Kerusakan parah juga terjadi pada permukiman warga. Dari informasi yang dihimpun, sedikitnya 75 rumah di Jorong Toboh rusak berat hingga hanyut terbawa arus. Warga yang kehilangan tempat tinggal pun belum dapat kembali ke rumah masing-masing.
Salah seorang warga Toboh, Zulhamdi, mengatakan sebagian besar warga terdampak masih bertahan di pengungsian, terutama mereka yang rumahnya hancur dan rusak berat.
Warga bersama tim gabungan bergotong royong membersihkan masjid serta sejumlah rumah penduduk yang masih dipenuhi material bencana. Namun, proses pemulihan dinilai berjalan lambat.
Secara lebih luas, dampak bencana ekstrem yang melanda 16 kabupaten dan kota di Sumatera Barat tercatat sangat besar. Berdasarkan data Satu Data Bencana Sumbar per 11 Desember 2025 pukul 23.00 WIB, sebanyak 240 orang meninggal dunia, dengan 205 korban telah teridentifikasi dan 35 lainnya belum teridentifikasi. Selain itu, 382 orang luka-luka dan 93 orang masih dinyatakan hilang.