Real Madrid Evaluasi Xabi Alonso, Anak sang Mantan Pelatih Jadi Kandidat Pengganti

Real Madrid mempertimbangkan Davide Ancelotti sebagai opsi pengganti Xabi Alonso di tengah evaluasi performa dan tekanan hasil musim ini.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 18 Desember 2025, 21:01 WIB
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, tampak kecewa setelah anak asuhnya bermain imbang 1-1 ketika menghadapi tuan rumah Girona pada laga lanjutan La Liga 2025/2026 di Montilivi, Senin (1/12/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Joan Monfort)

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid kembali berada dalam fase evaluasi menyeluruh di tengah musim yang belum stabil. Dua kemenangan beruntun memang memberi napas, tapi posisi pelatih Xabi Alonso belum sepenuhnya aman.

Hasil positif atas Deportivo Alaves dan Talavera menghentikan tekanan ekstrem yang sempat menguat. Namun, kemenangan itu belum menjadi jaminan kelanjutan proyek jangka panjang.

Manajemen tetap membuka kemungkinan perubahan jika performa kembali menurun. Real Madrid bahkan mulai menginventarisasi nama yang dianggap siap masuk dalam skenario darurat.

Xabi Alonso datang pada musim panas untuk menggantikan Carlo Ancelotti. Keputusan itu diambil setelah capaian musim lalu dinilai tidak sesuai ekspektasi internal klub.

Awal masa kerjanya berjalan berat akibat kekalahan dari Celta Vigo dan Manchester City. Situasi tersebut membuat posisinya berada di titik rawan lebih cepat dari perkiraan.


Masa Depan Alonso di Real Madrid Masih Abu-abu

Pemain Real Madrid, Jude Bellingham (kiri), berebut bola dengan pemain Talavera, Arturo Molina, saat pertandingan Copa del Rey di Talavera de la Reina, Kamis, 18 Desember 2025. (AP Photo/M. Berengui)

Dua kemenangan terakhir memberi Alonso waktu tambahan untuk membuktikan kapasitasnya. Akan tetapi, hasil tersebut belum mengubah sikap manajemen yang tetap waspada.

Pihak klub menilai konsistensi permainan sebagai indikator utama kelanjutan jabatan. Namun, fluktuasi performa membuat rencana cadangan tetap disiapkan.

Evaluasi teknis juga mencakup pendekatan taktik dan pengelolaan ruang ganti. Faktor itu menjadi krusial mengingat tuntutan tinggi di level elite.

Alonso dipahami masih dalam tahap adaptasi sebagai pelatih utama di klub sebesar ini. Namun, kesabaran bukan komoditas yang mudah dijaga dalam tekanan kompetisi.


Davide Ancelotti Masuk Radar Real Madrid

Pelatih Real Madrid asal Italia, Carlo Ancelotti, berbicara kepada putranya, asisten pelatih Davide Ancelotti (kanan) selama pertandingan Liga Champions UEFA antara Atalanta dan Real Madrid di Stadion Gewiss di Bergamo, pada 10 Desember 2024. (Marco BERTORELLO/AFP)

Nama Davide Ancelotti kini muncul sebagai kandidat potensial. Ia bukan sosok asing karena pernah menjadi asisten ayahnya di periode kedua bersama tim utama.

Pengalaman itu memberinya pemahaman mendalam soal budaya klub dan karakter pemain. Kedekatan dengan ruang ganti dianggap sebagai nilai tambah signifikan.

Davide sempat mengikuti Carlo Ancelotti menangani Timnas Brasil. Setelah itu, ia memilih memulai jalur independen sebagai pelatih kepala.

Pada Juli lalu, ia menerima tantangan memimpin Botafogo di Brasil. Perjalanannya berakhir lebih cepat setelah tersingkir dari LDU Quito di babak 16 besar Copa Libertadores.

Kepergian tersebut membuat Davide kini berstatus tanpa klub. Timing ini beririsan dengan periode sulit yang sedang dijalani Real Madrid.

Manajemen melihat ketersediaannya sebagai peluang realistis. Namun, minimnya jam terbang sebagai pelatih utama di level top Eropa menjadi catatan penting.

Meski demikian, pemahaman internal klub dianggap mampu memangkas risiko adaptasi. Keputusan akhir akan sangat bergantung pada hasil jangka pendek Alonso.

Real Madrid harus memilih antara kontinuitas dan perubahan cepat. Beberapa pekan ke depan berpotensi menentukan arah musim secara keseluruhan.

Sumber: SPORT, Madrid Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya