Liputan6.com, Jakarta - - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melakukan kunjungan kerja ke kantor pusat industri pertahanan KNDS Prancis di kawasan Satory, Versailles, pada 19 November 2025 lalu.
Kunjungan ini mempertegas komitmen Indonesia dan Prancis dalam memperkuat kerja sama strategis pertahanan, khususnya modernisasi artileri dan percepatan transfer teknologi untuk mendukung kemandirian industri pertahanan nasional.
Advertisement
KNDS (sebelumnya Nexter Systems) merupakan produsen pertahanan darat terkemuka di Eropa dan telah menjadi mitra strategis TNI AD lebih dari 40 tahun, termasuk pemasok howitzer self-propelled CAESAR yang menjadi tulang punggung artileri TNI AD.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi Mabesad yang dipimpin Kasad mendapat penjelasan teknologi persenjataan terbaru, mulai dari kendaraan tempur lapis baja, amunisi kaliber besar, hingga sistem artileri CAESAR dan 105LG.
Indonesia tercatat sebagai operator CAESAR terbesar ketiga di dunia dan terbesar di Asia dengan 56 unit sistem artileri yang memperkuat tiga batalyon TNI AD.
Chief Representative KNDS Indonesia Thomas Gerard menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Kasad.
"KNDS merasa sangat terhormat telah menerima kunjungan Bapak Kepala Staf TNI Angkatan Darat beserta delegasi Mabesad di kantor pusat KNDS di Satory, dekat Paris, pada tanggal 19 November,” kata Gerard.
Gerard menegaskan kembali komitmen KNDS untuk mempercepat kemitraan pertahanan jangka panjang dengan Indonesia.
“KNDS dan Bapak KSAD menegaskan kembali kesediaan kami untuk mempercepat dan memperkuat kemitraan jangka panjang, khususnya dalam sistem artileri, amunisi kaliber besar, dan kemampuan dukungan pemeliharaan,” ujarnya.
Penguatan Industri Pertahanan Nasional
Kunjungan ini sekaligus menindaklanjuti Letter of Intent (LoI) yang ditandatangani Menteri Pertahanan Indonesia dan Prancis pada Mei 2025, disaksikan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Emmanuel Macron, terkait pengadaan CAESAR tambahan dan amunisi 155mm serta program transfer dan lokalisasi teknologi.
Sistem CAESAR 155mm kaliber 52 memiliki jangkauan tembak lebih dari 40 km dan hingga 55 km menggunakan amunisi jarak jauh. Dipasang pada truk 6x6 dengan kecepatan hingga 100 km/jam, kemampuan mobilitas tinggi mendukung taktik “shoot and scoot”. Sistem ini telah teruji dalam operasi tempur di Mali, Afghanistan, Irak, Lebanon, dan Ukraina.
Kerja sama Indonesia–Prancis dipayungi Defence Cooperation Agreement (DCA) sejak 2021. Fokus pengembangan ke depan meliputi penambahan unit CAESAR, peningkatan kemampuan amunisi presisi, produksi dan perakitan amunisi kaliber besar di Indonesia, dan penguatan ekosistem industri lokal.