Talavera vs Madrid: Menang Rasa Kalah Bagi Los Blancos,, Nasib Xabi Alonso Makin di Ujung Tanduk?

Pertandingan Talavera vs Madrid di Copa del Rey berhasil dimenangkan oleh Los Blancos dengan skor 3-2. Namun masa depan Xabi Alonso justru tidak jelas.

oleh Afdholud DzikryDiterbitkan 18 Desember 2025, 09:41 WIB
Pelatih kepala Real Madrid, Xabi Alonso, memberikan instruksi kepada para pemain di area teknis saat pertandingan Copa del Rey antara Talavera dan Real Madrid di Talavera de la Reina, Spanyol, Kamis, 18 Desember 2025. (AP Photo/M. Berengui)

Liputan6.com, Jakarta - Kemenangan di laga Talavera vs Madrid tak serta merta membuat masa depan Xabi Alonso sebagai manajer Real Madrid aman. Alonso tersebut mendapat tekanan hebat usai Los Blancos tampil mengecewakan melawan tim gurem, Talavera.

Kemenangan tipis 3-2 di ajang Copa del Rey justru memicu kemarahan besar di kalangan pendukung setia klub. Madrid yang sempat unggul nyaman malah dibuat senam jantung oleh tim yang menghuni zona degradasi divisi tiga Spanyol.

Media-media Spanyol melaporkan bahwa posisi Alonso kini ibarat sedang "berjalan di atas es tipis". Kemenangan susah payah ini dianggap tidak cukup untuk meredam keraguan publik Santiago Bernabeu.

Laga melawan Sevilla pada akhir pekan nanti diprediksi bakal menjadi momen penghakiman terakhir bagi sang entrenador. Manajemen klub kini sedang memantau situasi dengan sangat serius sebelum mengambil keputusan besar.


Amarah Fans Tak Terbendung

Pemain Real Madrid, Jude Bellingham (kiri), berebut bola dengan pemain Talavera, Arturo Molina, saat pertandingan Copa del Rey di Talavera de la Reina, Kamis, 18 Desember 2025. (AP Photo/M. Berengui)

Kemenangan di Estadio El Prado ternyata tidak disambut sukacita, melainkan gelombang amarah dari para Madridista. Fans merasa tim sekelas Real Madrid tidak seharusnya dipersulit oleh tim yang levelnya jauh di bawah mereka.

Permainan Kylian Mbappe dan kawan-kawan dinilai sangat lambat, terutama di babak kedua saat mereka nyaris kehilangan keunggulan. Andriy Lunin bahkan harus bekerja keras melakukan penyelamatan krusial agar laga tidak berlanjut ke babak tambahan.

"Saya melihat banyak kemarahan di antara para penggemar Real Madrid," ungkap jurnalis Dani Garrido kepada Cadena SER.

"Real Madrid melaju ke babak 16 besar, bertahan mati-matian setelah babak kedua di mana mereka bermain dengan kecepatan siput. Talavera kalah dengan terhormat di depan pendukung tuan rumah mereka," tulis laporan AS.


Sorotan Tajam Media Spanyol

Performa Los Blancos dinilai hanya menunjukkan sedikit peningkatan dari sisi etos kerja, namun miskin kualitas permainan. Media ternama Marca menyebut nasib Alonso di ibu kota Spanyol kini jauh dari kata aman.

Fakta bahwa Talavera mampu mencetak dua gol di menit-menit akhir menjadi alarm bahaya bagi pertahanan Madrid. Jika bukan karena aksi heroik Lunin, Alonso mungkin sudah berada dalam masalah yang jauh lebih besar.

Lanjut Baca:

"Namun, sepak bolanya sendiri tidak membaik, dan Xabi tetap berada di bawah pengawasan, berada di ujung tanduk, terutama setelah babak akhir pertandingan di mana mereka kebobolan dua gol dan hampir membiarkan permainan lepas," tulis Marca dalam laporannya. "Jika bukan karena Lunin, pertandingan akan berlanjut ke perpanjangan waktu. Lawannya adalah Talavera, yang saat ini berada di zona degradasi grup Primera RFEF mereka," lanjut ulasan media tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya