Penjualan Tiket Kereta Api Nataru Tembus 2,4 Juta, Stasiun Mulai Padat

Penjualan tiket kereta api selama Nataru 2025/2026 telah mencapai 2,4 juta tiket. KAI mengimbau penumpang mengatur waktu ke stasiun.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 22 Desember 2025, 15:00 WIB
Hingga Senin, 22 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, penjualan tiket kereta api jarak jauh dan lokal oleh PT KAI telah mencapai 2.447.504 tiket dari total 3.506.104 tempat duduk yang disediakan. (Dok KAI)

Liputan6.com, Jakarta - Penjualan tiket kereta api selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) menunjukkan tren tinggi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada libur akhir tahun. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat, hingga Senin, 22 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, total tiket kereta api jarak jauh dan lokal yang terjual telah mencapai 2.447.504 tiket dari total 3.506.104 tempat duduk yang disediakan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menjelaskan, tingginya penjualan tiket ini mencerminkan besarnya minat masyarakat menggunakan kereta api sebagai moda transportasi utama selama periode libur. Aktivitas penumpang pun meningkat signifikan di sejumlah stasiun besar, terutama pada jam-jam keberangkatan favorit.

Dari total penjualan tersebut, tiket kereta api jarak jauh mendominasi dengan angka penjualan mencapai 2.161.961 tiket atau sekitar 78,3 persen dari kapasitas 2.761.048 tempat duduk.

Sementara itu, tiket kereta api lokal terjual sebanyak 285.543 tiket atau 38,3 persen dari total kapasitas 745.056 tempat duduk. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya kepadatan di area stasiun dan akses jalan di sekitarnya.

Stasiun yang Ramai

Berdasarkan data KAI, hingga 22 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, stasiun dengan volume keberangkatan tertinggi antara lain Stasiun Pasar Senen yang melayani 214.737 pelanggan, disusul Stasiun Yogyakarta sebanyak 147.092 pelanggan dan Stasiun Gambir dengan 144.251 pelanggan.

Selain itu, Stasiun Lempuyangan, Surabaya Pasar Turi, Bandung, Surabaya Gubeng, Semarang Tawang, Bekasi, serta Purwokerto juga mencatat lonjakan pergerakan penumpang sejak awal masa Nataru.

Tren pergerakan penumpang harian pun terus meningkat. Pada 18 Desember 2025 tercatat 157.301 pelanggan, naik menjadi 202.369 pelanggan pada 19 Desember, kemudian 209.925 pelanggan pada 20 Desember, dan mencapai 223.588 pelanggan pada 21 Desember.

Angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring berlanjutnya periode libur Natal dan Tahun Baru.

 

 

Perencanaan Waktu Perjalanan

Hingga Senin, 22 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, penjualan tiket kereta api jarak jauh dan lokal oleh PT KAI telah mencapai 2.447.504 tiket dari total 3.506.104 tempat duduk yang disediakan. (Dok KAI)

Di tengah tingginya penjualan tiket dan padatnya arus penumpang, KAI juga mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem selama Nataru. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, yang dapat memicu kemacetan dan memperlambat akses menuju stasiun.

Anne Purba menegaskan bahwa perencanaan waktu perjalanan menuju stasiun menjadi faktor penting agar pelanggan tidak tertinggal kereta.

“Kami mengimbau pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun dan tidak mepet dengan jadwal keberangkatan. Antisipasi kepadatan jalan akibat hujan penting dilakukan agar pelanggan terhindar dari risiko tertinggal kereta dan dapat memulai perjalanan dengan tenang,” ujar Anne dalam keterangan tertulis, Senin (22/12/2025).

Untuk mendukung kenyamanan pelanggan di tengah cuaca hujan dan tingginya aktivitas stasiun, KAI juga menyediakan fasilitas pengering payung di sejumlah stasiun besar agar area publik tetap aman dan tidak licin.

“Dengan kesiapan operasional dan dukungan fasilitas stasiun, KAI berharap perjalanan masyarakat selama masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berjalan aman, tertib, dan nyaman, dengan pelanggan tiba di stasiun tepat waktu sesuai jadwal perjalanan,” tutup Anne.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya