Update Korban Banjir dan Longsor di Sumatera: 964 Orang Meninggal, 264 Hilang, 894.101 Mengungsi

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sudah mencapai 964 orang. Angka ini naik tiga dari data Senin (8/12/2025) masih 961 orang tewas.

oleh SupriatinDiterbitkan 10 Desember 2025, 00:00 WIB
Hingga saat ini listrik masih padam di Tapanuli Tengah dan akses internet masih terbatas menggunakan Starlink, termasuk Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga gas elpiji. Tampak dalam foto, warga berjalan di tengah banjir bandang di Desa Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada 2 Desember 2025. (YT HARIONO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sudah mencapai 964 orang. Angka ini naik tiga dari data Senin (8/12/2025) masih 961 orang tewas.

"Korban meninggal dunia bertambah tiga," tulis BNPB dalam laporan resminya, Selasa (9/12/2025).

BNPB menjelaskan sebaran data korban meninggal tersebut. Di Aceh, sebanyak 391 orang tewas, naik dua dari data Senin masih 389 orang.

Sementara di Sumatera Barat, jumlah korban tewas bertambah satu dari sehari sebelumnya. Sehingga data hari ini sebanyak 235 orang.

Di Sumatera Utara, korban meninggal 338 orang. Tidak mengalami penambahan dari data sehari sebelumnya.

Korban Hilang dan Mengungsi

BNPB juga melaporkan data terbaru korban hilang akibat banjir dan longsor di Sumatera. Hingga 9 Desember 2025, total korban hilang mencapai 264 orang.

Rinciannya, di Aceh jumlah korban hilang menurun menjadi 31 orang dari sebelumnya 62. Di Sumatera Barat, masih tercatat 95 orang belum ditemukan. Sementara di Sumatera Utara, terjadi lonjakan dari 136 menjadi 138 orang yang dinyatakan hilang.

Sementara itu, jumlah pengungsi juga tercatat mengalami penurunan. Jika sebelumnya mencapai 1.057.482 orang, kini menyusut menjadi 894.101 orang.

Sebaran pengungsi terbanyak masih di Aceh dengan 831.124 jiwa, disusul Sumatera Utara sebanyak 42.503 orang, dan Sumatera Barat 20.474 orang.

Janji Prabowo ke Korban Banjir Sumatera

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat banjir besar di Sumatea. Termasuk salah satu yang menjadi fokus adalah mengenai nasib petani yang menjadi korban bencana.

Dia berjanji bendungan yang rusak akibat bencana banjir akan diperbaiki. Selain itu, kata Prabowo, sawah-sawah petani yang rusak akan direhabilitasi sehingga dapat berproduksi kembali.

"Tadi kita laporkan bendungan-bendungan juga banyak yang jebol, tapi kami akan segera memperbaiki. Kemudian sawah-sawah yang rusak akan kita rehabilitasi," jelas Prabowo usai meninjau pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane di Kabupaten Bireuen, Aceh, Minggu (7/12/2025).

"Sudah dilaporin ke saya, petani-petani enggak usah khawatir, sawahnya rusak. Mereka, kita akan bantu memperbaiki," sambungnya.

Dia memastikan kebutuhan pangan masyarakat di wilayah terdampak bencana akan tetap terpenuhi. Nantinya, suplai bahan pangan akan dikirim dari berbagai daerah lain.

"Juga sementara belum bisa produksi penuh, maka pangan akan kita kirim dari tempat lain, kita punya cadangan nasional cukup banyak," tutur Prabowo.

Menurut dia, semua pihak bekerja dengan baik menangani dampak bencana banjir. Prabowo pun berjanji membantu masyarakat terdampak bencana melewati masa-masa sulit ini.

"Jadi setelah saya lihat kondisi. Kerja semua instansi baik. Bahu membahu sama rakyat sama pemerintah daerah, polisi, tentara semua bekerja," ujar Prabowo.

Infografis Penanganan Bencana Banjir Bandang dan Longsor di Sumbar. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya