Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah mengucurkan kredit sebesar Rp 24 miliar kepada 16 debitur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Barat hingga kuartal III 2025.
CEO Bank Mandiri Region VI/Jawa Barat Nila Mayta Dwi Rihandjani mengatakan, fasilitas pembiayaan itu diserahkan kepada mitra Badan Gizi Nasional (BGN) yang telah memiliki perjanjian kerja sama (PKS) untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), atau dapur MBG.
Advertisement
"Dari MBG ini kita bisa banyak sekali mendapatkan potensi-potensi pembiayaan di setiap SPPG. SPPG-nya kita biayai, pegawainya kita biayai, pemasok-pemasoknya bisa kita biayai juga semuanya. Sehingga ini potensi yang bisa kita garap dari dapur SPPG," ujarnya dalam sesi Media Gathering Bank Mandiri 2025 di Bandung, Jawa Barat, Senin (8/12/2025).
Adapun dari penyaluran kredit Rp 24 miliar untuk 16 debitur mitra BGN tersebut, sebanyak 6 debitur di antaranya berasal dari kelompok UMKM dengan baki debet Rp 13 miliar. Sementara 10 debitur lainnya berasal dari pengusaha mikro dengan baki debet Rp 11 miliar.
Di sisi lain, Bank Mandiri juga telah menyalurkan kredit rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Jawa Barat, dengan nominal lebih besar mencapai Rp 163 miliar hingga September 2025.
Nila mengutarakan, program 3 juta rumah jadi program prioritas pemerintah yang paling banyak menerima penyaluran kredit dari Bank Mandiri di wilayah Jawa Barat.
"Pertumbuhan kredit rumah kita di Jawa Barat naiknya signifikan. Kita kenceng banget di program 3 juta rumah melalui program FLPP maupun program-program dari sisi pengusaha yang bergerak di bidang pembangunan rumah," tuturnya.
Jawab Supply and Demand
Ia melanjutkan, dukungan pembiayaan tersebut dialokasikan baik untuk supply side (penyediaan rumah), maupun demand side (permintaan rumah). Dari sisi supply kepada developer, Bank Mandiri telah merealisasikan pembiayaan kredit kepada 2 debitur dengan baki debet (Bade) Rp 6 miliar.
Sedangkan untuk permintaan KPR rumah subsidi, realisasinya mencapai Rp 163 miliar kepada 1.049 debitur.
Bank Mandiri juga tengah memproses program Kredit Industri Padat Karya (KIPK) yang dibawahi oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Sebuah kredit program pemerintah untuk pertumbuhan industri padat karya.
Potensi Pembiayaan Rp 17 Triliun
Nila menyampaikan, pihaknya telah dihubungi oleh Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) terkait dukungan pembiayaan untuk program KIPK. Dengan potensi nilai pembiayaan mencapai sekitar Rp 17 triliun.
"Kemarin saya juga ditelepon oleh pak Setneg, bahwa ada lagi program baru, namanya KIPK, Kredit Industri Padat Karya. Itu juga program subsidi yang potensinya sangat besar di Jawa Barat ini juga. Ketua divisinya bilang ada potensi sekitar Rp 17 triliun untuk bisa dibiayai," ungkapnya.
Secara timeline, program ini dijadwalkan host to host koneksi system Bank Mandiri dengan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Kementerian Keuangan pada pekan ketiga Desember 2025.