Mobil Nasional Pindad Siap Diproduksi di Subang, Kapasitas 500 Ribu Unit per Tahun

Indonesia memasuki fase baru dalam perjuangan panjang mewujudkan kemandirian industri otomotif dan menyoroti pentingnya kawasan industri, rantai pasok, pengembangan teknologi yang terintegrasi

oleh Arief AszhariDiterbitkan 11 Desember 2025, 11:10 WIB
Tampilan mobil Maung 'Garuda' buatan PT Pindad yang bakal digunakan Presiden ke-8 Republik Indonesia, Prabowo Subianto saat berada di area parkir kompleks Parlemen RI, Jakarta, Minggu (20/10/2024). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pindad terus mempersiapkan produksi mobil nasional, yang telah diamanatkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Langkah terbaru, adalah dengan menandatangani nota kesepahaman, dengan Kementerian PPN/Bappenas dan juga Himpunan Kawasan Industri (HKI).

Kesepakatan ketiga belah pihak ini, untuk memperkuat perencanaan kawasan industri prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 serta akselerasi Program Mobil Nasional sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Selain itu, MoU ini menjadi langkah awal penyelarasan kebijakan dan pembangunan ekosistem industri yang terintegrasi.

Dijelaskan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan bahwa Indonesia memasuki fase baru dalam perjuangan panjang mewujudkan kemandirian industri otomotif dan menyoroti pentingnya kawasan industri, rantai pasok, pengembangan teknologi yang terintegrasi, serta membentuk industri nasional yang punya daya saing yang kuat.

"Ini adalah sejarah baru untuk melanjutkan milestone yang belum selesai. Membuat mobil bisa, membuat pabrik mobil bisa, tapi membuat industri mobil nasional belum tentu bisa. Tanpa ada kawasan, pembangunan industri mobil nasional yang baik harus juga membangun ekosistem rantai pasoknya, dan ini perlu ada di kawasan industri," ujar Rachmat Pambudy, dalam keterangan resmi, Kamis (11/12/2025).

Sementara itu, Ketua HKI Ahmad Ma’ruf Maulana menegaskan, kesiapan 170 kawasan industri untuk mendukung percepatan PSN dan hilirisasi.

Pihaknya ingin MoU ini tidak hanya sekadar penandatanganan, tetapi benar-benar dikawal sehingga hambatan di lapangan bisa diselesaikan dengan cepat.

"HKI juga tengah mengawal RUU Kawasan Industri dan memperluas promosi kawasan Indonesia ke tingkat global," ujarnya.

Langkah Awal Proyek Mobil Nasional

Sedangkan Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa menyampaikan, bahwa proyek mobil nasional tidak boleh berhenti pada slogan.

Pindad telah menyiapkan lahan industri di Subang dan menargetkan kapasitas produksi 500.000 unit per tahun, dimulai dengan 100.000 unit pada 2028 sebagai tahap awal fase produksi.

"Pesan yang sama dari semua komisi kepada Pindad adalah: jangan jadi euforia kalah. Pengembangan mobil nasional tidak bisa hanya sekadar program, kita harus melakukan piloting untuk inovasi teknologi dan membangun ekosistemnya," katanya.

Nota Kesepahaman antara Kementerian PPN/Bappenas, HKI, dan PT Pindad ini menjadi langkah awal untuk mengembangkan kawasan industri berwawasan lingkungan, rantai pasok otomotif dalam negeri, serta teknologi manufaktur canggih.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya