Saat Curug Dayang Sumbi Jadi Lokasi Pernikahan Impian Para Pecinta Alam

Curug Dayang Sumbi mulai dilirik sejumlah calon pengantin setelah sebuah pernikahan yang berlangsung awal bulan ini viral di media sosial.

oleh Salsa Nur FadillahDiterbitkan 21 Desember 2025, 03:00 WIB
Sepasang kekasih menggelar akad nikah di Curug Dayang Sumbi, Subang, Jawa Barat (dok. Tangkapan Layar Tiktok @villa.sarialam/https://vt.tiktok.com/ZSP4SemhP/Salsa Nur Fadillah).

Liputan6.com, Jakarta - Tren menikah di alam terbuka mencapai level baru dengan hadirnya pernikahan di Curug Dayang Sumbi, Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Acara ini mencuri perhatian publik setelah sebuah resepsi yang digelar pada 7 Desember 2025 mendadak viral di media sosial.

Pernikahan itu tercatat sebagai yang pertama di sana dan langsung mendapat respons luar biasa dari netizen. Ide unik ini berawal dari pasangan pengantin yang merupakan pecinta alam, yang kemudian disambut baik oleh ide kreatif dari pengelola lokasi wisata tersebut.

Lanskap Curug Dayang Sumbi tentu memberi atmosfer yang sangat berbeda dibandingkan gedung pernikahan pada umumnya. Dengan latar belakang air terjun yang menawan, pengelola tetap memastikan kebutuhan dasar terpenuhi agar momen istimewa tetap berjalan dengan nyaman.

"Kami menyediakan fasilitas utama, seperti tenda, kursi, dekorasi, katering, dan tempat bagi para calon mempelai," kata Sunib, pengelola Curug Dayang Sumbi, pada Lifestyle Liputan6.com, Kamis, 18 Desember 2025.

Keberhasilan acara perdana tersebut membuktikan bahwa dengan koordinasi yang tepat, area air terjun bisa ditransformasi jadi tempat akad nikah yang estetis dan berkesan. Kini, lokasi di Ciater tidak hanya dikenal sebagai tempat rekreasi, tapi juga mulai dilirik sebagai destinasi intimate wedding yang menawarkan kemurnian alam sebagai saksi bisu penyatuan cinta.

Bagi pasangan yang berminat mengadakan acara di area Air Terjun Dayang Sumbi, terdapat beberapa tahapan administratif dan perizinan yang harus dipenuhi secara saksama. "Pengajuan tanggal dan jam acara, pembayaran biaya sewa lokasi, serta sudah ada surat tembusan ke pihak KUA kecamatan Ciater," ujar Sunib.

Prosedur Resmi dan Persiapan Biaya Menuju Pelaminan

Sepasang kekasih menggelar akad nikah di Curug Dayang Sumbi, Subang, Jawa Barat (dok. Tangkapan Layar Tiktok @villa.sarialam/https://vt.tiktok.com/ZSP4SemhP/Salsa Nur Fadillah).

Hal itu penting dilakukan untuk memastikan legalitas acara secara hukum dan agama, meski dilakukan di lokasi yang tidak konvensional. Pengelola menekankan bahwa koordinasi dengan pihak KUA setempat adalah syarat mutlak guna kelancaran proses akad nikah di lokasi yang terbuka bagi publik tersebut.

Mengenai aspek finansial, pasangan perlu menyiapkan anggaran yang cukup terjangkau untuk kategori pernikahan unik di lokasi wisata. “Biaya sewa lokasi ini bersifat fleksibel dengan kisaran kurang lebih 12 jutaan, tapi masih bisa disesuaikan," katanya, tergantung pada detail kebutuhan acara masing-masing pasangan.

Transparansi biaya dan kemudahan akses informasi melalui media sosial, seperti TikTok, membuat banyak calon pengantin kini mulai melakukan konsultasi aktif. Seiring popularitasnya yang meningkat, pengelola terus berusaha memberi layanan terbaik bagi pasangan yang ingin mengikuti jejak viral resepsi, awal bulan ini.

Navigasi Tantangan Cuaca dan Jaminan Keselamatan Tamu

Ilustrasi Curug, air terjun (Photo by Greggalas official via Pexels)

Mengadakan acara di titik yang sangat dekat dengan sumber air terjun tentu memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait dinamika alam yang sulit ditebak. Pihak pengelola mengidentifikasi bahwa kendala utama adalah faktor cuaca, dengan hujan deras dapat menyebabkan debit air curug naik dan keruh.

Kondisi ini menuntut kesiapan mental dari penyelenggara dan pengantin jika sewaktu-waktu kondisi alam berubah. Karena itu, pemilihan waktu dan pemantauan prediksi cuaca menjadi langkah krusial dalam perencanaan.

Guna menjamin keamanan bagi seluruh pihak yang hadir, pengelola telah menyiapkan sistem pengamanan yang terencana, klaim mereka. Sunib menjelaskan protokol keselamatannya mencakup keberadaan petugas yang standby, pembatasan akses, prediksi cuaca, serta WO memiliki asuransi untuk kru dan peralatan.

Visi Kelestarian Alam dan Dampak Positif Wisata Lokal

Ilustrasi Curug Panganten (Photo by Willie Dt via Pexels)

Selain itu, ada aturan mengenai jumlah undangan untuk menjaga kelestarian lingkungan, di mana jumlah tamu dibatasi. Secara teknis, jumlah tamu bersifat kondisional, tergantung sikon di lapangan, sehingga kenyamanan tamu dan kebersihan lingkungan curug tetap jadi prioritas yang utama.

Dampak dari viralnya pernikahan di Curug Dayang Sumbi terasa signifikan terhadap ekosistem pariwisata di Kabupaten Subang. Pengelola melaporkan bahwa ada peningkatan pengunjung sejak video mengenai pernikahan tersebut tersebar luas.

Meski permintaan untuk mengadakan acara serupa terus berdatangan, saat ini semuanya masih dalam tahap proses koordinasi yang matang agar tidak mengganggu fungsi utama curug sebagai destinasi wisata alam.

Lebih dari sekadar mengejar nilai komersial, pengelola memiliki visi jangka panjang terkait pelestarian lingkungan hidup. Sunub berharap, "Wisata Curug harus menjadi simbol pelestarian alam dan pendidikan lingkungan yang keren dan unik."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya