Kalbe Farma (KLBF) Buyback Saham Mulai 16 Desember 2025

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) akan buyback saham dalam tiga bulan. Berikut nilai buyback saham.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 13 Desember 2025, 14:00 WIB
Ilustrasi Gedung Kalbe Farma (Foto: PT Kalbe Farma Tbk/KLBF)

Liputan6.com, Jakarta - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) akan melakukan pembelian kembali atau buyback saham maksimal Rp 250 miliar. Buyback saham oleh Kalbe Farma akan dilakukan maksimal tiga bulan pada 16 Desember 2025-15 Maret 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (13/12/2025), PT Kalbe Farma Tbk akan memakai dana internasal untuk melakukan buyback saham. Perseroan memperkirakan dampak penurunan pendapatan bunga adalah sekitar Rp 2,96 miliar setelah periode buyback saham.

"Perseroan berpendapat penurunan pendapatan ini tidak berdampak material terhadap Perseroan,” tulis Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Kartika Setiabudy dalam keterbukaan informasi BEI.

Manajemen Kalbe Farma berharap buyback memberikan keyakinan kepada investor atas nilai saham perseroan secara fundamental. Pembelian kembali atas saham perseroan juga memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam mengelola modal jangka panjang, di mana saham treasuri dapat dialihkan pada masa mendatang dengan nilai optimal untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

"Perseroan akan melaksanakan buyback melalui transaksi di Bursa Efek Indonesia, dan untuk itu perseroan akan menggunakan jasa perantara pedagang efek,” tulis perseroan.

Buyback saham dilakukan sesuai ketentuan POJK Nomor 13/2023, kecuali diakhiri lebih cepat oleh perseroan dengan memperhatian ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 12 Desember 2025, harga saham KLBF naik 2,2% ke posisi Rp 1.160 per saham. Harga saham KLBF dibuka bertambah 20 poin ke posisi Rp 1.155 per saham. Saham KLBF berada di level tertinggi Rp 1.170 dan level terendah Rp 1.130 per saham. Total frekuensi perdagangan 6.390 kali dengan volume perdagangan saham 404.856 saham. Nilai transaksi Rp 46,7 miliar.

Kinerja Kalbe Farma hingga September 2025

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) (Foto: Liputan6.com/Elga N)

Sebelumnya, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatatkan kinerja positif sepanjang sembilan bulan pertama 2025 dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 10,6% secara tahunan menjadi Rp 2,6 triliun.

Kenaikan tersebut ditopang oleh pertumbuhan penjualan bersih sebesar 7,2% year-on-year (YoY) menjadi Rp 26 triliun, seiring perbaikan margin laba kotor dan efisiensi biaya operasional.

Dalam laporan keuangan konsolidasian tidak diaudit per 30 September 2025, perseroan menilai peningkatan kinerja terutama datang dari segmen Obat Resep, Produk Kesehatan, serta Distribusi dan Logistik, yang menunjukkan pertumbuhan volume penjualan. Margin laba kotor Kalbe juga meningkat menjadi 40,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu berkat bauran produk dan stabilnya harga bahan baku.

Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Irawati Setiady, mengatakan perusahaan berhasil menjaga momentum pertumbuhan di tengah kondisi ekonomi global yang bergejolak.

 

Pembagian Dividen

Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

“Di tengah gejolak eksternal, kami mempertahankan kinerja positif di periode sembilan bulan pertama tahun 2025, dengan pertumbuhan volume permintaan yang dibarengi perbaikan margin. Berbagai inisiatif strategis seperti ekosistem onkologi, pengembangan obat biologis dan alat kesehatan berjalan sesuai rencana dan kami melanjutkan rejuvenasi brand pada kategori produk konsumer agar tetap relevan dengan tren konsumen saat ini,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (28/10/2025).

Irawati menuturkan, walaupun menghadapi ketidakpastian dari kondisi finansial dan geopolitik global, Perseroan percaya mampu terus tumbuh dan memanfaatkan peluang dalam industri kesehatan Indonesia untuk memperkuat kemandirian kesehatan Indonesia.

Kalbe juga menegaskan komitmen untuk memperkuat Total Shareholder Return (TSR) dengan menaikkan rasio pembayaran dividen menjadi 50–60% dari laba bersih. Perseroan juga melanjutkan program pembelian kembali saham senilai Rp 250 miliar setelah sebelumnya merealisasikan Rp1,25 triliun dari program sebelumnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya