Business Matching UMKM di Malaysia, Danareksa Bawa Produk Lokal Masuk Pasar Regional

Event Business Matching UMKM Danareksa di Kuala Lumpur menarik 10 ribu pengunjung dan mempertemukan produk lokal dengan buyers internasional.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 09 Desember 2025, 18:00 WIB
Gelaran "Lateral Thinking - Business Matching UMKM" pada 4-6 Desember 2025 di Kuala Lumpur Malaysia. (Dok Danareksa)

Liputan6.com, Jakarta - PT Danareksa (Persero) atau Holding BUMN Danareksa kembali memperlihatkan komitmennya dalam mendorong UMKM Indonesia menembus pasar global. Melalui perhelatan “Lateral Thinking – Business Matching UMKM” yang berlangsung pada 4–6 Desember 2025 di Kuala Lumpur, acara ini berhasil menarik perhatian besar dengan total 10.000 pengunjung dalam dua hari pameran.

Antusiasme tersebut menunjukkan kuatnya minat pasar regional terhadap produk UMKM Indonesia.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Holding BUMN Danareksa bersama enam anggota holding, yakni PT Perusahaan Pengelola Aset, PT Kawasan Industri Medan, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung, PT Kawasan Berikat Nusantara, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut, dan PT Nindya Karya.

Mereka membawa 9 UMKM terpilih dari sektor fashion, kuliner, kriya, hingga mainan edukatif untuk menjajaki peluang di Malaysia.

Program ini menjadi bagian dari inisiatif TJSL unggulan Danareksa, SEMAR Ekonomi (Sustainable Environmental Movement for Action & Responsibility), yang bertujuan menghadirkan UMKM yang tangguh, berkualitas, dan berdaya saing.

Kehadiran Danareksa di Kuala Lumpur sekaligus menjadi upaya konkret mempertemukan produk lokal dengan calon pembeli internasional, sehingga membuka jalur pemasaran baru bagi UMKM binaan.

 

Standar Global

Gelaran "Lateral Thinking - Business Matching UMKM" pada 4-6 Desember 2025 di Kuala Lumpur Malaysia. (Dok Danareksa)

Corporate Secretary & CSR PT Danareksa, Agus Widjaja, menyebut bahwa “Lateral Thinking” menjadi ruang ideal bagi UMKM untuk memahami standar global.

“Lateral Thinking menjadi arena strategis untuk mengubah pola pikir UMKM binaan kami dengan melihat, menemukan, dan belajar langsung tentang standarisasi global, khususnya standar produk halal dan inovasi yang menjadi preferensi pasar Malaysia,” ujar Agus dalam keterangan tertulis, Selasa (9/12/2025).

Ia menambahkan bahwa besarnya antusiasme pengunjung membuktikan tingginya minat terhadap produk UMKM Indonesia jika dikurasi dengan tepat, mulai dari kemasan, legalitas, hingga kapasitas produksi.

Selama pameran, booth UMKM Danareksa dipadati oleh masyarakat umum, diaspora, serta perwakilan asosiasi bisnis dari Malaysia, Singapura, hingga Thailand. Produk berbasis keberlanjutan (sustainability) dan warisan budaya (heritage) menjadi favorit para pengunjung.

 

Membina 1.000 UMKM

Gelaran "Lateral Thinking - Business Matching UMKM" pada 4-6 Desember 2025 di Kuala Lumpur Malaysia. (Dok Danareksa)

Agus menjelaskan bahwa sejumlah produk unggulan berhasil menarik perhatian buyers internasional. Di antaranya Aruna Creative dari Yogyakarta dengan fashion ramah lingkungan, Green Star dari Malang yang menawarkan makanan sehat berbahan MOCAF, Batik Semburat asal Yogyakarta, hingga mainan edukatif dari Asyifa Toys Jakarta.

Holding BUMN Danareksa saat ini membina sekitar 1.000 UMKM di berbagai sektor. Program pameran di Kuala Lumpur merupakan kelanjutan dari suksesnya ajang serupa di Johor Bahru pada 2024, di mana Danareksa berhasil membuka akses pasar baru bagi pelaku UMKM binaan.

Dukungan juga datang dari KBRI Kuala Lumpur. First Secretary KBRI, Maria Kusumanegari, hadir langsung dan memberikan fasilitas penuh untuk mempertemukan delegasi Indonesia dengan mitra bisnis setempat

.“Holding BUMN Danareksa berkomitmen untuk memberikan akses pasar dan pendampingan standarisasi agar UMKM kita benar-benar menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan unggul di pasar dunia,” tutup Agus Widjaja.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya