Liputan6.com, Jakarta - Hari Disabilitas Internasional (HDI) 3 Desember 2025 dirayakan dengan berbagai cara di beberapa daerah.
Di Kabupaten Jember, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat memberikan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat pada Senin, 8 Desember 2025.
Advertisement
Disdukcapil Jember menghadirkan mobil layanan keliling Sadar Adminduk (Monalisa) dalam kegiatan yang digelar di Alun-alun Jember itu.
Kepala Disdukcapil Jember, Bambang Saputro, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menyediakan pelayanan yang inklusif.
“Dinas kami mendukung seluruh program pemerintah dan akan terus memberikan pelayanan inklusif untuk masyarakat, terutama bagi kelompok rentan,” kata Bambang dalam keterangan tertulis, dikutip pada Senin (15/12/2025).
Kehadiran layanan tersebut memberikan kemudahan bagi peserta dalam mengurus dokumen kependudukan. Sekaligus mendukung program pemerintah Kabupaten Jember dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Sejumlah warga turut memanfaatkan layanan ini, salah satunya Eni Susanti dari Wuluhan yang datang untuk mengurus perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) anaknya yang merupakan penyandang disabilitas.
“Bagus sekali pelayanannya. Anak saya bisa melakukan perekaman di sini dan dibantu dengan mudah untuk proses cetak KTP-nya,” ungkap Eni dalam keterangan yang sama.
Mengusung tema “Setara Berkarya, Berdaya Tanpa Batas” perayaan HDI 2025 di Jember tak hanya menghadirkan layanan administrasi kependudukan.
Banyak kegiatan lain, seperti jalan santai, lomba mewarnai dan menggambar bagi siswa sekolah luar biasa (SLB), peragaan busana, pertunjukan musik, seni budaya, bazar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), hingga pelayanan publik terpadu.
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 600 peserta dari berbagai komunitas disabilitas.
Perubahan Besar Dimulai dari Kepedulian pada Kelompok Rentan
Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa kepemimpinannya berpijak pada tanggung jawab moral terhadap daerah yang ia pimpin.
Ia menyampaikan, perjalanan masa kerjanya selama delapan bulan bukan untuk banyak berbicara, melainkan membuktikan perubahan melalui kerja nyata.
“Hari ini waktunya bekerja, bukan berdebat. Kami ingin Jember kembali bangkit dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa perubahan besar dimulai dari kepedulian terhadap kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas.
Homecare untuk Penyandang Disabilitas
Fawait juga mengumumkan rencana peluncuran program Homecare pada Januari mendatang.
Program ini merupakan layanan kesehatan yang ditujukan untuk menjangkau warga atau kelompok rentan yang kesulitan datang ke fasilitas kesehatan.
“Kami ingin memastikan setiap warga, tanpa terkecuali, mendapatkan layanan kesehatan yang baik. Mereka adalah bagian penting dari pembangunan Jember Baru, Jember Maju,” tegasnya.
Peringatan Hari Disabilitas Internasional ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk meneguhkan Jember sebagai kota inklusi.
Pemerintah Kabupaten Jember memastikan bahwa ruang tumbuh dan berkarya bagi penyandang disabilitas harus terus diperkuat.
Melalui kolaborasi antara komunitas, masyarakat, dan pemerintah, diharapkan tercipta sinergi yang baik untuk mempermudah akses layanan publik bagi kelompok disabilitas.