Jujur Banget! Spalletti Sebut Juventus Memalukan di Babak Pertama Lawan Pafos Meski Akhirnya Menang, Kenapa?

Luciano Spalletti mengakui Juventus bermain memalukan di babak pertama lawan Pafos. Sang pelatih kini siapkan formasi 4-2-3-1 untuk masa depan Bianconeri.

oleh Afdholud DzikryDiterbitkan 11 Desember 2025, 08:08 WIB
Aksi penyerang Juventus, Kenan Yildiz saat melawan Pafos di Liga Champions 2025-2026. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Luciano Spalletti secara jujur mengakui performa Juventus sempat 'memalukan' saat melawan Pafos di Liga Champions, Kamis (11/12/2025) dini hari WIB. Sang pelatih tidak menutup mata meski timnya meraih kemenangan.

Bianconeri memang berhasil mengamankan tiga poin, tapi mereka sempat disoraki pendukung sendiri saat jeda turun minum. Tim tamu asal Siprus justru tampil lebih berbahaya di awal laga.

Para pemain Juventus terlihat panik dan minim kreativitas sebelum akhirnya bangkit di babak kedua. Situasi ini membuat Spalletti merasa timnya belum tampil sesuai standar.

Beruntung, perubahan taktik dan masuknya pemain pengganti menyelamatkan wajah Si Nyonya Tua dari aib di kandang. Gol Weston McKennie dan Jonathan David akhirnya memecah kebuntuan.

Di balik kemenangan yang sulit ini, Spalletti membocorkan visi besar taktiknya. Ia berencana mematenkan formasi agresif 4-2-3-1 untuk masa depan Juventus.


Babak Pertama yang Memalukan

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, memberikan arahan kepada timnya saat pertandingan Serie A antara Cremonese dan Juventus di Cremona, Italia, Sabtu, 1 November 2025. (Alberto Mariani/LaPresse via AP)   

Juventus tampil di bawah tekanan pada 45 menit pertama dan nyaris kebobolan beberapa kali. Spalletti menilai anak asuhnya hanya melakukan upaya seminimal mungkin di lapangan.

Situasi tersebut membuat sang pelatih merasa tidak puas dengan mentalitas yang ditunjukkan. Ia bahkan menggunakan kata-kata yang cukup keras untuk menggambarkan performa tim.

"Menganalisis pertandingan, tentu saja kami harus berbuat lebih banyak, kami tidak bahagia, para pemain tidak bahagia dengan diri mereka sendiri."

"Terkadang kami hanya melakukan hal yang paling minimal. Beberapa situasi di babak pertama sejujurnya memalukan," tegas Spalletti kepada Sky Sport Italia.


Ketenangan Setelah Jeda

Pelatih Juventus Luciano Spalletti memberikan instruksi dalam pertandingan fase liga Liga Champions melawan Sporting CP di Turin, Italia, Rabu, 5 November 2025. (AP Photo/Antonio Calanni)

Perubahan signifikan terjadi di babak kedua setelah Spalletti melakukan penyesuaian taktik. Masuknya Francisco Conceicao menggantikan Edon Zhegrova memberikan dampak instan pada serangan.

Tim terlihat lebih terorganisir dan mampu mengambil keputusan yang lebih bijak saat menguasai bola. Ketenangan ini menjadi kunci terciptanya dua gol kemenangan.

"Kami sedikit rileks setelah jeda dan lebih tenang saat menguasai bola dalam mengambil keputusan tersebut," jelas mantan pelatih Napoli itu.

"Ini adalah sesuatu yang telah kami coba dalam latihan, jadi itu berhasil dengan sangat baik, kami lebih terorganisir dan lebih bertekad untuk membawa pulang kemenangan," tambahnya.

Lanjut Baca:

Spalletti juga menyoroti kerapuhan lini belakang yang menjadi titik lemah Juventus saat ini. Ia sangat membutuhkan bek tengah berkaki kanan yang murni. Eksperimen Pierre Kalulu dan Weston McKennie di lini pertahanan dinilai bukan solusi jangka panjang. Hal ini membuat pertahanan Juve mudah dieksploitasi oleh lawan yang punya kecepatan. "Memang benar kami mengalami kesulitan dalam bertahan, tetapi jelas kami perlu bek tengah berkaki kanan yang tersedia lagi," analisis Spalletti. "Karena Kalulu seharusnya menjadi bek sayap, dan Weston mengisi posisi itu saat ini. Memang benar kami membiarkan Pafos terlalu banyak peluang di babak pertama," lanjutnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya