Kronologi Penembakan di Universitas Brown AS Tewaskan 2 Orang, Pelaku Masih Diburu

Pelaku penembakan di Universitas Brown diduga seorang pria mengenakan baju hitam.

oleh Lia HarahapDiterbitkan 14 Desember 2025, 17:54 WIB
Ilustrasi Penembak. (Rudy and Peter Skitterians/Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta - Penembakan brutal terjadi di Universitas Brown, Providence, Rhode Island, Amerika Serikat, pada Sabtu (13/11/2025) sore waktu setempat. Dua orang tewas dan delapan lainnya mengalami luka kritis dalam peristiwa itu.

Sementara pelaku, masih dalam pengejaran kepolisian setempat.

Wali Kota Providence Brett Smiley mengatakan delapan orang dirawat di Rumah Sakit Rhode Island dalam kondisi kritis namun stabil. Pernyataan itu dia sampaikan dalam konferensi pers bersama aparat kota dan pejabat Universitas Brown. Demikian dikutip dari Antara, Minggu (14/12/2025).

Kronologi Penembakan

Ilustrasi Penembakan (Rudy and Peter Skitterians/Pixabay).

Kepolisian setempat pertama kali menerima laporan tak lama setelah penembakan terjadi kira-kira pukul 16.00 waktu setempat. Petugas langsung bergegar ke lokasi.

Penembakan dilakukan dari Barus and Holley Engineering Building, gedung kampus yang digunakan untuk ruang kelas dan laboratorium. Polisi segera memasuki gedung dan melakukan penyisiran menyeluruh, namun tidak menemukan tersangka.

Pelaku diduga seorang pria berpakaian hitam dan keluar dari gedung setelah kejadian. Hingga kini belum ada penangkapan dan motif penembakan masih belum diketahui.

Setelah insiden penembakan tersebut, mereka yang tinggal di kawasan sekitar Universitas Brown diminta tetap di rumah untuk sementara waktu karena pelaku belum tertangkap. Termasuk tidak mendekat ke area sekitar kampus sampai dinyatakan aman.

Tim penyelamat yang bekerja bersama kepolisian terus menyisir sejumlah bangunan di kampus untuk memastikan tidak ada korban tambahan. Penyelidikan melibatkan berbagai lembaga, termasuk polisi negara bagian, Biro Investigasi Federal (FBI), serta Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak (ATF).

Identitas Korban Masih Dirahasiakan

Pihak berwenang menyatakan koordinasi antara lembaga federal dan lokal terus dilakukan seiring penyelidikan aktif berjalan.

Universitas Brown menyatakan pihaknya tengah menyiapkan pusat reunifikasi keluarga dan akan menyampaikan pembaruan melalui saluran resmi.

Pihak kampus menolak mengungkap identitas korban, termasuk apakah mereka mahasiswa atau staf, dengan alasan penyelidikan masih berlangsung.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya