Basarnas Lampung Gencarkan Patroli di Perairan Selat Sunda Saat Libur Nataru, Pastikan Keselamatan

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung menggencarkan patroli di perairan Selat Sunda guna memastikan keselamatan penumpang kapal saat mudik libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 21 Desember 2025, 20:32 WIB
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung menggencarkan patroli di perairan Selat Sunda. (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung menggencarkan patroli di perairan Selat Sunda.

Tujuannya guna memastikan keselamatan penumpang kapal saat mudik libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Kepala Pos SAR Bakauheni Rezie Kuswara mengatakan, pihaknya telah disiagakan di Pelabuhan Bakauheni selama 24 jam untuk memberikan pelayanan dan memastikan proses penyelamatan evakuasi jika penumpang kapal mengalami kecelakaan laut.

"Sebanyak 15 orang personel dari Basarnas Lampung Pos SAR Bakauheni telah siagakan di pelabuhan, dan personel juga menggencarkan patroli di tengah laut selat Sunda agar apabila terjadi kecelakaan laut tim langsung bisa melakukan evakuasi," ujar Rezie di Lampung Selatan, melansir Antara, Minggu (21/12/2025).

Menurutnya, pantauan jalur laut dilakukan untuk memastikan keselamatan penumpang kapal yang akan merayakan libur panjang Natal dan tahun baru.

Sebab, kata Rezie, kondisi cuaca di perairan selat Sunda sedang tidak bersahabat, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terdapat tiga sistem siklonik di wilayah Indonesia yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.

"Pantauan ini dilakukan untuk mensukseskan keamanan kenyamanan selama Nataru. sejauh ini arus mudik libur panjang Natal dan tahun baru dalam keadaan aman, serta lancar," terang dia.

Rezie menerangkan, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan ASDP, TNI Polri, dan berbagai unsur terkait guna memastikan serta memperlancar arus mudik libur Nataru.

"Kami akan terus melakukan pengamanan dan pemantauan selama Nataru (Natal dan tahun baru). Dan bukan hanya di pelabuhan saja, di objek-objek wisata Lampung Selatan juga kita akan melakukan pam khusus di posko-posko Basarnas," pungkas Rezie.

 

Waspada Gelombang Tinggi di Selat Sunda, Penyeberangan Bakauheni-Merak Diperketat

Pemudik berjalan menuju kapal di Pelabuhan Dermaga Eksekutif Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (18/4/2023). PT ASDP Indonesia Ferry memperkirakan puncak arus mudik Pelabuhan Merak akan terjadi pada H-3 serta arus balik pada H+7 Lebaran 2023. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry meningkatkan kewaspadaan menghadapi kondisi cuaca buruk di Perairan Selat Sunda yang menjadi lintasan penyeberangan Bakauheni–Merak.

Langkah ini dilakukan menyusul peringatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, mengatakan terdapat tiga sistem siklonik di sekitar wilayah Indonesia yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.

"ASDP terus melakukan koordinasi dengan BMKG tentang informasi perkiraan cuaca di perairan Selat Sunda. Kami juga telah berkoordinasi dengan KSOP terkait SOP penundaan keberangkatan akibat cuaca buruk dan tanggap darurat terhadap cuaca ekstrem di dalam kapal," ujarnya, Minggu (21/12/2025).

Menurut Partogi, kondisi cuaca di Selat Sunda saat ini tidak bersahabat, terutama pada malam hari dengan tiupan angin kencang dan gelombang tinggi.

Cuaca ekstrem yang berubah sewaktu-waktu dapat berdampak pada proses sandar kapal dan mempengaruhi waktu bongkar muat maupun pelayanan penumpang.

Ia meminta seluruh petugas untuk meningkatkan kewaspadaan guna memastikan keselamatan pelayaran.

"Kami juga sudah mengeluarkan surat edaran tentang imbauan kehati-hatian kepada seluruh perusahaan pelayaran dan petugas kapal serta pelabuhan," katanya.

Partogi turut mengimbau masyarakat yang akan menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak agar memahami kondisi cuaca ekstrem yang saat ini melanda banyak wilayah di Indonesia.

 

Waspada Cuaca Ekstrem Hingga 25 Desember 2025, Siklon Tropis Terpantau di Samudera Hindia

Awan tebal menjelang hujan lebat disertai angin kencang atau cuaca ekstrem. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II memperingatkan potensi cuaca ekstrem di Provinsi Banten pada periode 18–25 Desember 2025. Penyebabnya, bibit siklon tropis 93S yang terpantau di Samudra Hindia sebelah barat daya Jawa Timur.

Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto menyatakan, kecepatan angin maksimum 35 knot atau sekitar 65 km/jam dengan tekanan minimum 1.000 hPa.

“Bibit siklon tropis ini berpotensi dalam 24 jam ke depan menjadi siklon tropis dengan kategori sedang hingga tinggi. Kondisi ini dapat meningkatkan curah hujan dan angin kencang di wilayah Provinsi Banten,” ujarnya di Kota Serang, Jumat (19/12/2025). Dilansir Antara.

BMKG mencatat pembentukan daerah perlambatan kecepatan angin atau konvergensi di sekitar wilayah Banten, yang mendukung pertumbuhan awan hujan.

Selain itu, gelombang dengan frekuensi rendah (low frequency) di Pulau Jawa, kelembapan udara tinggi, dan atmosfer yang relatif labil berpotensi memperkuat hujan konvektif di skala lokal.

Berdasarkan analisis BMKG, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Kabupaten Tangerang bagian tengah dan selatan, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Lebak bagian timur dan selatan, Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon.

Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat diprediksi terjadi di Kabupaten Pandeglang serta Kabupaten Serang bagian barat dan selatan.

Selain hujan, BMKG memperingatkan potensi angin kencang hingga 45 km/jam di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Pandeglang bagian barat dan selatan, Kabupaten Lebak bagian utara dan selatan, Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon.

Infografis Tips Hadapi Cuaca Ekstrem. (Liputan6.com/Abdillah/Gotri)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya