Foto-foto Terkini Malalak Agam Masih Terkubur Lumpur Galodo

Dua pekan setelah banjir bandang atau galodo menerjang Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, Kabupaten Agam, kondisi wilayah tersebut masih jauh dari kata pulih.

oleh Novia HarlinaDiterbitkan 14 Desember 2025, 17:06 WIB
Pantauan di lapangan menunjukkan rumah-rumah warga masih tertutup lumpur, batang kayu, dan bebatuan sisa terjangan galodo. Bencana yang terjadi pada Rabu sore, 26 November 2025, itu menelan korban jiwa. Berdasarkan data BPBD Agam, sebanyak 14 orang meninggal dunia di lokasi ini, sementara tiga korban lainnya hingga kini masih dalam pencarian.
Kerusakan parah juga terjadi pada permukiman warga. Dari informasi yang dihimpun, sedikitnya 75 rumah di Jorong Toboh rusak berat hingga hanyut terbawa arus. Warga yang kehilangan tempat tinggal pun belum dapat kembali ke rumah masing-masing.
Salah seorang warga Toboh, Zulhamdi, mengatakan sebagian besar warga terdampak masih bertahan di pengungsian, terutama mereka yang rumahnya hancur dan rusak berat.
Warga bersama tim gabungan bergotong royong membersihkan masjid serta sejumlah rumah penduduk yang masih dipenuhi material bencana. Namun, proses pemulihan dinilai berjalan lambat.
Secara lebih luas, dampak bencana ekstrem yang melanda 16 kabupaten dan kota di Sumatera Barat tercatat sangat besar. Berdasarkan data Satu Data Bencana Sumbar per 11 Desember 2025 pukul 23.00 WIB, sebanyak 240 orang meninggal dunia, dengan 205 korban telah teridentifikasi dan 35 lainnya belum teridentifikasi. Selain itu, 382 orang luka-luka dan 93 orang masih dinyatakan hilang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya