Liputan6.com, Jakarta - Pesenam Abiyurafi sukses merebut medali emas di SEA Games 2025. Abiyurafi menjadi yang terbaik di nomor Men's Horizontal Bars. Keberhasilan berjaya di Thailand ini terasa spesial bagi Abiyurafi.
Pada SEA Games 2025, Abiyurafi berhak membawa pulang emas setelah berbagi posisi puncak dengan jagoan tuan rumah Chuaisom Weerapat. Keduanya meraih nilai yang sama 13.400. Sedangkan perunggu menjadi milik atlet Vietnam Dinh Phuong Thanh dengan skor 13.133.
Advertisement
Keberhasilan ini disyukuri oleh Abiyurafi. Pasalnya ini merupakan medali emas pertama yang bisa diraihnya di SEA Games. Dua tahun lalu Abiyu cuma meraih medali perak.
Kesuksesan di Thailand ini juga dipersembahkan Abiyurafi untuk almarhum Naufal Takdir Al Bari yang meninggal dunia September lalu saat sedang mengikuti pemusatan latihan di Rusia. Abiyurafi dan Naufal memiliki kedekatan karena merupakan rekan sekamar selama latihan di Rusia.
“Senang banget karena bisa meningkatkan prestasi. Saya sempat nervous dan banyak pikiran. Saya persembahkan medali emas ini untuk ibu dan semua yang mendukung dan pastinya untuk almarhum Naufal,” ujar Abiyu kepada wartawan saat tiba di Bandara Soekarno Hatta, Minggu (14/12/2025).
Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) memang menargetkan Abiyurafi bisa meraih medali emas di SEA Games 2025 ini. Keberhasilan Abiyu pun membuat senam Indonesia memenuhi target satu medali emas.
Kejutan 2 Debutan Pesenam Indonesia
Tim senam artistic putra Indonesia terakhir kali merebut medali emas di SEA Games 2019 di Filipina. Saat itu Agus Prayoko tampil sebagai juara di nomor Men's Vault.
Secara keseluruhan senam mampu melampaui target medali. Sebab ada tambahan dua medali perak dan satu perunggu. Medali perak disumbang Aprizal Muhammad meraih perak di nomor Men's Rings dan Satria Tri Wira Yudha yang melakoni debutnya di SEA Games di nomor Parallel Bars. Sedangkan satu perunggu diberikan debutan lainnya, Salsabilla Hadi Pamungkas di nomor Women's Floor Exercise.
Keberhasilan Satria dan Salsabilla ini menjadi kejutan manis yang disyukuri betul oleh ketua FGI Ita Yuliati.
“Tentunya saya sangat bangga melihat anak-anak kami bisa berhasil. Ini sudah sesuai target kami di satu emas. Tapi kenyataannya alhamdulillah bisa melebihi ditambah dengan dua perak dan satu perunggu. Terutama kami juga menerima kejutan dari atlet kami Satria dan Salsabilla yang merupakan debutan tapi bisa menghasilkan yang terbaik,” ujar Ita.