Pemerintah Tambah 6 KEK Baru di 2026, Potensi Investasi Tembus Rp 300 Triliun

Pemerintah menargetkan penambahan enam KEK baru pada 2026 dengan potensi investasi mencapai Rp 300 triliun.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 09 Desember 2025, 15:40 WIB
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) yang dikenal dengan Injourney, melalui anak perusahaannya PT Hotel Indonesia Natour (HIN), bekerja sama dengan PT Pertamina Bina Medika - Indonesia Healthcare Corporation (IHC) tengah membangun Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Kesehatan dan Pariwisata pertama di Indonesia, berlokasi di Sanur, Bali.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menargetkan penambahan enam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru pada 2026. Langkah ini diyakini mampu mendorong realisasi investasi nasional dengan potensi nilai mencapai Rp 300 triliun.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menyampaikan bahwa pengembangan KEK terus diperkuat untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tengah ketatnya persaingan global.

“Special economic zone (KEK) ini, sampai tahun 2025, kita sudah mempunyai 25 (KEK). Dan, tahun depan, mudah-mudahan bisa bertambah enam lagi akan menjadi 31 (KEK),” ujar Todotua dikutip dari Antara, Selasa (9/12/2025).

Saat ini terdapat 25 KEK yang telah beroperasi di berbagai wilayah Indonesia. Dengan tambahan enam kawasan baru, pemerintah menargetkan total KEK pada 2026 mencapai 31 kawasan. Meski demikian, ia belum mengungkapkan lokasi maupun sektor dari keenam KEK baru tersebut. Proses penetapan dan evaluasi masih berlangsung dan akan diumumkan secara bertahap.

“Sedang proses itu, nanti setiap munculnya (KEK baru) akan di-launch,” jelasnya.

 

Tiap KEK Punya Spesialisasi

Presiden Prabowo Subianto dalam acara Peresmian Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) sebagai KEK Industropolis Batang, Kamis (20/3/2025).

Todotua menambahkan bahwa setiap KEK memiliki spesialisasi yang berbeda sesuai kebutuhan dan potensi wilayah. Pemerintah juga memberi keleluasaan pada pengelola KEK untuk mengembangkan sektor unggulan masing-masing.

“Dalam semua realisasi KEK ini masing-masing memiliki speciality-nya, ada untuk industrialisasi, kesehatan, digital, tourism, dan lain-lain,” katanya.

Pemerintah, lanjutnya, terus memperkuat strategi pengelolaan kawasan melalui konsolidasi kebijakan dan peningkatan fasilitas. Upaya ini termasuk penyederhanaan perizinan, penguatan regulasi, serta pemberian insentif fiskal maupun nonfiskal.

“Tentunya, dengan strategi kawasan ini kita, pemerintah dalam investasi bagaimana bisa mengonsolidasikan mengenai perizinan, strategi regulasi, insentif fiskal dan nonfiskal,” ujarnya.

Ia berharap tambahan KEK baru tersebut dapat menarik investor global dan mempercepat pemerataan ekonomi.

 

25 KEK

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang

Hingga saat ini, pemerintah telah menetapkan 25 KEK yang terdiri dari berbagai kategori. Di antaranya, 13 KEK industri, 8 KEK jasa pariwisata, dan 3 KEK digital. Setiap kawasan dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi regional sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

Dengan kehadiran enam KEK tambahan pada 2026, pemerintah menargetkan semakin banyak sektor strategis yang dapat terakomodasi, mulai dari industri bernilai tambah, layanan kesehatan, ekonomi digital, hingga sektor pariwisata unggulan.

Penambahan KEK disebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam memperkuat hilirisasi, menarik investasi berkualitas, dan mempercepat transformasi ekonomi nasional.

Pemerintah berharap KEK baru ini tidak hanya menambah jumlah kawasan, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi nyata yang dapat dirasakan langsung masyarakat dan dunia usaha.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya