Tunggu Penyempurnaan Lokasi, Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Sudah Mulai Berdagang dan Ambil Nomor Kios

Pedagang Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim) yang terdampak kebakaran pada Senin 15 Desember 2025 kini sudah dapat pindah ke tempat penampungan sementara (TPS) pada hari ini.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 21 Desember 2025, 19:30 WIB
Lapak sementara pedagang buah di Pasar Induk Kramat Jati (Foto: Winda Nelfira/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Pedagang Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim) yang terdampak kebakaran pada Senin 15 Desember 2025 kini sudah dapat pindah ke tempat penampungan sementara (TPS) pada hari ini.

"Para pedagang dapat mulai mengaktivasi kios mereka di TPS mulai hari ini sambil dilanjutkan penyempurnaan lokasi oleh Pasar Jaya," ujar Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta Suharini Eliawati dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (21/12/2025) melansir Antara.

Dia menyampaikan, para pedagang telah mengikuti sosialisasi dan pengambilan nomor kios, yang dilanjutkan dengan proses aktivasi di TPS yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi kebakaran.

Sementara itu, salah satu pedagang terdampak kebakaran Pasar Kramat Jati Ahmad Alam Syah menilai, fasilitas tersebut telah sesuai dengan kebutuhan pedagang.

"Hal terpenting adalah para pedagang dapat kembali berdagang dan memperoleh penghasilan," ucap Ahmad Alam.

Kemudian, Suparto, pedagang pepaya yang telah berjualan selama 15 tahun di Pasar Induk Kramat Jati mengatakan, TPS yang menampung 350 kios di atas lahan parkir seluas sekitar 1.800 meter persegi tersebut dapat segera rampung.

Dia berharap ke depan lokasi pasar yang terbakar dapat segera dibangun kembali agar aktivitas perdagangan kembali normal.

"Kami ingin secepatnya dibangun ulang dan direnovasi kios yang terbakar agar kami bisa berdagang lagi di tempat semula," ucap Suparto.

Tercatat, sebanyak 350 tempat usaha dengan 117 pedagang buah, khususnya pisang dan pepaya, terdampak kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati.

Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta telah menyalurkan bantuan sebesar Rp5 juta kepada masing-masing pedagang terdampak guna membantu keberlangsungan usaha hingga pasar kembali beroperasi normal.

Selain itu, para pedagang juga diberikan kemudahan dalam pengajuan kredit usaha di Bank Jakarta. Seluruh area terdampak kebakaran telah diasuransikan sehingga proses renovasi selanjutnya akan ditangani melalui mekanisme asuransi.

Ke depan, Pemprov DKI memastikan adanya penambahan fasilitas keselamatan berupa hidran kebakaran di kawasan pasar. Selain itu, penguatan aspek keselamatan dalam proses renovasi juga akan dilakukan, khususnya untuk mencegah korsleting listrik yang diduga menjadi penyebab kebakaran.

 

Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Mulai Tempati Kios Sementara Usai Kebakaran, Berharap Usaha Makin Berkah

Lapak sementara pedagang buah di Pasar Induk Kramat Jati (Foto: Winda Nelfira/Liputan6.com)

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan tempat penampungan sementara (TPS) bagi pedagang Pasar Induk Kramat Jati terdampak kebakaran pada Senin 15 Desember 2025.

Pedagang terdampak kebakaran di bangunan subgrosir C2 Pasar Induk Kramat Jati telah bisa menempati kios di TPS sementara mulai Minggu (21/12/2025).

Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta, Suharini Eliawati, mengatakan gerak cepat ini dilakukan oleh Pemprov DKI sebagai upaya pemulihan ekonomi bagi para pedagang. Para pedagang juga telah mengikuti sosialisasi dan pengambilan nomor kios, yang dilanjutkan dengan proses aktivasi di TPS.

"Sesuai arahan Bapak Gubernur, penanganan ini kami lakukan dengan cepat agar tidak mengganggu suplai dan pengadaan komoditas, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru. Para pedagang dapat mulai mengaktivasi kios mereka di TPS mulai hari ini, Minggu (21/12) sambil dilanjutkan penyempurnaan lokasi oleh Pasar Jaya," kata Suharini dalam keterangan resmi, Minggu (21/12/2025).

 

Pedagang Senang Bisa Kembali Dagang

Pramono Anung di Pasar Induk Kramat Jati

Sejumlah pedagang juga menyambut baik langkah cepat yang dilakukan Pemprov DKI pascakebakaran. Salah satu pedagang terdampak, Ahmad Alam Syah, mengapresiasi gerak cepat Pemprov DKI bersama Perumda Pasar Jaya dalam menangani dampak kebakaran, khususnya dalam pembangunan TPS.

"Kami sangat bersyukur dengan adanya percepatan pembangunan TPS ini. Kami berterima kasih kepada Pemprov DKI dan Perumda Pasar Jaya karena dengan adanya kios di TPS ini, kami bisa kembali berusaha," kata Ahmad.

Ahmad menilai, fasilitas TPS yang disediakan Pemprov DKI telah sesuai dengan kebutuhannya sebagai pedagang. Menurutnya, hal terpenting adalah para pedagang dapat kembali berdagang dan memperoleh penghasilan.

"Cocok saja. Yang penting kami bisa berdagang. Intinya itu bagi kami sebagai pedagang. Semoga secepatnya ini bisa diselesaikan," ujarnya.

Dia berharap, relokasi ke TPS dapat membawa keberkahan dan kelancaran usaha bagi seluruh pedagang terdampak kebakaran. Pasalnya, kata Ahmad kenyamanan dan keberlanjutan aktivitas berdagang menjadi hal utama pascakebakaran.

"Harapan kami, dengan direlokasi ke kios yang baru ini, kami bisa semakin maju dan semakin berkah. Semoga usaha kami makin nyaman dan lancar," kata Ahmad.

Infografis Kebakaran Hutan dan Bencana Kabut Asap di Indonesia. (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya