di menit ke-16 oleh Budi Sudarsono.

Bambang Pamungkas yang telah membuka kemenangan di awal pertandingan kembali mencetak dua gol untuk Timnas Indonesia di menit ke-29 dan ke-35. Zaenal Arief juga kembali mencetak dua gol beruntun di menit ke-38 dan ke-41.

Skor 7-0 bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Timnas Indonesia kembali mencetak angka di menit ke-55 berkat Sugiantoro. Pada menit ke-57, Zaenal Arief menggenapkan quattrick pada menit ke-57.

Gol ke-10 Timnas Indonesia saat itu diciptakan kembali oleh Sugiantoro di menit ke-75. Mencoba mengejar ketertinggalan, Filipina pun mencetak satu gol di menit ke-78.

Tak tinggal diam, Timnas Indonesia kembali mencetak gol melalui Imran Nahumarury di menit ke-81. Sejurus kemudian, Bambang Pamungkas menyusul Zaenal Arief dengan mencetak quattrick di menit ke-82.

Gol terakhir tercipta dari gol blunder pemain Filipina, Salomon Licuanan, di menit ke-82. Pertandingan Timnas Indonesia vs Filipina pada Piala AFF 2002 pun selesai dengan skor 13-1. Ini menjadi kemenangan terbesar Timnas Indonesia sepanjang sejarah.

Infografis Daftar 17 Hari Libur Nasional dan 8 Cuti Bersama Tahun 2026 (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya