Sukses

Dilarang Israel Masuk Gaza Sejak Maret 2025, Bantuan UNRWA Tertahan di Mesir dan Yordania

Pengungsi Palestina di Gaza masih harus berjuang untuk mendapatkan air bersih dan bantuan makanan di sebuah dapur umum Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Jumat 6 Februari 2026. Saat ini, mayoritas warga Palestina di Gaza masih sangat bergantung pada bantuan kemanusiaan yang masuk secara terbatas dan sering terhambat oleh kebijakan blokade yang diterapkan Israel sejak Maret 2025. Keterbatasan bahan pangan, air bersih, serta padatnya lokasi pengungsian menciptakan kondisi rawan kelaparan dan penyakit. Banyak warga, termasuk anak-anak, berkumpul dengan membawa panci kosong demi mendapatkan satu porsi makanan yang disalurkan di sebuah dapur umum, Khan Younis, Jalur Gaza selatan. Meski sejak 2 Februari 2026, perbatasan Rafah dibuka, secara sangat terbatas untuk pergerakan orang, hanya memberikan sedikit harapan bagi akses logistik. Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan, upaya mereka untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza masih terhambat akibat blokade Israel yang dilakukan sejak Maret 2025 lalu. Melalui platform media sosial X, pada Kamis (5/2/2026), UNRWA mengatakan bahwa pengiriman bantuan kemanusiaan, termasuk makanan, perlengkapan kebersihan, obat-obatan, dan perlengkapan tempat tinggal, tetap disimpan di gudang-gudang di Mesir dan Yordania dan belum diizinkan masuk ke Gaza selama berbulan-bulan.
Editor:
Helmi Fithriansyah
Photographer:
Liputan6.com

Foto Terkini