Hakordia 2025, Kemenag Bareng KPK Perkenalkan 6 Buku Lintas Agama Antikorupsi

KPK menandai Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 dengan pemberian penghargaan ke sejumlah instansi yang dinilai berintegritas dalam penguatan sikap antikorupsi. Salah satunya, Kementerian Agama (Kemenag).

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 10 Desember 2025, 11:15 WIB
KPK menandai Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 dengan pemberian penghargaan salah satunya kepada Kementerian Agama (Kemenag). (Tim Humas dan Komunikasi Publik Kemenag)

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menandai Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 dengan pemberian penghargaan ke sejumlah instansi yang dinilai berintegritas dalam penguatan sikap antikorupsi. Salah satunya, Kementerian Agama (Kemenag).

Menurut KPK, Kemenag mencatatkan Seri Buku Pendidikan Antikorupsi lintas agama hasil kolaborasi dengan KPK. Selain itu, Kemenag juga dinilai meraih dua penghargaan nasional atas kontribusinya dalam penguatan integritas di masyarakat.

"Penghargaan pertama diberikan kepada Kementerian Agama atas kerja sama penyusunan Buku Keagamaan Antikorupsi yang diinisiasi bersama Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK. Kolaborasi ini dinilai berhasil membuka ruang baru pendidikan antikorupsi melalui pendekatan lintas agama," tulis Menteri Agama Nasaruddin Umar melalui siaran pers, Rabu (10/12/2025).

Penghargaan kedua, lanjut dia, diraih oleh Forum Penyuluh Antikorupsi (PAKSI) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kemenag, yang dinobatkan sebagai Terbaik Kedua Nasional dalam Forum PAKSI–API Berdaya kategori Kementerian/Lembaga.

"Penghargaan ini diberikan atas kiprah GTK Madrasah dalam penyuluhan integritas dan pendidikan antikorupsi di sektor pendidikan," ucap Imam Besar Masjid Istiqlal ini.

Nasaruddin meyakini, dua penghargaan yang diterima Kemenag pada HAKORDIA 2025 mencerminkan kuatnya komitmen institusi ini dalam membangun ekosistem pendidikan antikorupsi—baik melalui literasi keagamaan maupun penyuluhan di lembaga pendidikan.

"Kemenag menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi dengan KPK dan berbagai pemangku kepentingan, serta mendorong penerapan nilai integritas dari tingkat pusat hingga daerah," tutur dia.

 

Hakordia 2025 jadi Momen Penting

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar resmi membuka kegiatan Kick Off Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025 di Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Nurjati Cirebon, Rabu (12/11/2025). (Istimewa)

Sebagai informasi, Hakordia 2025 menjadi momentum Kemenag dan KPK meluncurkan enam buku antikorupsi lintas agama.

Peluncuran enam buku antikorupsi lintas agama ini menjadi simbol komitmen Kemenag dan KPK dalam memperkuat pemahaman (logos) dan aksi nyata (ethos) masyarakat terhadap integritas.

"Setiap buku menggali ajaran agama masing-masing untuk membangun perilaku antikorupsi yang mengakar," ungkap Menag Nasaruddin.

Dia pun berharap seri buku tersebut dapat menyentuh kesadaran terdalam masyarakat dan menjadi landasan moral untuk hidup tanpa korupsi. Ia menegaskan bahwa korupsi bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi ancaman yang merusak sendi-sendi kemanusiaan.

"Pada hakikatnya, semua agama mengajarkan integritas. Korupsi adalah musuh bersama, musuh kemanusiaan," ucap Nasaruddin.

 

Buku Pendidikan Antikorupsi Lintas Agama

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. (Tim Humas Kemenag)

Menag Nasaruddin menjelaskan, pemberantasan korupsi harus disampaikan dalam berbagai bahasa—politik, hukum, budaya, dan agama.

Di tengah masyarakat Indonesia yang religius, bahasa agama menjadi medium yang paling efektif untuk menanamkan batasan moral dan nilai-nilai kejujuran.

"Dengan bahasa agama, kita membatasi diri dengan konsep pahala dan dosa. Bahasa ini efektif untuk membentuk nilai luhur di masyarakat," dia menandasi.

Diketahui, berikut Judul Buku Pendidikan Antikorupsi Lintas Agama:

1. Jalan Dhamma Jalan Anti Korupsi: Cara Menjadi Buddhis Berintegritas dan Berani Menolak Korupsi

2. Hidup Satya: Berani Menolak Korupsi (Hindu)

3. Integritas & Antikorupsi: Perspektif Islam dalam Pemberantasan Korupsi

4. Integritas dan Iman: Peran Gereja Katolik dalam Pemberantasan Korupsi

5. Peran Gereja dalam Mewujudkan Bangsa Tanpa Korupsi (Kristen)

6. Kebajikan sebagai Landasan Antikorupsi dalam Perspektif Khonghucu

Infografis Klaim Polri, Kejagung hingga KPK Tangani Kasus Korupsi di 2024. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya