Ini Penyebab Skin Barrier Rusak yang Paling Sering Terjadi dan Langkah Pertama yang Wajib Dilakukan

Skin barrier rusak bisa picu iritasi hingga jerawat. Ketahui penyebab paling sering dan langkah pertama yang wajib dilakukan agar kulit pulih.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 20 Desember 2025, 06:00 WIB
Skin barrier rusak sering dipicu salah skincare. Simak penyebab paling umum dan langkah pertama yang wajib dilakukan agar kulit cepat pulih. (Ilustrasi Dibuat AI)

Liputan6.com, Jakarta - Kulit terasa perih, mudah kemerahan, kering, hingga mendadak ber-jerawat meski sudah rutin skincare? Bisa jadi skin barrier, atau lapisan pelindung kulit, sedang rusak. Skin barrier berfungsi menjaga kelembapan alami kulit sekaligus melindunginya dari iritasi, bakteri, dan polusi. Ketika lapisan ini terganggu, berbagai masalah kulit pun mudah muncul.

Menurut Medical Innovation Sozo Skin, dr. Dinda Fath, MBBS, kerusakan skin barrier sering kali dipicu kebiasaan perawatan kulit yang keliru, terutama penggunaan produk aktif secara berlebihan.

"Banyak orang ingin hasil instan, sehingga tanpa sadar menggunakan terlalu banyak active ingredients dalam satu waktu. Padahal, hal ini justru membuat skin barrier melemah," ujar Dinda kepada Health Liputan6.com dalam sebuah kesempatan.

Apa yang menyebabkan skin barrier rusak? Dinda, menjelaskan, salah satu penyebab paling umum adalah over-exfoliation.

Eksfoliasi memang bermanfaat untuk mengangkat sel kulit mati, tapi jika dilakukan terlalu sering atau menggunakan bahan yang terlalu kuat, lapisan pelindung kulit bisa terkikis.

Selain itu, penggunaan retinoid yang kurang tepat juga kerap menjadi biang masalah. Retinoid memiliki banyak manfaat untuk kulit, namun perlu proses adaptasi.

"Retinoid sebaiknya digunakan secara bertahap dan tidak dikombinasikan sembarangan dengan bahan aktif lain," kata Dinda.

 

 

Langkah Pertama yang Wajib Dilakukan Saat Skin Barrier Rusak

Skin barrier rusak sering dipicu salah skincare. Simak penyebab paling umum dan langkah pertama yang wajib dilakukan agar kulit cepat pulih. (Ilustrasi Dibuat AI)

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah menggabungkan terlalu banyak active ingredients, seperti AHA, BHA, retinoid, dan benzoyl peroxide dalam satu rutinitas. Alih-alih memperbaiki kondisi kulit, kombinasi ini justru meningkatkan risiko iritasi dan memperparah kerusakan skin barrier.

Saat tanda-tanda skin barrier rusak mulai terasa, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghentikan sementara penggunaan produk yang bersifat iritan atau eksfoliatif. Ini termasuk retinoid, AHA/BHA, hingga benzoyl peroxide.

Selanjutnya, terapkan skin regimen minimal. Fokus pada tiga produk utama, yaitu gentle cleanser, moisturizer, dan sunscreen. Tujuannya adalah memberi waktu bagi kulit untuk pulih tanpa terbebani terlalu banyak bahan aktif.

"Pilih produk yang bersifat soothing dan membantu perbaikan skin barrier, seperti yang mengandung panthenol dan centella asiatica," kata Dinda.

Kandungan tersebut membantu menenangkan kulit, mengurangi kemerahan, serta mempercepat proses pemulihan.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya