Liputan6.com, Gaza - Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) melaporkan pasukan Israel dalam jumlah besar menyerbu kantornya di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, pada Senin (8/12/2025) dini hari.
Merespons hal ini, UNRWA mengecam tindakan itu sebagai pelanggaran serius terhadap hak istimewa dan kekebalan organisasi PBB.
Advertisement
Dalam pernyataannya, UNRWA mengatakan “sejumlah besar” pasukan Israel -- termasuk polisi bermotor, truk, dan forklift -- memaksa masuk ke fasilitas mereka di lingkungan Sheikh Jarrah, dikutip dari laman AP News, Selasa (9/12).
Foto-foto yang diperoleh Associated Press dan staf UNRWA menunjukkan polisi mengibarkan bendera Israel dan memasuki area kompleks.
“Masuknya pasukan keamanan Israel secara paksa dan tidak sah merupakan pelanggaran yang tidak dapat diterima terhadap hak istimewa UNRWA sebagai badan PBB,” demikian pernyataan resmi lembaga tersebut.
Polisi Israel mengklaim bahwa operasi dilakukan untuk melaksanakan “prosedur penagihan utang” yang diprakarsai pemerintah kota Yerusalem. Namun, pihak kota tidak memberikan penjelasan tambahan.
Konteks Ketegangan Berkepanjangan
Serangan itu menjadi bagian dari kampanye panjang Israel terhadap UNRWA, lembaga yang menyediakan bantuan bagi sekitar 2,5 juta pengungsi Palestina di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur, serta tiga juta lainnya di Yordania, Suriah, dan Lebanon.
Israel menuduh UNRWA disusupi Hamas, menggunakan fasilitasnya untuk operasi militan, dan mempekerjakan ratusan anggota kelompok bersenjata tersebut. Namun, PBB membantah tuduhan itu, dan bukti yang disampaikan Israel dinilai terbatas.
Setelah berbulan-bulan tekanan politik dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan sekutu sayap kanannya, Israel melarang UNRWA beroperasi di wilayahnya sejak Januari. Amerika Serikat, yang sebelumnya merupakan donor terbesar UNRWA, menghentikan pendanaan pada awal 2024. Sejak itu, lembaga tersebut kesulitan melanjutkan tugas kemanusiaannya, terutama di Gaza.
“Jika Anda menyingkirkan UNRWA, badan mana lagi yang dapat mengisi kekosongan itu?” kata Tamara Alrifai, Direktur Hubungan Eksternal dan Komunikasi UNRWA.