Program MBG di SMPN 01 Tamansari Bogor Berjalan Baik, Kepsek: Berdampak pada Pertumbuhan Siswa

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan sejak Juli 2025 di SMP Negeri 01 Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar) disebut membawa dampak positif terhadap kondisi fisik siswa.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 16 Desember 2025, 17:00 WIB
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 01 Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar). (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Liputan6.com, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan sejak Juli 2025 di SMP Negeri 01 Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar) disebut membawa dampak positif terhadap kondisi fisik siswa.

Kepala SMPN 01 Tamansari, Ermaini mengatakan, kendati pihak sekolah masih belum memiliki data kuantitatif terkait perubahan berat badan maupun penurunan angka stunting karena MBG, secara kasat mata guru-guru melihat perubahan fisik siswa setelah beberapa bulan menerima MBG di sekolah.

"Anak-anak sekarang tuh tambah gede-gede, dulu ini kan anak itu kecil-kecil yang masuk itu, terus udah keluar dari taman sari itu anaknya jadi gede-gede," ujar Ermaini di SMPN 01 Tamansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (15/12/2025).

Menurut dia, pengamatan tersebut bersifat umum dan tidak dilakukan secara individual. Ermaini menegaskan pihak sekolah tidak melakukan pencatatan khusus terhadap siswa tertentu yang mengalami perubahan signifikan.

"Kalau kita ngamatin satu-satu tidak ya, tapi hanya secara keseluruhan aja seperti itu," terang dia.

Meski begitu, Ermaini menyebut sekolah sendiri bekerja sama dengan Puskesmas setempat dalam program sekolah sehat, termasuk penimbangan berat badan siswa yang dilakukan secara rutin setiap bulan. Kegiatan tersebut juga berkaitan dengan upaya pencegahan stunting.

"Kerja sama dengan Puskesmas karena kita juga adalah sekolah sehat, jadi kita bekerja sama, bersinergi dengan Puskesmas, tidak hanya melakukan penimbangan, tapi untuk pencegahan stunting, itu dan segala rupanya juga dilakukan di sini," jelasnya.

Meski demikian, Ermaini mengakui hingga saat ini pihak sekolah belum memegang data resmi terkait perkembangan stunting di lingkungan sekolah maupun wilayah Tamansari, termasuk sejak program MBG berjalan.

"Kalau saya kan nggak punya data itu, yang punya data tentang bagaimana perkembangan stunting di sekolah ini, itu mungkin Puskesmas," kata dia.

 

Reaksi Prabowo Dengar Penerima MBG dapat Menu Lele Utuh

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 01 Tamansari, Bogor, Jawa Barat (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menerima laporan dari Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana soal menu yang dibagikan kepada penerima manfaat makan bergizi gratis (MBG), khususnya anak-anak. Prabowo tampak kaget saat mengetahui bahwa satu anak mendapat satu ekor lele masak yang utuh.

Awalnya, Dadan menyampaikan rincian bahan baku makanan yang diserap oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum MBG. Dia menyebut SPPG membutuhkan 200 kilogram beras, 350 kilogram sayur, serta 3.000 pisang setiap kali memasak menu MBG.

"Karena satu kali masak itu kan butuh 200 kg beras, 350 kg sayur, kalau pisang itu 3.000 pisang itu artinya 150 sisir dan itu artinya 15 tandan. Artinya 15 pohon pisang harus ada sekali makan," jelas Dadan saat mengikuti sidang kabinet paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo di Istana Negara Jakarta, Senin (15/12/2025).

Dadan juga mengatakan SPPG membutuhkan 3.000 ekor lele untuk sekali masak. Prabowo lantas bertanya apakah 3.000 ekor lele tersebut merupakan hitungan satu hari dan untuk satu SPPG.

"Itu yang 3.000 lele sehari, itu 3.000 lele di tiap SPPG?" tanya Prabowo

"Satu SPPG, Pak," ucap Dadan.

 

Disajikan Utuh

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 01 Tamansari, Bogor, Jawa Barat (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Prabowo kembali memastikan apakah satu anak memakan satu ekor lele. Prabowo pun menyebut bahwa makanan tersebut lebih baik dibandingkan saat dirinya menjadi tentara.

"Berarti satu anak makan satu lele?" tanya Prabowo lagi.

"Satu lele Pak," jawab Dadan.

"Satu lele? Lebih bagus dari waktu saya tentara dulu. Lelenya dipotong kecil-kecil itu," kata Prabowo.

Dadan menyebut SPPG biasanya membuang kepala lele saja, namun disajikan secara utuh. Prabowo pun memberikan apresiasi.

"Kepalanya saja dibuang, kemudian satu lele utuh diberikan," tutur Dadan.

"Luar biasa itu," ujar Prabowo.

Dadan kembali melanjutkan bahwa apabila memasak daging sapi untuk menu MBG, maka satu ekor sapi dipotong untuk satu SPPG. Dia memastikan bahwa cadangan sapi nasional cukup untuk memenuhi kebutuhan MBG.

"Jadi kalau di akhir tahun ini ada 19.000 SPPG maka ada 19.000 sapi dlm satu hari harus dipotong karena program MBG. Kalau 4 kali sebulan ya bisa dikalikan Pak," tutur dia.

"Tapi saya sudah konsultasi sudha dirjen peternakan katanya cadangan sapi nasional cukup untuk bisa mengantisipasi program MBG karena kalau BGN meminta SPPG kepada SPPG memasak satu menu nasional maka tekanan yang cukup besar," sambung Dadan.

Infografis Hasil Lab Kasus Keracunan MBG Sukabumi. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya