Kapan HP Galaxy Z Trifold Masuk Indonesia? Ini Kata Samsung

Galaxy Z Trifold sudah dijual di sejumlah negara, namun Samsung memastikan ponsel layar lipat tiga ini belum akan masuk Indonesia. Apa alasan perusahaan Korea Selatan ini masih belum luncurkan HP barunya itu di Tanah Air?

oleh YusliansonDiterbitkan 19 Desember 2025, 19:15 WIB
Kapan HP Galaxy Z Trifold Masuk Indonesia? Ini Kata Samsung. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Liputan6.com, Jakarta - Samsung membuat banyak pihak terkejut ketika perusahaan asal Korea Selatan tersebut memperkenalkan Galaxy Z Trifold pada 2 Desember, dan langsung bisa dibeli pada 12 Desember 2025.

Walau saat ini sudah tersedia di beberapa negara, seperti Tiongkok, Taiwan, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, dan paling terdekat di Singapura, banyak penggemar gadget bertanya-tanya apakah Galaxy Z Trifold ini akan diboyong ke pasar Indonesia?

Sayangnya, hingga kini perusahaan teknologi asal Korea Selatan itu masih belum mengungkap apakah HP layar lipat tiga pertama mereka akan dirilis di Tanah Air atau tidak.

"Untuk saat ini, Samsung Galaxy Z Trifold masih belum masuk ke Indonesia dulu. Kita mau lihat respons dari pasar, khususnya para konsumen terhadap peluncuran Samsung Galaxy Z Trifold ini," ujar Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia saat ditemui di Jakarta, Jumat (19/12/2025).

Walau belum ada tanggal pasti kapan Galaxy Z Trifold rilis di Indonesia, Ilham mengakui antusiasme konsumen sangat tinggi. Banyak menilai HP baru Samsung ini relevan untuk produktivitas dan hiburan.

"Kalau melihat dari respons terlihat banyak yang penasaran. Banyak yang merasa HP Galaxy ini cocok untuk hal-hal sifatnya produktivitas. Sebagian dari mereka juga merasa cocok juga untuk entertainment karena layar lebarnya," ucapnya.

Konsep satu perangkat dengan layar besar bisa menggantikan smartphone dan tablet memang menjadi daya tarik utama, ditambah layar 10 inci ini membuat Galaxy Z Trifold lebih feksibel dan praktis bagi banyak pengguna.

Akan tetapi, antusiasme dan minat pasar saja masih belum cukup untuk memutuskan apakah Galaxy Z Trifold ini bisa meluncur di Indonesia. Ilham mengakui, masih ada faktor lain yang harus dipertimbangkan lebih matang, seperti regulasi dan kesiapan investasi.

"Kita masih lihat dulu nih harga pasarnya, kemudian juga kemungkinan lain. Karena semua pasti harus mengikuti regulasi. Kalau memang harus TKDN, berarti kita harus ada invesment lagi," jelasnya.

Raksasa teknologi asal Korea Selatan ini juga menegaskan tidak ingin tergesa-gesa membawa form factor baru ke Indonesia, apalagi bila berpotensi mengorbankan kualitas produk.

Hingga saat ini, Samsung masih belum melihat peluang Galaxy Z Trifold masuk ke Indonesia dalam waktu dekat. Sembari melakukan pendekatan secara bertahap, perusahaan ingin memantau bagaimana konsumen, media, dan perkembangan pasar sebelum akhirnya mengambil keputusan untuk meluncurkan ponsel ini ke pasar Tanah Air.

Gimana menurut kamu, apakah tertarik untuk membeli HP layar lipat pertama Samsung ini?

Isu Harga HP bakal Naik pada 2026, Samsung Buka Suara

 MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan di workshop 'Explore Galaxy Way Trip' di Pulau Jeju, Korea Selatan. Liputan6.com/Iskandar

Di sisi lain, isu tentang kenaikan harga smartphone pada 2026 imbas dari langkanya komponen, seperti RAM, memori, dan storage secara global mulai menjadi perhatian konsumen.

Kenaikan harga sejumlah komponen ini akibat dari meningkatnya permintaan chip dari sejumlah perusahaan besar, seperti Google hingga OpenAI karena ingin meningkatkan kapasitas dan kemampuan kecerdasan buatan (AI) mereka.

Karena hal tersebut, sejumlah manufaktur di dunia pun memutuskan untuk memenuhi kebutuhan raksasa teknologi AI tersebut untuk memenuhi kebutuhan dan mengejarkan keuntungan besar.

Alhasil, banyak pihak yang menyebutkan kenaikan biaya komponen global ini bakal berdampak secara langsung ke harga jual smartphone di dunia, termasuk di Indonesia.

Menanggapi hal ini, Samsung Electronics Indonesia mengatakan masih melakukan kajian menyeluruh sebelum mengambil keputusan. Belum ada kepastian apakah harga HP Samsung akan naik tahun depan.

"Oke, kita juga masih melihat akan seperti apa tahun depan. Khususnya tentang harga peripheral, kemudian memory, chipset, RAM, ROM untuk tahun depan." kata Ilham Indrawan.

 

Kenaikan Harga HP Samsung Tahun Depan

Samsung Galaxy S26 Ultra rumors are heating up! Check out leaks about the global release date, estimated price, and advanced specifications of this flagship smartphone.

Ditemui di kantor Samsung, Jumat (19/12/2025), Ilham menyebut, dinamika harga komponen global menjadi faktor penting dalam menentukan harga. Namun hingga kini, perusahaan masih belum ada keputusan final terkait penyesuaian harga untuk tahun depan.

"Apakah tahun depan ada strategi khusus untuk menaikkan harga ataupun misalnya ada strategi berbeda, kita masih godok semua," ujarnya.

Meski begitu, raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut menegaskan fokus utama mereka tidak berubah. Nilai yang diterima konsumen tetap menjadi prioritas utama, terlepas dari tantangan biaya produksi atau apa pun.

Komitmen ini juga berlaku untuk seluruh lini produk Samsung di Indonesia, entah itu dari segmen entry level hingga flagship yang sudah meluncur di pasaran saat ini.

"Yang pasti kita akan fokus untuk memberikan value terbaik buat konsumen dari semua lini produk kita. Dari mulai A-series A07 sampai dengan saat ini kita punya Z Fold 7, hingga S25-series," pungkasnya Ilham.

Pasar Tablet Tetap Tumbuh di Tengah Isu Kenaikan Harga

Annisa Maulina mengatakan Galaxy Tab A11+ adalah tablet Samsung yang paling affordable (Liputan6.com/Nariza Riskantia Haya).

Harga perangkat elektronik diprediksi akan naik pada 2026 akibat permintaan chip atau memori (RAM) melonjak untuk pusat data kecerdasan buatan (AI), sehingga stok perangkat keras itu akan menipis.

Terkait isu tersebut, Samsung menegaskan komitmennya untuk menjaga harga perangkatnya tetap kompetitif, terutama untuk produk tabletnya.

MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Annisa Maulina, mengatakan perusahaan tidak memiliki rencana untuk menaikkan harga tablet pada tahun depan.

“Sebenarnya untuk line-up varian tablet 2026, kami enggak ada rencana untuk menaikkan harganya. Untuk semua segmen sih, dari Tab A11 sampe Tab A11+. Jadi, kami hanya ingin fokus untuk kasih value yang terbaik buat konsumen,” ujar Annisa, Kamis (18/12/2025) di Jakarta.

Optimisme Samsung turut didukung dengan kondisi pasar tablet yang dinilai terus tumbuh. Annisa mengatakan pasar tablet akan tetap mencatatkan pertumbuhan doubledigit dalam beberapa waktu ke depan.

Menurutnya, dengan adanya berbagai macam pilihan produk menjadi salah satu pendorong pertumbuhan penjualan. Sepanjang 2025, Samsung telah menghadirkan 10 lini tablet di Indonesia sehingga memperluas opsi bagi konsumen.

“Jadi memang untuk tahun depan sih kami optimis untuk pasar tablet akan terus meningkat dan kami juga akan meningkatkan juga fitur-fitur AI yang nanti lebih bervariasi,” Annisa menjelaskan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya