Liputan6.com, Jakarta - Dokter magang bakal membantu penanganan kesehatan korban longsor dan banjir Sumatera. Untuk tahap awal, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan dokter magang bakal difokuskan ke provinsi yang paling terdampak yakni Aceh.
Menkes Budi menuturkan sekitar 300 dokter magang bakal disebar di wilayah terdampak bencana di Aceh. Para dokter tersebut akan berkeliling melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan medis, utamanya di posko-posko pengungsian.
Advertisement
"Kemenkes kan mengatur penempatan dokter-dokter internship yang sudah selesai sekolahnya. Kita akan taruh di sana (Aceh), memang masalahnya kan belum semua (terbuka aksesnya)," kata Budi pada Senin, 8 Desember 2025 malam di Jakarta.
Lebih lanjut, Budi mengatakan baru tiga kota yang kemarin baru buka yakni Gayo Luwes, Bener Meriah, dan Aceh Tengah. "Takengon yang belum tersambung jalan daratnya, sehingga agak susah," kata Budi mengutip Antara.
Budi berharap daerah-daerah yang masih terisolasi dan sulit diakses bisa ada dokter yang masuk dan memberikan layanan. "Kebutuhan dokter-dokter itu, terutama di puskesmas-puskesmas yang dekat dengan pusat-pusat pengungsian, dipastikan harus ada," lanjutnya.
Budi juga menekankan kebutuhan akses kesehatan di sana buka hanya tenaga medis juga alat kesehatan dan obat. "Sebenarnya bukan hanya dokter, melainkan alat kesehatan juga obat-obatannya karena berdasarkan laporan dari Kementerian Pertahanan, banyak penyakit kulit, diare sama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Fokus Kemenkes di Daerah Terdampak Bencana: Hidupkan Layanan RS
Saat ini, Kemenkes berfokus menghidupkan rumah sakit-rumah sakit di Aceh yang terdampak bencana. "Rumah sakitnya kita hidupkan dulu, ini kan ada 18 (unit). Yang bermasalah itu masih yang di Aceh, kalau di Sumatera Barat sama di Sumatera Utara itu sudah beroperasi semua rumah sakitnya. Nah, rumah sakit ini yang dibutuhkan dokter spesialis karena banyak yang mesti masuk ke rumah sakit begitu jalannya sudah terbuka," katanya.
Hingga kini, masih ada enam rumah sakit di Aceh belum beroperasi penuh, sedangkan yang lainnya sudah berjalan dengan normal. "Tapi yang masih sangat ketinggalan itu yang di Aceh Tamiang. Nah, itu diharapkan mulai besok instalasi gawat darurat (IGD)-nya sudah bergerak karena kita prioritasnya IGD-nya dulu, jadi perawatan bisa mengejar, kemudian ruang operasi, kemudian yang cuci darah, karena cuci darah itu kalau terlambat bisa berbahaya," katanya.
Prabowo Minta Dokter Magang Bantu Tangani Korban Banjir Sumatera
Sebelumnya, pada rapat terbatas penanganan bencana Sumatera Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, Minggu (7/12/2025) Budi melaporkan ke Presiden Prabowo Subianto bahwa banyak dokter yang menjadi korban bencana Sumatera. "Kita kekurangan dokter pak, karena dokter di sana jadi korban juga," kata Budi saat itu.
Mendengar hal tersebut Prabowo pun bertanya soal peluang dokter magang untuk membantu bencana.
Budi pun langsung menjawab pertanyaan Prabowo tersebut. "Internship pak. Tapi memang harus ada dokter pendamping, saya sebenarnya kalau diizinkan saya pinjam 300 dokter, kita deploy 3 bulan ke puskesmas-puskesmas," kata Budi.