Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan karier Lesti Kejora membawa perubahan signifikan dalam kehidupannya, termasuk penampakan dapur di kediamannya. Berbeda dengan dugaan publik mengenai hunian artis papan atas yang mungkin didominasi kemewahan berlebihan, dapur di rumah Lesti Kejora minimalis dan fungsional.
Secara struktural, dapur ini mengusung gaya minimalis modern, namun penataan isinya menunjukkan prioritas utama pada fungsionalitas dan kesederhanaan yang autentik. Dapur ini terlihat sangat hidup, dipenuhi dengan peralatan dan bumbu yang tertata apa adanya. Berikut adalah tujuh potret mendalam mengenai area dapur dan interior rumah Lesti Kejora dan Rizky Billar.
Advertisement
1. Area Masak yang Lengkap dengan Cooker Hood
Potret pertama fokus pun diarahkan pada aktivitas memasak yang dilakukan Lesti di atas kompor. Lesti terlihat sedang mengaduk masakan berkuah dalam wajan kecil, menegaskan kesibukan mereka menyiapkan hidangan. Di atas area kompor, terdapat cooker hood berbahan stainless steel sederhana yang berfungsi untuk menyedot asap masakan.
Keberadaan cooker hood ini menunjukkan bahwa dapur tersebut dirancang untuk kebutuhan memasak yang serius, bukan hanya sekadar memanaskan makanan. Namun, seperti bagian dapur lainnya, cooker hood ini juga tampak sudah lama digunakan, menambah kesan lived-in atau rumah yang benar-benar ditinggali dan beraktivitas.
Di sekitar area kompor juga tampak beberapa botol minyak dan bahan masakan lainnya yang diletakkan di meja dapur, menandakan bahwa area ini adalah pusat kegiatan utama. Visual ini menguatkan gambaran bahwa Leslar adalah keluarga yang aktif memasak dan menikmati makanan rumahan.
2. Lemari Terbuka Penuh Bumbu dan Bahan Kering
Potret selanjutnya mengalihkan fokus pada area penyimpanan bumbu dan bahan kering. Dapur Leslar menggunakan konsep open shelving pada kabinet dindingnya, di mana toples-toples berisi bumbu, rempah, dan berbagai kebutuhan dapur lainnya tersusun rapat dan penuh.
Konsep lemari terbuka ini secara visual menunjukkan kesederhanaan dalam penataan. Dengan menempatkan bumbu secara terbuka, pemilik rumah dapat dengan cepat mengidentifikasi dan mengambil bahan yang diperlukan tanpa harus membuka-tutup pintu kabinet. Hal ini sangat menunjang efisiensi saat Lesti atau Billar sedang sibuk memasak.
Meskipun terlihat ramai dan padat, bahkan hingga permukaan konter di bawahnya dipenuhi botol minyak dan bahan masakan. Keramaian ini justru menjadi bukti kuat bahwa dapur ini adalah ruang kerja yang sesungguhnya. Penataan yang apa adanya ini memperkuat narasi fungsionalitas di atas estetika yang steril.