Striker Manchester United Terkatung-katung di Bursa Transfer Meski Ngebet Tinggalkan Old Trafford

Negosiasi Manchester United dan AS Roma buntu.

oleh Dimas Satria NugrohoDiterbitkan 19 Desember 2025, 02:09 WIB
Penyerang Manchester United, Joshua Zirkzee, tumpul saat timnya bermain imbang 0-0 kontra Aston Villa pada laga pekan ketujuh Premier League di Villa Park, Birmingham, Minggu (6/10/2024) malam WIB. (AFP/Adrian Dennis)

Liputan6.com, Jakarta - Manchester United dan AS Roma terlibat kebuntuan serius dalam negosiasi transfer Joshua Zirkzee. Striker asal Belanda itu dikabarkan tertarik kembali ke Serie A setelah kesulitan menunjukkan performa terbaiknya di Old Trafford.

Namun, perbedaan besar dalam valuasi harga membuat kesepakatan sulit terwujud.

Manchester United ingin melepas Zirkzee secara permanen atau melalui skema yang menjamin pemasukan di masa depan, sementara Roma memilih opsi pinjaman yang lebih aman secara finansial.

Situasi ini membuat Direktur Olahraga AS Roma Frederic Massara mulai menyiapkan alternatif. Di tengah tarik-ulur tersebut, masa depan Zirkzee kembali menjadi sorotan besar menjelang dibukanya bursa transfer Januari 2026.


Perselisihan Soal Harga Jadi Batu Sandungan

Penyerang Manchester United asal Belanda bernomor punggung 11, Joshua Zirkzee (kanan), merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan Liga Primer Inggris antara Manchester United dan Everton di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, pada tanggal 1 Desember 2024. (Darren Staples/AFP)

Menurut Goal.com, Manchester United memasang harga sekitar 35-40 juta euro untuk Zirkzee demi mengamankan kembali investasi. Klub Inggris itu enggan menerima tawaran pinjaman murni tanpa kepastian pembelian.

Di sisi lain, Roma mengajukan tawaran pinjaman dengan kewajiban membeli bersyarat. Massara bahkan terbang ke London untuk melakukan negosiasi langsung.

Tawaran Roma disebut mencakup biaya pinjaman 5-7 juta euro dengan klausul pembelian di masa depan. Namun, Setan Merah kapok dengan skema semacam itu dan lebih memilih pembayaran tunai atau kewajiban pembelian tanpa syarat.

Perbedaan pendekatan inilah yang membuat pembicaraan berjalan alot.


Zirkzee Ingin Bangkit Lewat Pintu Serie A

Penyerang Manchester United, Joshua Zirkzee. (AFP/Darren Staples)

Bagi Zirkzee, kembali ke Italia dipandang sebagai jalan keluar dari periode sulit di Liga Inggris. Ia hanya mencetak satu gol musim ini dan sering terisolasi dalam sistem permainan Man United.

Dengan Benjamin Sesko atau Matheus Cunha berada di depannya dalam hierarki pilihan, peluangnya merumput sangat terbatas. Zirkzee sendiri telah menolak tawaran dari West Ham dan Leeds United karena fokus ingin kembali ke Serie A.

Reputasinya di Italia masih tinggi berkat performa impresif bersama Bologna. Kepindahan ini diharapkan menjadi titik balik bagi kariernya yang sempat meredup di Inggris.


Gasperini Faktor Kunci Ambisi Roma

Penyerang Manchester United, Joshua Zirkzee, kanan, digantikan Kobbie Mainoo selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Manchester United dan Newcastle di stadion Old Trafford di Manchester, Inggris, Selasa dini hari WIB (31-12-2024). (Foto AP/Dave Thompson)

Ketertarikan Roma terhadap Zirkzee tidak lepas dari sosok Gian Piero Gasperini. Pelatih berpengalaman itu melihat Zirkzee sebagai sosok sembilan setengah ideal dalam sistemnya, striker yang mampu mencetak gol sekaligus menghubungkan lini serang.

Roma membutuhkan solusi karena Artem Dovbyk dan Evan Ferguson belum konsisten. Meski begitu, Massara telah menyiapkan rencana cadangan jika negosiasi gagal, termasuk opsi Fabio Silva.

Kini keputusan ada di tangan Setan Merah mempertahankan harga tinggi atau melepas pemain yang ingin pergi. Waktu terus berjalan, dan tekanan semakin meningkat menjelang penutupan bursa Januari 2026.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya