Deteksi Dini Masalah Mental adalah Langkah Pertama Pemulihan Jiwa

Banyak kasus gangguan mental yang memburuk karena tidak dikenali sejak awal dan deteksi dini adalah langkah pertama menuju pemulihan.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 08 Desember 2025, 06:00 WIB
Psikolog klinis, Tri Iswardani Sadatun, M.Si., mengatakan bahwa deteksi dini masalah mental adalah langkah pertama pemulihan jiwa, Depok (6/12/2025). Foto: RS Puri Cinere.

Liputan6.com, Depok - Psikolog klinis, Tri Iswardani Sadatun, M.Si., mengatakan bahwa deteksi dini masalah mental adalah langkah pertama pemulihan jiwa.

“Deteksi dini adalah langkah pertama menuju pemulihan. Banyak kasus gangguan mental yang memburuk karena tidak dikenali sejak awal. Dengan edukasi yang tepat, masyarakat dapat lebih cepat mengambil tindakan dan mendapatkan bantuan yang sesuai,” kata psikolog yang akrab disapa Dani dalam Mental Health Talk Show bertema Deteksi Dini Gangguan Mental dan Perilaku – Kapan Perlu Bantuan Profesional? pada Sabtu, 6 Desember 2025 di RS Puri Cinere, Depok, Jawa Barat.

Ia juga menyampaikan pentingnya mengenal tanda awal gangguan mental dan dukungan keluarga. Beberapa gejala awal gangguan mental adalah perubahan pola tidur, suasana hati, fungsi sosial, konsentrasi, atau menarik diri dari lingkungan.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2022) menunjukkan, satu dari delapan orang di dunia hidup dengan gangguan mental. Sementara, angka depresi dan kecemasan meningkat hingga 25 persen pasca pandemi.

Di Indonesia, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) mencatat prevalensi gangguan mental emosional mencapai 9,8 persen. Dan lebih dari 60 persen kasus tidak terdeteksi akibat minimnya pemahaman gejala awal serta stigma masyarakat.

Data-data ini menunjukkan, gangguan mental menjadi salah satu isu kesehatan global yang semakin mendesak.

 

Cegah Masalah Jiwa Jadi Lebih Parah

Melihat situasi ini, Direktur RS Puri Cinere, dr. Putri Nadia, MARS., menyampaikan bahwa edukasi soal kesehatan mental adalah hal penting.

“Edukasi mental health adalah bagian penting. Dengan meningkatnya kasus gangguan mental di masyarakat, deteksi dini dan pemahaman gejala awal menjadi kunci untuk mencegah kondisi berkembang lebih parah,” ujar Putri dalam kesempatan yang sama.

Dia pun mengajak masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kondisi mental secara berkala. Terutama jika merasakan tanda-tanda perubahan perilaku, stres berkepanjangan, kecemasan, depresi, atau perlu konsultasi psikologi/psikiatri.

 

Sekilas Tentang Kesehatan Mental

Kemenkes telah menjelaskan di laman resminya, kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin berada dalam keadaan tentram dan tenang. Sehingga, memungkinkan seseorang untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar.

Seseorang yang bermental sehat dapat menggunakan kemampuan atau potensi dirinya secara maksimal dalam menghadapi tantangan hidup, serta menjalin hubungan positif dengan orang lain.

Sebaliknya, orang yang kesehatan mentalnya terganggu akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, serta kendali emosi yang pada akhirnya bisa mengarah pada perilaku buruk.

Penyakit mental dapat menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya dapat merusak interaksi atau hubungan dengan orang lain. Namun juga dapat menurunkan prestasi di sekolah dan produktivitas kerja, seperti dilansir ayosehat.kemkes.go.id.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya