BNPB: Tak Ada Penimbunan Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di Aceh

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tidak ada penimbunan bantuan logistik bagi korban banjir dan longsor di Aceh. Pencatatan serta distribusinya dilakukan secara tertib di Lanud Sultan Iskandar Muda.

oleh Tim NewsDiterbitkan 10 Desember 2025, 19:47 WIB
Daerah terdampak meliputi Padang Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Agam, Pesisir Selatan, Solok, Kota Pariaman, Pasaman Barat, Bukittinggi, serta beberapa kota/kabupaten lain yang juga mengalami banjir, longsor, hingga kerusakan infrastruktur. Banyak rumah warga terendam, akses jalan terputus, dan sejumlah fasilitas publik rusak akibat intensitas hujan ekstrem. Tampak dalam foto, warga memeriksa rumah-rumah yang rusak akibat banjir di Malalak, Sumatera Barat, Indonesia, Kamis, 27 November 2025. (AP Photo/Ade Yuandha)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tidak ada penimbunan bantuan logistik bagi korban banjir dan longsor di Aceh. Pencatatan serta distribusinya dilakukan secara tertib di Lanud Sultan Iskandar Muda.

"Jadi buat rekan-rekan yang kebetulan ada di Provinsi Aceh, silakan melihat langsung bahwa tidak ada terjadi penimbunan atau tidak ada terjadi stok-stok logistik yang terhambat distribusinya di Lanud Sultan Iskandar Muda," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Rabu (10/12/2025).

Muhari menjelaskan, seluruh bantuan yang masuk ke Lanud Sultan Iskandar Muda dicatat dan langsung didistribusikan ke titik-titik pengungsian sesuai kebutuhan di lapangan. Pemerintah, kata dia, juga membuka akses bagi media untuk melihat langsung pengelolaan logistik tersebut.

Dia menyampaikan bahwa sejak 28 November hingga 10 Desember 2025 pukul 15.00 WIB, total bantuan logistik yang masuk ke Aceh mencapai 448,6 ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 334 ton bantuan logistik telah berhasil disalurkan kepada para pengungsi, sementara sisanya masih terus dioptimalkan pendistribusiannya.

"Ini secara rekapitulasi dari awal 28 November hingga hari ini 10 Desember pukul 15.00 WIB," ujarnya.

Distribusi Logistik Lewat Jalur Darat-Udara

Muhari menyampaikan untuk mempercepat penyaluran, pemerintah mengoptimalkan distribusi logistik melalui jalur darat dan udara. Khusus pada Rabu ini, dia mengatakan distribusi bantuan logistik via darat dilakukan menggunakan lima truk dengan total muatan 9,85 ton.

Sementara itu, distribusi udara dilaksanakan melalui tujuh sorti penerbangan dengan total muatan 4,93 ton. Distribusi melalui jalur udara difokuskan untuk menjangkau kantong-kantong pengungsian yang berada jauh dari pusat kabupaten dan kota, sedangkan jalur darat dimanfaatkan untuk memperbanyak pengiriman logistik, termasuk kebutuhan non-pangan.

Selain bahan pangan, bantuan yang disalurkan juga mencakup tenda, matras, selimut, pakaian, dan perlengkapan dasar lainnya yang dibutuhkan pengungsi.

 

Infografis Kontroversi Bupati Aceh Selatan Umrah Saat Bencana Berujung Minta Maaf. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya