Sinyal Bahaya di Liverpool? Evra Bandingkan Ledakan Mohamed Salah dengan Momen Gelap Cristiano Ronaldo di Man United

Patrice Evra menilai ledakan Mohamed Salah mirip Cristiano Ronaldo di Man United dan memperingatkan kemungkinan sang bintang tak bermain lagi untuk Liverpool.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 12 Desember 2025, 11:24 WIB
Aksi Mohamed Salah dalam laga Premier League antara Brighton vs Liverpool, Selasa (20/5/2025). (AP Photo/Ian Walton)

Liputan6.com, Jakarta - Mohamed Salah kembali menjadi pusat sorotan setelah meledak dalam sebuah wawancara usai kembali dicadangkan Arne Slot. Sang bintang Mesir itu hanya jadi pemain pelapis dalam tiga laga Premier League beruntun dan tidak menutupi rasa frustrasinya.

Salah kemudian mengaku merasa diperlakukan tidak adil oleh klub usai pertandingan kontra Leeds United, sebuah ungkapan yang jarang keluar dari mulutnya. Situasi itu langsung memantik spekulasi besar soal masa depannya di Anfield, apalagi Slot menegaskan bahwa dirinya mengaku “tidak tahu” apakah Salah akan kembali bermain dalam waktu dekat. Ucapan itu membuat rumor ketegangan internal tak bisa lagi dibendung.

Ledakan emosional Salah muncul dalam momen sulit bagi Liverpool musim ini. Performa The Reds jauh dari konsisten dan mereka tercecer di papan tengah klasemen Premier League. Ketegangan antara pemain bintang dan pelatih pun dianggap sebagai salah satu faktor yang memperkeruh suasana.

Kini, semua mata tertuju pada bagaimana manajemen Liverpool merespons badai yang tengah menerpa. Situasinya semakin menarik ketika Patrice Evra ikut angkat suara.


Evra Nilai Situasi Salah Mirip Ronaldo di Manchester United

Cristiano Ronaldo berhasil membayar kepercayaan Erik ten Hag saat tampil sebagai starter Manchester United pada laga lanjutan Grup E Liga Europa 2022/2023 menghadapi FC Sheriff yang berlangsung di Old Trafford, Jumat (28/10/2022) dini hari WIB. (AP/Jon Super)

Patrice Evra melihat ledakan emosi Salah sebagai tanda hubungan yang sudah retak. Ia menilai bahwa apa yang terjadi bukan sekadar konflik kecil antara pemain dan pelatih. Evra menekankan bahwa kemarahan yang meledak seperti itu biasanya terjadi ketika batas kesabaran sudah terlampaui.

Evra kemudian menyebut bahwa situasi Salah mengingatkannya pada Cristiano Ronaldo di Manchester United pada akhir 2022. Saat itu, Ronaldo juga melakukan wawancara kontroversial yang mengguncang klub. Menurut Evra, pola yang sama terlihat jelas pada Salah, terutama dari kata-kata keras yang ia lontarkan.

Eks bek Manchester United itu mengingatkan bahwa reaksi emosional pemain level top bukan hal yang muncul begitu saja. Menurutnya, ledakan itu adalah bukti bahwa pemain merasa tersakiti dan kehilangan kepercayaan.

"Ini sedikit mengingatkan saya pada saat Cristiano melakukan wawancara dengan Piers Morgan (pada tahun 2022). Orang terkadang lupa bahwa kita adalah manusia dan kita bisa terluka. Dan saya merasa ketika saya mendengar apa yang dikatakan Salah, saya merasa seseorang sangat terluka," cetusnya pada Stake, via Goal.


Evra: Salah Mungkin Tak Akan Bermain Lagi untuk Liverpool

Pemain sepak bola profesional dan investor Prancis, Patrice Evra, memberikan wawancara di panggung utama Web Summit di Lisbon pada 14 November 2023. Acara teknologi terbesar di Eropa, Web Summit, akan diadakan di Parque das Nacoes di Lisbon mulai 13 November hingga 16 November. (PATRICIA DE MELO MOREIRA/AFP)

Evra tak berhenti pada perbandingan semata, ia bahkan memperingatkan Liverpool soal kemungkinan terburuk. Menurutnya, ledakan seperti itu jarang berakhir dengan damai dalam hubungan pemain dan klub besar. Ia menyebut bahwa kondisi ini bisa membuat Salah menghilang dari skuad dalam waktu yang lama.

Eks pemain Timnas Prancis itu menilai bahwa Slot tampak tak memberikan garansi masa depan bagi Salah. Ketidakpastian itu membuat rumor kepergian sang bintang semakin kuat.

Menurutnya, ada kemungkinan The Reds memilih untuk memulai era baru tanpa sang bintang Mesir. Itu menjadi gambaran betapa seriusnya kondisi saat ini.

“Saya merasa ia tidak akan bermain untuk Liverpool lagi. Anda tidak pernah tahu, Liverpool bisa tampil lebih baik tanpa dirinya dan mungkin mereka akan membiarkannya pergi pada bulan Januari," cetus Evra.

(Goal)


Klasemen Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya