Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, sistem inti administrasi perpajakan atau Coretax menunjukkan kinerja positif setelah berhasil melewati uji dengan jumlah pengguna besar. Ia menuturkan, sistem tersebut telah diuji dengan skema login serentak hingga sekitar 60 ribu pengguna.
"Pajak untuk coretax sudah bisa kita perbaiki, sekarang sudah berjalan dengan baik, tapi mungkin ke depan kita akan perbaiki kalau ada ketidaksempurnaan-ketidasempurnaan yang ada. Tapi kemarin kita sudah tes dengan 60 ribu orang sekali login coretax agar coretax bisa berjalan baik,” kata Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa Desember, di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (18/12/2025).
Advertisement
Hasil uji menunjukkan sistem mampu berjalan dengan baik, meskipun masih terdapat ruang penyempurnaan yang akan terus diperbaiki ke depan. Penyempurnaan berkelanjutan dilakukan untuk memastikan stabilitas sistem, keamanan data, serta kenyamanan pengguna dalam mengakses layanan perpajakan secara digital.
"Jadi, kita perbaiki terus sistem digitalisasi perpajakan kita, diharap tahun depan kita akan lebih efisien dalam pengumpulan pajak dengan target yang bisa lebih tinggi lagi,” ujarnya.
DJP Pastikan Sistem Siap Hadapi Lonjakan SPT 2026
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto, mengatakan pihaknya telah melakukan serangkaian uji coba lanjutan guna memastikan kesiapan Coretax.
Uji coba dilakukan bertahap, mulai dari internal pegawai hingga lintas unit di Kemenkeu. Hasil pengujian terbaru menunjukkan peningkatan kinerja sistem dibandingkan fase awal, termasuk berkurangnya kendala teknis dan waktu pemrosesan yang lebih stabil. Hal ini menjadi modal penting menjelang periode pelaporan SPT tahun pajak 2026.
"Terkait coretax yang sudah disampaikan bapak (Menkeu Purbaya) sudah ada 2 kali uji coretax, yang pertama bulan november khusus untuk 25 ribu pegawai di lingkungan direktorat jenderal pajak alhamdulillah berhasil dengan baik, memang ada sedikit delay dalam proses di awal saja, tapi semuanya bisa terkendali,” pungkas Bimo.
5,74 Juta Wajib Pajak Sudah Aktifkan Coretax
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat sebanyak 5,74 juta wajib pajak telah berhasil melakukan aktivasi akun pada sistem Coretax hingga 20 November 2025. Sistem ini menjadi tulang punggung baru administrasi pajak nasional yang akan digunakan secara penuh mulai 2026.
Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Bimo Wijayanto menyampaikan, mayoritas wajib pajak yang telah mengaktifkan akun Coretax berasal dari kelompok orang pribadi. Dari total tersebut, sekitar 4,89 juta akun merupakan wajib pajak orang pribadi.
Selain itu, DJP juga mencatat 755 ribu wajib pajak badan telah melakukan aktivasi. Angka ini diikuti oleh 86 ribu instansi pemerintah serta 220 pelaku Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE).
“Paling banyak memang (wajib pajak) orang pribadi 4,897 juta, 755 ribu badan, instansi pemerintah ada 86 ribu sekian. Jadi banyak sekali memang dan ini biasanya bendaharawan-bendaharawan pemungut,” ujar Bimo ditulis Senin (15/12/2025).
Ia menjelaskan, aktivasi Coretax menjadi langkah awal yang wajib dilakukan agar wajib pajak dapat memanfaatkan seluruh layanan perpajakan berbasis digital ke depan.
Jumlah yang Belum Aktivasi Akun Coretax
Di sisi lain, DJP juga mencatat masih terdapat 11,45 juta wajib pajak yang belum melakukan aktivasi akun Coretax. Jumlah tersebut terdiri dari 10,9 juta wajib pajak orang pribadi dan 553 ribu wajib pajak badan.
Bimo menegaskan, baik wajib pajak lama maupun baru tetap diwajibkan mendaftarkan akun Coretax. Setelah pendaftaran, wajib pajak perlu melanjutkan proses aktivasi dengan melakukan registrasi kode otorisasi maupun sertifikasi elektronik (KO/SE) pada profil akun mereka.
Meski jumlah akun yang sudah diaktivasi mencapai 5,7 juta entitas, DJP mencatat baru sekitar 3,1 juta wajib pajak yang benar-benar menyelesaikan seluruh tahapan hingga pendaftaran KO/SE.
“Ini (mendorong para wajib pajak untuk mengaktivasi akun Coretax) memang cukup PR (pekerjaan rumah) besar. Tentunya kami akan jemput bola terus memberikan pelayanan yang terbaik,” kata Bimo.