Altcoin Diskon Gede-gedean hingga 40%, Ini 5 Kripto yang Layak Dilirik

Di tengah koreksi pasar Altcoin yang mencapai lebih dari 40%, sejumlah aset dengan fundamental kuat seperti LINK dan IMX menjadi incaran trader.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 21 Desember 2025, 13:30 WIB
(Ilustrasi Altcoin by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah kondisi pasar Altcoin yang saat ini diperdagangkan dengan "diskon" atau penurunan harga melebihi 40 persen, perhatian investor mulai beralih. Fokus kini tertuju pada aset-aset yang memiliki infrastruktur mapan dan ekosistem yang aktif.

Dikutip dari coinmarketcap, Minggu (20/12/2025), data pasar menunjukkan bahwa beberapa Altcoin berkapitalisasi besar (large-cap) kini diperdagangkan jauh di bawah level tertinggi siklus sebelumnya.

Kondisi ini mendorong para trader untuk mengevaluasi ulang aset-aset pemimpin likuiditas, ketimbang hanya berspekulasi pada koin baru.

Berikut adalah lima aset kripto yang terus menarik perhatian berkat penggunaan jaringan, aktivitas pengembangan, serta volume perdagangan historis yang solid:

1. Chainlink (LINK)

Infrastruktur yang Tak Tertandingi Chainlink tetap menjadi pusat penyedia data terdesentralisasi (oracle) di berbagai jaringan blockchain. Jaringan ini mendukung price feeds, otomatisasi, hingga layanan lintas rantai (cross-chain).

Fungsi-fungsi ini menjadikan LINK sebagai jangkar dalam infrastruktur keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Meskipun pasar sedang terkoreksi, Chainlink tetap konsisten dalam aktivitas integrasi, menjadikannya protokol yang luar biasa dan sulit tertandingi.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

2. The Graph (GRT)

Aset kripto Bitcoin, Altcoin, hingga Meme Coin. (Ilustrasi By AI)

Inovasi Pengindeksan Data The Graph berperan sebagai lapisan pengindeksan data untuk aplikasi terdesentralisasi (dApps).

Para pengembang sangat bergantung pada GRT untuk melakukan kueri data blockchain secara efisien. Penggunaan jaringan ini terpantau stabil meskipun valuasi token sedang menurun.

Peran krusialnya dalam infrastruktur Web3 membuat GRT tetap aktif diperdagangkan di berbagai bursa utama.

3. Internet Computer (ICP)

Arsitektur Revolusioner Internet Computer menawarkan model komputasi terdesentralisasi yang lebih luas dari sekadar alat pembayaran. Protokol ini memungkinkan aplikasi dan layanan berjalan sepenuhnya secara on-chain.

Desain ini membedakan ICP dari platform kontrak pintar tradisional lainnya. Kerangka kerjanya yang revolusioner terus menarik minat pengembang dan tetap menjadi topik hangat dalam diskusi perdagangan institusional maupun derivatif.

 

4. Zilliqa (ZIL)

Aset kripto Bitcoin, Altcoin, hingga Meme Coin. (Ilustrasi By AI)

Fokus Skalabilitas yang Dinamis Zilliqa mengandalkan teknologi sharding untuk meningkatkan skala jaringan. Pendekatan ini menjawab kendala keterbatasan kecepatan transaksi yang sering ditemui di jaringan lain. Peta jalan pengembangan Zilliqa terus mendukung partisipasi ekosistem yang berkelanjutan.

Sebagai salah satu Altcoin kelas menengah (mid-cap), penurunan valuasi saat ini justru meningkatkan aktivitas perdagangan ZIL dalam jangka pendek.

5. Immutable (IMX)

Pemimpin di Sektor Game Blockchain Immutable menjadi penyokong utama bagi industri game berbasis blockchain dan perdagangan aset digital (NFT). Platform ini fokus pada skalabilitas tinggi dengan biaya transaksi rendah.

Adopsi yang luas dalam ekosistem gaming menempatkan IMX di posisi pasar yang fenomenal. Saat token sektor gaming mengalami koreksi, IMX tetap menjadi kandidat aset yang paling diawasi karena potensi imbal hasilnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya