Liputan6.com, Washington D.C - Seorang wanita berusia 27 tahun menjadi salah satu ibu yang melahirkan delapan bayi kembar di Amerika Serikat, melahirkan lima perempuan dan dua laki-laki pada 20 Desember 1998 serta seorang perempuan yang lahir 12 hari sebelumnya.
Dr. Brian Kirshon, spesialis persalinan, mengatakan bahwa para dokter sempat tidak mengetahui janin yang dikandungnya sangat penuh sehingga wanita bernama Nkem Chukwu ini berada di rumah sakit pada awal Oktober dan berbaring selama enam minggu untuk mengurangi tekanan pada tubuh bagian bawah, seperti yang dilansir dari The New York Times, Sabtu (20/12/2025).
Advertisement
Tiga dokter yang turut membantu proses persalinan di Rumah Sakit Episkopal St. Luke bahkan merasa tidak yakin dengan operasi yang akan dijalani Nyonya Chukwu.
Faktanya, delapan anaknya lahir melalui operasi caesar sekitar pukul 09.00 pagi waktu setempat yang melahirkan bayi perempuan pertama, namun keraguan terhadap tujuh bayi lainnya mengalami kemungkinan keguguran satu atau lebih yang membantu peluang bertahan hidup bayi lainnya.
Sang ibu menolak dan berusaha untuk melahirkan bayi-bayinya pada tanggal 20 Desember. Kedelapan bayi dilaporkan dalam kondisi kritis dengan berat terkecil 11 ons dan yang terbesar 1 pon 11 ons.
Kemudian mereka dilarikan ke Rumah Sakit Anak Texas dengan bantuan ventilator. Terlepas dari persalinan yang sukses, dokter mengkhawatirkan adanya potensi masalah paru-paru, jantung, metabolisme, dan infeksi sebagai risiko utama.
Tekad kuatnya cukup membuat Dr. Kirshon khawatir mengingat usahanya untuk kehamilan ini.
"Dia cukup tertutup, kehilangan yang dialaminya awal tahun ini membuatnya berhati-hati untuk kehamilan kembarnya," ucapnya.
Meski begitu, keberhasilannya menjadi salah satu keajaiban dan prestasi luar biasa, di mana nyonya Chukwu tercatat dalam kondisi stabil saat melahirkan bayi kembar susulan tersebut.
Kesabaran Merawat Bayi Kembar
Namun, pada ulang tahun ke-10 mereka, ketujuh bayi yang lahir pada 20 Desember terlihat sehat dan aktif, sementara bayi pertama, Odera, dengan berat 10,3 ons tidak dapat melanjutkan kehidupannya yang meninggal seminggu setelah lahir karena gagal jantung dan paru-paru, dikutip dari laman NBC News.
Keluarga ini dengan sang ayah bernama Iyke Louis Udobi bekerja sebagai terapis napas dan tinggal di rumah dengan enam kamar tidur yang berlokasi di pinggiran kota Houston, sebuah bantuan yang telah diberikan kepada mereka.
Keramaian dari berbagai kegiatan yang dilakukan membutuhkan kesabaran ekstra. Mereka juga diantar menggunakan van berkapasitas 16 orang jika berpergian bersama.
Sang ibu yang fokus membesarkan dan menemani anak-anaknya di rumah mengatakan bahwa kehidupannya sungguh menakjubkan. Ia juga mendapatkan dukungan keluarga dan teman-teman yang membantu perawatan menjadi kekuatan kepadanya dalam menjalani kehidupan.