CEO Seedbacklink: Efisiensi Jadi Kunci Bisnis 2026, Jangan Habiskan Waktu di Urusan Admin!

CEO Seedbacklink Ahmad Desrayen menekankan pentingnya efisiensi operasional pemasaran untuk hadapi ekonomi digital 2026. Pangkas biaya admin dengan teknologi.

oleh Haniah NabilahDiterbitkan 20 Desember 2025, 20:45 WIB
CEO Seedbacklink Indonesia, Ahmad Desrayen, menegaskan bahwa efisiensi kerja pemasaran akan menjadi faktor penentu daya saing bisnis di tengah dinamika ekonomi digital pada 2026.

Liputan6.com, Jakarta - Memasuki tahun 2026, efisiensi dalam strategi pemasaran diprediksi akan menjadi faktor penentu utama daya saing sebuah bisnis. Hal ini ditegaskan oleh CEO Seedbacklink Indonesia, Ahmad Desrayen, dalam pembukaan Seedbacklink Summit 2026 bertajuk Communication Outlook 2026 di Jakarta, Sabtu (20/12/2025).

Ahmad menjelaskan bahwa meski ekonomi digital Indonesia tumbuh pesat, hal ini membawa tantangan berupa kerumitan operasional. Saat ini, kanal pemasaran tidak lagi terbatas pada media konvensional, melainkan meluas ke website, mesin pencari, hingga berbagai format media sosial.

“Marketing hari ini bukan lagi soal kreativitas semata, tetapi soal bagaimana bisnis bisa mengelola waktu, biaya, dan sumber daya secara efisien,” ujar Ahmad.

Bahaya Beban Administratif bagi Marketer

Salah satu masalah utama yang disoroti adalah membengkaknya beban kerja administratif bagi para pemasar (marketer). Banyaknya pilihan media atau inventory memaksa tim pemasaran menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mencari data, menghubungi kreator, negosiasi harga, hingga mengurus anggaran.

Ahmad menilai, jika waktu habis hanya untuk urusan "belakang layar", bisnis akan kehilangan momentum pasar yang berharga.

“Jika terlalu banyak waktu dan biaya habis di proses administratif, maka biaya peluang (opportunity cost) bisnis menjadi sangat besar. Momentum pasar bisa terlewat, sementara kampanye belum tentu berjalan optimal,” jelasnya.

Tanpa adanya efisiensi, peningkatan anggaran iklan tidak menjamin hasil yang maksimal. Apalagi, saat ini persaingan bisnis semakin ketat dengan siklus kampanye yang menuntut pergerakan cepat.

Solusi Teknologi untuk Pangkas Biaya

Menjawab tantangan tersebut, Seedbacklink hadir sebagai platform teknologi yang membantu menekan biaya transaksi dalam aktivitas pemasaran. Platform ini menyatukan berbagai pilihan media, blog, dan kreator konten ke dalam satu sistem yang terintegrasi.

Dengan sistem ini, pemilik brand maupun agensi dapat mengambil keputusan pemasaran dengan lebih cepat dan akurat karena didukung oleh data. Harapannya, pebisnis bisa lebih fokus pada strategi besar ketimbang terjebak dalam kerumitan teknis pengelolaan media.

Perhitungan ROI Terukur

Seedbacklink akan menghadirkan inventory lokal Malaysia, termasuk media dan blogger, dengan sistem pembayaran digital yang telah disesuaikan. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi lintas negara bagi brand dan agensi, sekaligus memperluas jangkauan kampanye pemasaran regional.

Ia menambahkan, transparansi data menjadi aspek penting dalam pengambilan keputusan ekonomi. Melalui Seedbacklink, pengguna dapat mengakses metrik performa media dan kreator, sehingga perhitungan return on investment (ROI) pemasaran dapat dilakukan secara lebih terukur.

Selain efisiensi, Ahmad juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perubahan algoritma platform digital. Ia menilai, meski algoritma terus berubah, nilai ekonomi dari ide kreatif dan pengelolaan waktu yang efektif tetap relevan.

“Algoritma bisa berubah, tapi bisnis yang efisien dan kreatif akan tetap bertahan,” tegasnya.Dalam sambutannya, Ahmad turut mengumumkan langkah ekspansi bisnis Seedbacklink ke Malaysia.

Ekspansi ini menjadi bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan untuk memperluas pasar dan meningkatkan skala ekonomi platform.

“Indonesia pasar yang besar, tapi regional Asia Tenggara juga menyimpan potensi. Malaysia menjadi langkah awal ekspansi kami,” ujar Ahmad.

Melalui ekspansi tersebut, Seedbacklink akan menghadirkan inventory lokal Malaysia, termasuk media dan blogger, dengan sistem pembayaran digital yang telah disesuaikan. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi lintas negara bagi brand dan agensi, sekaligus memperluas jangkauan kampanye pemasaran regional.

 

homeless KOL

Tak hanya ekspansi geografis, Ahmad juga mengungkapkan pengembangan inventory KOL yang terintegrasi dalam platform, termasuk kategori homeless KOL. Segmen ini dinilai memiliki nilai ekonomi yang signifikan karena mampu menjangkau audiens besar tanpa keterikatan pada media tertentu.

Dengan sistem terpusat, pengelolaan kampanye KOL dapat dilakukan secara lebih efisien, mulai dari perencanaan, eksekusi, hingga pemantauan kinerja. Hal ini diharapkan dapat menekan biaya operasional dan meningkatkan produktivitas tim pemasaran.

Ahmad menyampaikan bahwa tantangan utama pemasaran di 2026 bukan hanya pada besarnya anggaran, melainkan pada kemampuan bisnis mengelola sumber daya secara efektif.

“Bisnis yang mampu mengefisienkan proses marketing akan memiliki keunggulan kompetitif. Inilah nilai ekonomi yang ingin kami dorong melalui Seedbacklink,” pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya